5 Film Yang Bikin Kamu Melek Investasi

0 297

Banyak cara untuk sadar akan investasi ataupun kepentingan menabung. Dapat melalui informasi yang kita terima, artikel mengenai keuangan yang kita baca, atau bahkan film yang ditonton. Bagi Anda para penggemar film-film luar negeri atau yang lemah pada minat bacanya, film-film berikut akan mengajarkan Anda untuk melek investasi dan menabung dengan cara yang menyenangkan.

Berikut film-film yang akan mengajarkan Anda melek investasi, dikutip dari Viva:

After The Fall

Film ini mengisahkan tentang mantan agen asuransi yang terlibat dalam situasi perampokan bersenjata, demi mencukupi kebutuhan hidupnya setelah dipecat oleh perusahaan asuransi tempatnya bekerja. Bill Scanlon yang diperankan oleh Wes Bentley, ia dipecat karena selalu menyetujui permintaan klaim kliennya.

Film ini mengajarkan kepada kita bahwa pekerjaan yang aman sekalipun, ternyata tidak menjamin adanya keamanan finansial jangka panjang. Oleh sebab itu, diperlukan kesiapan dana cadangan untuk masa-masa sekarang.

The Pursuit of Happyness

Film ini bercerita tentang seorang salesman, Chris Gadner, dengan anak semata wayangnya. Chris menginvestasikan seluruh tabungannya guna membeli scanner kepadatan tulang.

Namun alih alih mengharapkan keuntungan besar, malah yang didapatkan dari penjualan tersebut ternyata tidak sebesar dan seperti yang diharapkannya. Kebutuhan hidup Chris dan anaknya hari demi hari terus meningkat. Untuk memenuhi keperluan kebutuhannya tersebut, Chris akhirnya mengajukin diri magang di sebuah perusahaan sebagai broker. Perlahan namun pasti, kondisi keuangan Chris pun meningkat membaik serta dapat mencukupi kebutuhan hidupnya serta anaknya itu.

Film memoar atau autobiografi yang dibuat oleh investor, broker saham, motivator, penulis, dan filantropi Chris Gadner ini menjelaskan kenapa kita. Bahwa kita harus tetap memiliki cadangan dana sebagai bagian dari rencana keuangan. Seperti dikisahkan, Chris menghabiskan seluruh tabungannya untuk keperluan berinvestasi tanpa memiliki dana cadangan, yang akhirnya berimbas dalam pemenuhan kebutuhan jangka pendeknya.

Ketika investasi ini tidak menghasilkan seperti yang sebelumnya diperkirakannya, hasilnya, ia harus hidup menggelandang bersama anaknya. Kita juga akan diajarkan bagaimana cara untuk bangkit dari keterpurukan.

Fun With Dick and Jane

Sama seperti film The Pursuit of Happyness yang mengajarkan untuk pentingnya memiliki cadangan dana dalam jangka pendek seperti tabungan, film ini juga guna mengantisipasi kejadian yang tak terduga.

Film yang dibintangi Jim Carrey sebagai Dick Harper dan Tea Leoni sebagai Jane Harper, yang menceritakan tentang pasangan kelas menengah berubah menjadi sepasang perampok setelah kehilangan pekerjaannya akibat perusahaan tempat Dick bekerja bangkrut.

Film ini akan mengajarkan kita kalau betapa bahayanya hidup secara bermewah-mewah, tanpa adanya kepastian kondisi kesehatan finansial dan kesiapan kepentingan menabung.

Jerry Maquire

Jerry Maquire yang diperankan oleh Tom Cruise adalah seorang agen olahraga yang bekerja di sebuah manajemen olahraga. Ia dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja, karena menuliskan sebuah pernyataan tentang kecurangan di dunia bisnis olahraga.

Jerry pun mencoba peruntungan dengan berwiraswasta melalui kerja sama dengan Rod yang merupakan mantan klien yang berprofesi sebagai atlet dan Dorothy yang merupakan mantan koleganya.

Di tengah perjalanan bisnisnya, banyak kejadian tidak terduga yang mengancam karisma serta bisnis bersama yang baru dirintisnya. Di sisi lain hubungannya dengan Dorothy yang berawal dari kolega, justru berlanjut menjadi kisah asmara.

Walaupun akhirnya mereka menjadi teman baik, film ini mengajarkan agar tidak memanfaatkan hubungan perasaan untuk sekadar meningkatkan nilai investasi yang kita lakukan. Meskipun pada kenyataannya bisnis memang tidak pernah sepenuhnya sekadar “bisnis”.

Wall Street

Film ini bercerita tentang Bud (Charlie Sheen) yang bekerja sebagai broker saham junior di Jackson Steinem & Co yang mengidolakan Gekko (Michael Douglas) seorang legenda di Wall Street.

Ia berhasil meyakinkan Gekko untuk memberikan kepercayaan mengelola sebagian sahamnya kepada Bud, setelah berbagai cara dan pendekatan yang dilakukannya.

Singkat cerita, Bud akhirnya mendapatkan keuntungan besar dari kerja samanya dalam menyediakan informasi dari dalam perusahaannya untuk Gekko. Bahkan, berkat Gekko pula ia berkenalan dengan seorang dekorator interior yang bernama Darien kekasihnya. Namun, keberuntungan yang dihasilkannya dari kemitraan dengan Gekko justru mendapat perhatian dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (Securities and Exchange Commision).

Film ini mengajarkan bahwa kekayaan sebenarnya perlu diraih dengan menabung secara terus-menerus, bukan dengan kecurangan yang dilakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan besar dalam jangka pendek. (dhirga)

(melek investasi) (kepentingan menabung)

Komentar
Memuat...