Kenali 10 Ciri Pada Fisik yang Menunjukan Gejala Stres

0 16.052

Gejala Stress. Saat Ini, stress menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Sebagian orang saat ini baru menyadari dan berusaha untuk melawan stress setelah berada pada tingkatan atau stadium tertentu, meski sebelumnya sudah tahu bahwa stress yang berkepanjangan akan berdampak pada resiko buruk kepada tubuh. Kebanyakan ahli telah melakukan berbagai cara dalam penelitian dan mendapat kesimpulan bahwa banyak penyakit kronis dan komplikasi yang dialami oleh anak-anak, remaja, dan dewasa berasal stress yang berkepenjangan.

Dalam manajemen stress saat ini jauh lebih berat dari beberapa dekade sebelumnya. Hal tersebut disebabkan oleh semakin banyaknya orang yang mengalami stress dan membutuhkan pelayanan manajemen stress untuk bisa kembali menjalani hidup mereka seperti semula. Dapat kita lihat secara umum, stress memang sebuah gangguan yang berkaitan dengan mental. Namun demikian, dampak stress jauh melampaui batas mental: memiliki resiko besar terhadap kesehatan fisik penderita.

Gejala-gejala stress sebenarnya tidak beda jauh dengan gejala depresi, antara stress dan depresi satu kesatuan saling berkaitan erat. Ada banyak hal yang dapat dilihat secara fisik yang diakibatkan stress yang berlangsung dalam jangka panjang, berikut di antaranya:

1. Keringat yang Berlebihan

Tidak kebanyak orang yang menyadari keringat berlebih (hyperhidrosis) hal ini bisa berkaitan dengan stress. Meskipun banyak fakta medis yang membuktikan keterkaitan antara keringat berlebih dengan stress. Karena itu jangan dianggap sepele dan dianggap bukan masalah atau gangguan ketika keringat berlebih yang disebabkan oleh faktor fisik semata. Banyak ahli menyarankan ada beberapa cara untuk mengatasi masalah keringat berlebih dengan metode yang sama dengan cara mengatasi stress seperti contoh adalah dengan cara meditasi dan mengubah pola dan gaya hidup.

2. Gigi Bergesekan/Gemerutuk

Pada diri kita biasa melihat kondisi ini pada seseorang yang sedang tidur, hal ini termasuk sebagai aktivitas tubuh di bawah sadar. Berbeda dengan orang penderita stress, aktivitas yang biasa disebut sebagai buxism ini dilakukan sebagai upaya melawan atau respon fisik dalam menghadapi stress. Efeknya, ada beberapa masalah saat mengunyah makanan dan dalam beberapa decade tertentu gigi menjadi aus.

3. Dada Mengencang

Penderita stress juga mengalami pengencangan atau pengetatan dada diaman dada akan terasa mengencang pada saat berada dalam situasi-situasi yang menimbulkan stress. Ini merupakan salah satu reaksi tubuh secara alamiah terhadap stress. Jangankan orang-orang yang memiliki riwayat penyakit jantung orang yang tidak memiliki riyawat jantungpun bisa mengalami sesak dada saat berada dalam kondisi stress.

4. Kerontokan Rambut

Banyak penelitian yang membuktikan ada hubungan antara kerontokan rambut dengan stress. Pada saat ini, telah terkonfirmasi bahwa penyebab rambut rontok diakibatkan oleh stress. Banyak cara penyebab terjadinnya stress, salah satunya adalah ketakutan berlebihan (phobia). Terdapat fakta bahwa kerontokan rambut semakin mudah terjadi pada orang yang memiliki fobia kebotakan (phalacrophobia).

5. Berubah-ubah Kebiasaan Tidur

Pengaruh penyakit stress juga akan mengalami perubahan drastis pada kebiasaan atau pola tidur. Orang penderita ini akan mengalami kesilutan tidur dalam waktu lebih pendek (kurang tidur), tidak bisa tidur (insomnia), atau justru tidur lebih lama dari pada waktu tidur biasanya. Bagaimanapun, masalah perubahan kebiasaan tidur ini tidak memiliki efek baik pada kesehatan tubuh, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

6. Seksual

Performa seksual seseorang dapat juga mempengaruhi stress. Dengan kondisi ini bisa memberi dampak buruk, misalnya menyebabkan kurang bahkan jungkin tidaj harominisnya hubungan suami istri dalam rumah tangga pada penderita stress bagi yang sudah menikah. Contoh, stress dapat menyebabkan jumlah hormon berkurang drastis, yang kemudian berdampak pada menurunnya dorongan seksual.

7. Bernafas

Para medis sesak nafas sering kali disebut dengan gejala asma, namun hal ini juga merupakan salah satu gejala paling umum yang disebut dengan stress. Salah satu bentuk yang dapat dilihat adalah dimana mulut mudah kering dalam waktu singkat. Sama halnya dengan gejala-gejala di atas, solusinya adalah dengan menghilangkanterkebih dahulu penyebabnya, yaitu stress.

8. Nyeri Otot

Stress pun tidak bisa lepas dari gejala nyeri otot atau nyeri pada bagian tubuh tertentu. Kita sering mendengar keluhan dari penderita stress bahwa dia mengalami nyeri pada bagian leher atau punggung bawah. Stress juga dapat menyebabkan otot-otot bergemetar dan nyeri pada bagian-bagian tubuh tertentu. Ketika kita nyeri otot atau tegang biasanya disebabkan oleh dipicunya adrenalin secara berlebihan dan yang merupakan akibat dari stress jangka panjang.

9. Mudah Lelah

Bagi orang yang menderita stress biasanya akan memiliki keluhan munculnya rasa lelah sepanjang hari. Ini merupakan salah satu gejala stress yang harus segera ditangani agar tidak menyebabkan berbagai akibat, baik pada performa tubuh maupun pada efisiensi dan efektivitas dalam pekerjaan.

10. Berat Badan Naik Turun Secara Tiba-tiba

Gejala stress masing-masing orang memiliki gejala yang berbeda. Ada dua respon yang menyebabkan gejala berkaitan dengan berat badan ini. Pertama, ada orang yang mengalami kehilangan nafsu makan secara signifikan, sehingga efeknya adalah penurunan berat badan secara drastis. Kedua, ada orang yang mencoba melawan stress dengan cara melampiaskan keinginan untuk makan sebanyak-banyaknya, sehingga efeknya adalah kenaikan berat badan. Pola makan yang tidak teratur dan perhatian terhadap konsumsi makanan sehat berkurang juga akan menyebabkan stress.

Bagi seseorang akan mengalami semua hal atau beberapa gejala stress di atas. Karena hal yang paling baik dilakukan adalah meresponnya dengan mengatasi stress sedini mungkin, sebab stress murapakan biang keladinya. Hal dimikian, tidak akan terjadi penyakit-penyakit yang berkepanjangan dan dapat menimbulkan penyakit yang jauh lebih buruk pengaruhnya terhadap kesehatan.

Dengan cara mengembangkan gaya hidup sehat, akan sering terlibat diri dalam berbagai kegiatan yang menyenangkan, meditasi, latihan pernafasan, saling berbagi kasih dan cinta, dan olahraga adalah beberapa dari sekian banyak solusi untuk menghadapi stress. dengan cara kita menjada kesehatan, pola makan yang baik maka kita akan jauh dari kata stres.


Tentang Penulis

Herman Beni. Lahir di Tasikmalaya, 30 April 1978.  Sosok yang humoris dan taat pada prinsip hidup, Penulis adalah Dosen Tetap di  Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Beliau juga termasuk dalam salah satu di balik berdirinya Paguyuban Mahasiswa Periangan Timur (PMPT).

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.