4 Hal yang Mendasari Entrepreneurship

0 56

Dibutuhkan setidaknya sekitar 2 persen entrepreneur dari jumlah penduduk dalam satu negara untuk mendukung optimalnya pertumbuhan ekonomi. Meski dalam ration jumlah penduduk, Indonesia menempati posisi keempat terpadat di dunia setelah Negara China, India dan Amerika Serikat, namun jumlah entrepreneur-nya masih terbilang berada di bawah 2 persen.

Data sementara dari BPS di tahun 2010 menyebutkan, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan sudah mencapai 238 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, menurut perhitungan Kementerian Koperasi dan pihak UKM, hanya 0,24 persen saja yang menjadi entrepreneur atau yang berwirausaha. Angka itu tentunya masih sangatlah rendah dibandingkan negara-negara tetangga seperti Singapura yang saat ini mencapai 7 persen serta Malaysia yang menembus angka di 5 persen. Prosentase entrepreneur di tanah air yang masih sangat rendah itulah yang pada akhirnya menjadi salah satu penyebab laju pertumbuhan ekonomi melambat.

Rendahnya jumlah entrepreneur di Indonesia bisa juga dikarenakan banyaknya faktor dan satu diantaranya adalah belum tertanamnya jiwa sang entrepreneur sejak dini. Pengenalan dunia entrepreneurship seharusnya sudah menjadi kurikulum pendidikan yang penting. Profesi entrepreneur dengan segala macam seluk beluknya ada baiknya sudah mesti diperkenalkan dari bangku sekolah dasar, sehingga ketrampilan serta wawasan akan dunia entrepreneurship di benak dan pemikiran para generasi penerus bangsa itu pun mulai terasah sedari dini.

Dilansir dari blog Teaching Kids Business, mengajarkan sisi entrepreneurship kepada generasi bangsa sebenarnya sangatlah mudah. Kita dapat memulainya dengan memperkenalkan 4 hal dasar yang berhubungan erat dengan segi entrepreneurship. Keempat hal yang dimaksud tersebut adalah ide, impian, visi dan konsep.

Ide

Dalam dunia entrepreneurship, ide dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang harus dipikirkan, diketahui atau diimaginasi-kan. Ide tersebut dapat berupa rencana, skema, proyek atau niat. Modal dasar seorang entrepreneur adalah ide dan sebaiknya pemikiran mengenai ide tersebut dikembangkan lagi menjadi sebuah pertanyaan untuk kemudian direalisasikan seperti “bagaimana sebaiknya ide tersebut diterapkan dengan cara terbaik atau juga dengan cara yang berbeda” dan sejumlah pertanyaan yang lainnya.

Impian

Dalam dunia entrepreneurship, impian dapat diartikan sebagai gambaran atau sebuah pemikiran. Impian ini dapat berupa harapan atau aspirasi. Seseorang dengan jiwa entrepreneur akan mulai bermimpi setelah mengumpulkan segudang ide di kepalanya. Mimpi tersebut tentunya berkaitan erat dengan harapan positif serta mengarah pada realisasi langkah yang akan menuju keberhasilan.

Visi

Dalam dunia entrepreneurship, visi dapat diartikan sebagai sesuatu untuk menanggapi faktor impian. Setelah seseorang menemukan ide dan kemudian berani untuk memimpikannya, dari situlah sebuah visi timbul. Seseorang berjiwa entrepreneur akan mampu melihat serta merangkai dengan jelas di dalam pemikirannya bagaimana ide serta impian dapat berubah menjadi serpihan-serpihan langkah yang sangat mendetail. Dan untuk menggapai hal itu, entrepreneur akan berjuang keras dengan mengoptimalkan segi kreativitasnya.

Konsep

Dalam dunia entrepreneur, konsep dapat diartikan sebagai gagasan abstrak atau kesimpulan sang ide. Disebut demikian karena konsep biasanya digunakan sebagai sebuah tahapan untuk menunjukkan bahwa seseorang telah memikirkannya dari awal namun dia belum dapat benar-benar merealisasikannya ke dunia nyata atau belum menemukan cara yang efektif untuk mewujudkan rencana tersebut. Bagi yang berjiwa entrepreneur, konsep tersebut pasti dapat diwujudkan dengan berbagai cara yang kreatif. (dhirga)

(pertumbuhan ekonomi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.