Inspirasi Tanpa Batas

5 Faktor Kekalahan Timnas Indonesia U-19 Atas Malaysia

0 57

Konten Sponsor

Timnas Indonesia U-19 melakoni laga terakhir melawan timnas Malaysia U-19. Dalam lanjutan perhelatan babak kualifikasi piala Asia 2018 yang di gelar di Korea Selatan.

Berbeda dengan 3 pertandingan terakhir, anak asuh Indra Sjafri selalu bermain apik. Namun kali ini garuda muda menampilkan permainan yang kurang bagus.

Tetapi kekalahan ini tidak menutup Indonesia untuk tampil di piala Asia 2018 mendatang mengingat Indonesia ditunjuk AFC sebagai tuan rumah, Egi mv dkk harus menyerah 1-4 dari Malaysia U-19 di stadion Paju.

Indonesia harus tertinggal lebih dulu di menit ke-7. kiper garuda muda Gianluca Pagliuca Rossy melanggar Nik Akif Syahrian di kotak terlarang dan wasit memberi hadiah pinalti. Sebagai algojo, Muhammad Hadi Fayyadh mampu memaksimalkan tugasnya.

Muhammad akhyar Abdul Rasyid menggandakan keunggulan di menit ke-34, kiper Indonesia Gianluca Rossy kembali harus memungut bola dari gawangnya.

Pada menit ke-41 Hanis Saghara memperkecil kedudukan yang bertahan sampai turun minum.

Pada  babak kedua, Indonesia harus kembali kebobolan oleh Shivan Asokan menit ke-47 dan Muhamad Hadi menit ke-52. Hasil ini berakhir sampai peluit panjang dibunyikan.

Berikut beberapa penyebab kekalahan timnas Indonesia U-19

1. Egi Maulana di cadangkan

Pelatih Indonesia Indra Sjafri mencadangkan kapten timnas Indonesia Egi mv. padahal dalam 3 laga terakhir Egi selalu menjadi kreator serangan timnas indonesia.

Terbukti Egi mampu mencetak 4 gol selama 3 laga sebelumnya, Namun sangat disayangkan kali ini Egi di mainkan pada babak ke-2.

2. Individual

Berbeda dengan pertandingan sebelumnya, kali ini pemain Indonesia cenderung individualis. Kerjasama yang sering di pertontonkan anak asuh Indra Sjafri tersebut kali ini tidak terlihat ketika menjamu timnas muda Malaya.

3. Starting eleven

Indra Sjafri selalu melakukan rotasi setiap kali garuda nusantara bermain, meski kualitas pemain cukup rata tetapi hal ini dapat mengurangi kerjasama tim.

Hal ini lah menjadi salah satu faktor penguasaan timnas Indonesia berkurang.

4. Kerjasama tim

Kali ini garuda muda tidak mempertontonkan permainan yang menarik, para pemian cenderung individualis dan selalu mengandalkan umpan-umpan panjang.

Dengan begitu gaya tiki taka anak asuI Indra Sjafri tidak muncul dan memudahkan malaysia untuk menguasai permainan

5. Gol cepat

Gol cepat yang di cetak Muhammad Hadi Fayyadh menjadi faktor menurunnya mental pemain timnas Indonesia. Pasalnya, setelah mencetak gol para pemain harimau malaya semakin bernafsu menambah kolektifitas gol.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar