4 Kuadran Menjadi Entrepreneur Dari Robert Kiyosaki

0 246

Robert Kiyosaki memperkenalkan 4 kuadran untuk mengelompokkan tipe cara orang mendapatkan penghasilan. Empat kuadran tersebut secara gambling memperlihatkan derajat relasi timbal balik antara orang dengan uang. Susunannya tersebut berurutan yakni mulai dari yang paling tidak nyaman, yakni saat orang harus bekerja terus dan rutin untuk mendapatkan uang, sampai kuadran yang mendekati kesempurnaan hidup yakni saat dikatakan “uanglah yang bekerja” untuk diri kita ini.

Kuadran pertama ditempati para employee yakni pekerja yang mendapat upah, berikutnya ditempati self-employed yaitu para pekerja lepas, umumnya para professional semisal arsitek ataulah lawyer (ahli hukum). Kuadran ke 3 adalah tempat bagi para business owner, mereka yang mempekerjakan orang lain dan kemudian membayar upah.

Robert Kiyosaki

Kuadran ke 4 adalah tempat yang paling nyaman, yakni diisi para investor. Di kuadran ini orang melakukan investasi, saat uang telah bekerja untuk mereka. Pada kuadran terakhir, orang dikatakan mempunyai kebebasan finansial dan dapat memanfaatkan waktunya sesuai yang diinginkan.

Zona Nyaman

Perpindahan kuadran bukanlah sekuel evolusi yang berlaku otomatis dan mulus. Bagi kebanyakan orang yang telah terlalu lama bekerja sebagai karyawan dan terus berjuang meniti karir. Motivasinya kemudian berhenti ketika sudah merasa aman dengan posisi serta juga gaji yang rutin yang diterimanya setiap saat. Saat sudah berada dalam zona nyaman demikian itulah, umumnya orang terhenti dan tak berani mengambil tantangan berikutnya untuk menjadi wirausaha.

Dalam situasi demikian, sesungguhnya banyak juga orang yang ingin bermetamorfosa untuk menjadi wirausaha. Sebab ketika sampai di puncak karir banyak orang merasa tantangan hidupnya hilang dan hanya merasakan pekerjaan sebagai beban dan hanyalah sebuah rutinitas. Pada saat itu orang berfikir untuk menjadi wirausaha dan menikmati sisi kebebasan, terutama agar dapat melakukan hal-hal yang disukai.

Namun bagi orang yang sudah lama berkarir dalam sebuah perusahaan, menjadi wirausaha adalah suatu lompatan besar, sebab memasuki wilayah tak menentu yang penuh resiko. Ketika dihadapkan pada pilihan menjadi business owner atau wiraswasta, alasan yang paling umum yang menjadi penghambat adalah tak adanya modal yang mencukupi.

Komentar
Memuat...