Take a fresh look at your lifestyle.

3 Fakta hubungan baik Nabi Muhammad dengan Non-Muslim

0 186

Intoleransi terhadap perbedaan agama terkadang sulit dikendalikan. Beberapa orang Kristiani anti terhadap Islam, begitupun sebaliknya. Sehingga perpecahan tidak dapat terhindarkan. Contohnya ialah pengrusakan sejumlah gereja di Aceh Singkil oleh sekelompok massa intoleran.Tentu saja faktor-faktor tersebut tidak hanya karena intoleran semata.

Ada banyak factor yang melatarbelakangi kejadian tersebut. Mulai dari regulasi yang diskriminatif, pemerintah yang kurang perhatian terhadap isu keberagaman, sebagain masyarakat Muslim yang alergi kepada umat Kristen dan lain sebagainya.

Jika kita melihat sejarah Nabi, sesungguhnya hubungan Islam dan Kristen tidaklah seburuk yang terbayang yang marak di kalangan masyarkat. Disebutkan dalam buku-buku sirah hubungan Nabi Muhammad dan uamt Islam dengan komunitas Kristen.

Berikut adalah potret hubungan Nabi Muhammad dan umat Islam awal dengan komunitas Kristen yang ditulis oleh Martin Lings dalam bukunya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik (Serambi, 2013)

3 Kisah Nabi dengan Penganut Agama Lain


  1. Selain menggembala, Muhammad kecil sering diajak pamannya, Abu Thalib pergi bersama rombongan saudagar. Muhammad diajak pamannya pergi ke Suriah untuk berniaga. Di Bostra, tempat persinggahan saudagar Mekkah untuk istirahat berdiri sebuah biara yang dihuni oleh pendeta-pendeta Kristen. Di dalam biara itu, ada sejumlah manuskrip yang tetap terjaga. Salah satu manuskrip itu menyebut ramalan akan datangnya Nabi pada masyarakat Arab.

Ramalan tersebut menarik perhatian Bahira, seorang pendeta utama. Bahira meyakini bawa nabi yang dimaksud akan datang pada masa hidupnya. Karena itu, setiap rombongan yang singgah, Bahira selalu memperhatikannya. Pada rombongan Muhammad dan pamannya, Bahira melihat dengan jelas tanda-tanda kenabian.

Bahira mengundang rombongan tersebut masuk. Bahira memperhatikan satu-persatu anggota rombongan tersebut. Tetapi Bahira tidak melihat tanda kenabian. Bahira bertanya pada rombongan tersebut untuk memastikan tidak ada anggota yang tertinggal. Ternyata Muhammad tidak diajak masuk biara.

Bahira sendirilah yang menjemput Muhammad dan memeluknya. Bahira mengajaknya bergabung. Tak sedetikpun mata Bahira lepas dari Muhammad. Secara fisik yang digambarkan manuskrip tersebut cocok dengan wajah dan tubuh Muhammad.

Usai makan, Bahira menghampiri Muhammad dan menanyakan kehidupannya. Bahira juga meminta Muhammad untuk melepaskan jubahnya agar Bahira bisa melihat punggunggnya. Dan ternyata diantara punggunggnya Bahira melihat tanda-tanda kenabian seperti dalam manuskrip. Bahira menghampiri Abu Thalib dan menanyakan hubungannya dengan Muhammad. Abu Thalib menyebut bahwa Muhammad adalah anak saudaranya.

Bahira berkata “Bawalah anak saudaramu ini kembali dan lindungila dari kaum Yahudi. Demi Tuhan, kalau mereka melihatnya, niscaya mereka akan berbuat jahat terhadapnya. Anak saudaramu ini kelak akan menjadi orang besar”

  1. Ketika muda, Muhammad menjadi ketua rombongan dagang milik perempuan Mekkah yang di hormati umat Islam se-dunia. Perempuan tersebut ialah Khadijah binti Khuwaylid. Ditemani budak kepercayaan Khadijah, Maysarah, Muhammad muda ditugaskan menjual barang dagangan Khadijah kea rah utara..

Di Bostura, Muhammad bertemu kembali dengan pendeta Kristen. Namun pendeta yang ia temui bukanlah Bahira, melainkan Nestor. Bahira sudah meninggal saat itu. “Dia tak lain adalah seorang Nabi” ucap Nestor kepada Maysarah.

Maysarah menceritakan pengalaman tersebut kepada majikannya. Dari cerita Maysarah dan kecakapan Muhannad dalam berdagang banyak menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Membuat Khadijah kagum.

Khadijah menceritakan informasi yang ia dapatkan kepada Waraqah, seorang Kristen yang memilij kehidupan asketis. “Jika ini benar, maka Muhammad adalah Nabi dari kaum kita. Telah lama aku tahu bahwa seorang Nabi akan diutus dan saatnya kini telah tiba” Waraqah kepada Khadijah.

  1. Pulang dari Gua Hira, Muammad kembali ke rumah dengan keadaan tubuh gemetar dan dicekam ketakutan. Sesampainya di rumah, ia meminta istrinya untuk menyelimutinya. Kadijah cemas, namun tidak berani untuk bertanya. Setelah tenang Muhammad menceritakan yang terjadi, bahwa ia telah di datangi Jibril, menyampaikan wahyu Tuhan padanya.. Kadijah menceritakan peristiwa terseut kepada Waraqah.

“Quddus! Quddus!, Demi Tuhan yang menguasai jiwaku, yang mendatangi Muhammad adalah Namus terbesar, yang dulu mendatangi Musa. Sungguh Muhammad adalah Nabi bagi kaumnya. Yakinkanlah dia”. Namus dalam bahasa Yunani adalah hukum Tuhan atau ruh. Namun dalam konteks ini ialah malaikat pembawa wahyu.

Ketika tawaf, Muhammad melihat Waraqah duduk diantara orang-orang dekat Ka’bah. Selesai tawaf, Muhammad menghampirinya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Waraqah kemudian memeperingatkan Muhammad.

“Engkau akan didustakan orang, diperlakukan dengan buruk, mengusirmu bahkan berperang melawanmu. Seandainya aku masih hidup, Allah tahu pasti aku menjadi salah satu pembela keenaran agama-Nya”. Waraqah lalu memeluj dan mencium ubun-ubun Muhammad.

Kisah Inspiratif

Ini adalah sebagian kisah perjalanan Nabi. Beliau tidak membedakan dirinya dengan yang lain. Meskipun beliau beragama Muslim, mempunyai mujizat dan kelebihan yang diberikan Allah, beliau tetap rendah hati dan tidak menyombongkan diri terhadapa sesama muslim ataupun non muslim. Meskipun umat non-muslim mendustakan Nabi, tetapi beliau tidak pernah membalasanya dengan kejahatan lagi. Masih banyak kisah-kisah Nabi yang bisa kita ambil hikmahnya. Perbedaan agama tidak untuk dijadikan sebuah permusuhan. Jadikan sikap toleransi menjadi benteng perdamaian antar umat beragama. Wallahua’lam..

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar