Inspirasi Tanpa Batas

4 Faktor Yang Dapat Mempengaruhi Keberhasilan Proses Pembelajaran

0 3.060

FAKTOR Yang Dapat Mempengaruhi Keberhasilan Proses Pembelajaran: Masyarakat dapat diartikan sebagai bentuk kehidupan sosial dan merupakan perluasan dari keluarga. Masyarakat mempunyai bentuk dan sruktur berdasarkan tata nilai dan budaya tersendiri. Ia dapat dipahami sebagai pendidikan lapisan ketiga setelah pendidikan sekolah. Karena untuk memasuki lingkungan pendidikan ketiga, diperlukan keahlian, kecakapan dan keterampilan tertentu.

Keterbatasan waktu pendidikan dalam lembaga pendidikan telah memberikan ruang gerak yang luas bagi peserta didik untuk begaul dengan lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Keluarga dan masyarakatlah yang akan lebih dominan untuk mempengaruhi perkembangan peserta didik. Ini juga sebagai penentu proses pendidikan bisa berhasil atau tidaknya. Kita dapat melihat 4 faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran.

Peserta didik

Tingkat inteligensi (kecerdasan) setiap siswa berbeda- beda. Perkembangan siswa sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Usia mereka membutuhkan bimbingan yang ekstra supaya tidak keluar dari jalur pendidikan yang ada. Jenjang pendidikan sekolah telah menuntun mereka kearah yang benar dalam pendidikan. Hal ini disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kemampuan siswa. Kita tidak memaksakan diri untuk mentransformasi ilmu pengetahuan kepada siswa yang belum masanya.

Tapi banyak orang tua memaksakan anaknya untuk memasuki Sekolah Dasar lebih cepat dengan alasan supaya mereka selesai mengenyam pendidikan pada usia muda. Tanpa memperhatikan kemampuan dan perkembangan anaknya. Hal ini kiranya merupakan pemerkosaan anak. Anak masih dalam masa bermain, namun mereka dipaksa untuk mulai belajar tentang ilmu- ilmu yang belum saatnya mereka terima.

Seharusnya, mereka sadar bahwa usia dini merupakan usia bermain. Walaupun ingin menanam ilmu pengetahuan, seharusnya dengan media yang berbeda. Semisal dengan permainan- permainan yang bersifat edukatif sehingga anak tidak merasa dibebani untuk menerimanya.

Lembaga Pendidikan (Sekolah)

Lembaga pendidikan adalah wahana dimana peserta didik mendapatkan pelayanan, pelajaran, bimbingan serta arahan. Kita bagi menjadi tiga jenis pendidikan;

a). Pendidikan formal. Yaitu lembaga pendidikan yang didirikan oleh pemerintah ataupun swasta yang berjenjang berupa tingkatan seperti; PAUD (Pendidikan Usia Dini), TK (Taman Kanak-kanak), SD (Sekolah Dasar)/MI (Madrasah Ibtidaiyah), SMP (Sekolah Menengah Pertama)/ MTs (Madrasah Tsanawiyah), SMA (Sekolah Menengah Atas)/ MA (Madrasah Aliyah) dan Universitas.

b). Pendidikan non-formal adalah lembaga- lembaga keterampilan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta yang mengarah kepada keterampilan praktis. Misalnya, lembaga kursus, bimbingan belajar, balai latihan keja dan lain- lain.

c). Pendidikan in-formal adalah pendidkan yang dilakukan di dalam keluarga.

Sekolah Sebagai Rumah Kedua

Lembaga ini yang memberikan suntikan segar keilmuan yang bisa membangkitkan kehausan peserta didik untuk terus mencari dan menggali potensi diri. Tidak hanya sebatas mentransformasi ilmu saja, tapi bimbingan dalam hidup serta perkebangan jiwa peserta didikpun dilakukan. Perhatian yang lebih terhadap perkembangan menjadikan sebuah kenyamanan bagi peserta didik, merasa diperhatikan. Mereka akan merasa bahwa lembaga pendidikan adalah rumah kedua yang bisa melindungi dan mengarahkan mereka.

Tak jarang, mereka merasa kerasan ketika berada dilingkungan sekolah karena dapat berbagi dengan teman bahkan dapat mengadu permasalahnya dengan para pendidik/ guru. Kenyamanan dapat mereka temukan ketika lingkungan sekolah dan fasilitas penunjang lainnya bisa memberikan pelayanan maksimal terhadap mereka. Dan ada sebagian kecil dari yang merasa bosan untuk tinggal lama- lama di sekolah. Mereka lebih cenderung ingin mencari dunia mereka di luar, yang paling mengecewakan mereka mencari kesempatan untuk keluar di dalam jam pembelajaran di sekolah.

Pendidikan sekolah tergolong organisasi sosial. Obyek kegiatan belajar yang diatur secara terjadwal, sistematis, dan berjenjang menurut aturan yang ditetapkan. Lembaga pendidikan bersifat formal yang berkewajiban mendidik seluruh anggota masyarakat dalam suatu sistem kehidupan sosial kenegaraan. Pendidikan ini kedudukanya berada setelah pendidikan keluarga.

Sekolah, seharusnya memberikan berbagai kegiatan yang dapat memberikan kenyamanan terhadap mereka. Misalnya dengan menyelenggarakan kegiatan ektrakurikuler sebagai penyaluran minat dan bakat mereka. Dan  menyediakan fasilitas- fasilitas lain yang menunjang.

Tingkat kebosanan siswa di sekolah sekarang- sekarang ini cukup meningkat. Mereka lebih cenderung untuk bolos sekolah atau mencarai- cari alasan lain untuk tidak berangkat ke sekolah. Fenomena ini muncul dibarengi dengan maraknya perkembangan teknologi. Mereka lebih cenderung mengisi waktunya di depan komputer dengan game on-line. Ditempat rental band atau nongkrong di mall- mall terdekat. Seharusnya sekolah memberikan proteksi terhadap siswa terlebih dalam jam- jam pembelajaran.

Keluarga

Telah menjadi pengatahuan umum bahwa keluarga adalah tempat dimana proses pendidikan berlangsung. Keluargalah yang menjadi lingkungan pendidikan lapis pertama. Di dalam kehidupan keluarga, anak mendapat bimbingan dan perawatan yang akan membentuk perwatakan dan kepribadian anak, untuk menjadi dirinya sendiri.

Faktor kuluarga juga sangat mendukung dalam kelangsungan pendidikan. Terlebih lagi siswa membutuhkan motivasi dan sokongan biaya dalam proses pendidikan. Banyak permasalahan muncul dari siswa diakibatkan permasalahan intern keluarganya.

Peran keluarga sangatlah penting untuk meningkatkan gairah siswa dalam menuntut ilmu. Sikap yang demokratis, terbuka dan inklusif dari keluarga sangatlah diperlukan. Siswa butuh bimbingan, arahan dan pengakuan dalam anggota keluarga. Mereka ingin diakui statusnya dalam keluarga sebagai anggota keluarga yang terpelajar. Sikap yang terbuka dari pihak keluarga diperlukan. Hal demikian agar siswa bisa berbagi kendala- kendala yang mereka hadapi dalam belajar. Bahkan bisa memberikan solusi dari permasalahan- permasalahan yang ada dalam proses pembelajaran di sekolah.

Lingkungan  atau Masyarakat

Lingkungan yang dimaksud adalah tempat dimana mereka bisa bergaul. Bisa berbagi dan mengaktualisasikan diri. Lingkungan dimaksud dapat berupa lingkungan sekolah dimana siswa dapat berinteraksi dengan teman dalam satu lembaga pendidikan; Lingkungan Keluarga, dimana siswa menghabiskan waktu untuk bercengkrama dengan orangtua dan sanak saudaranya; Lingkungan masyarakat, dimana siswa dapat bergaul di luar sekolah dimana ia tinggal di sebuah komunitas masyarakat.

Lingkungan pergaulan inilah yang bisa mempengaruhi proses pendidikan. Baik dan buruknya pendidikan dipengaruhi juga oleh teman mereka bergaul. Bisa timbul motivasi tersendiri akibat dorongan teman bermain.

Dengan demikian, peran serta masyarakat dalam pendidikan sangat dibutuhkan. Hal ini untuk menyempurnakan peran yang sudah ada dengan lebih terarah dan terencana dengan baik. Sehingga, kepedulian masyarakat terhadap pendidikan akan sangat tinggi. Hal ini dapat dibuktikan dengan aktif berperan serta sesuai dengan tata laksana yang benar. Pendidikan tanpa dukungan dan keikutsertaan masyarakat dalam mensukseskannya akan menyebabkan malproduct dan hanya mengejar status bukan keahlian dan mengantisipasi kebutuhan masyarakat. Ada peran-peran yang dapat diambil oleh masyarakat dalam menuangkan ide atau keinginannya. ***Wawan Ahmad Ridwan

Komentar
Memuat...