5 Gagasan Inspiratif KH Hasyim Muzadi

0 273

Siapa yang tak kenal dengan KH Ahmad Hasyim Muzadi Ketua Umum PBNU (1999-2010). Kyai Sepuh dari Pondok Pesantren al-Hikam, Malang ini menghabiskan selama 50 tahun.

Sejak usia 22 tahun untuk berkhidmah pada salah satu Ormas Islam terbesar di Indonesia Nahdlatul Ulama meninggalkan banyak kenangan dan jasa jasa khususnya dalam khazanah keilmuan.

Kyai Kharismatik ini Wafat pada hari Kamis, 16 Maret 2017 (16/7) sekitar pukul 06.15 setelah sebelumnya mengalami sakit akibat penyakit sesak nafas yang dideritanya.

Kyai Moderat kelahiran 8 Agustus 1944 ini menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden di era Joko Widodo dan sempat menjadi salah satu calon Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Megawati Soekarno Putri pada pemilihan umum Presiden Indonesia 2004.

Berikut ini adalah 5 Gagasan Inspiratif KH Hasyim Muzadi

1. Pancasila Sebagai Ideologi Negara

 

Sudah barangtentu pemikiran pemikiran beliau menjadi khazanah keilmuan dikalangan akademisi khususnya dikalangan Nahdlatul Ulama. Diantaranya adalah tentang pemikiran beliau tentang Pancasila yang memiliki kesamaan dengan piagam madinah yang merupakan dasar negara yang digunakan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu pemikiranya dikatakan bahwa:

Piagam Madinah tidak disebut sebagai daulah Islamiyyah, tapi disebut sebagai konsensus negeri madinah yang memungkinkan dan dia diberi ruang  siapapun untuk mengembangakan agama rasulullah SAW tanpa harus mematikan orang yang beragama yang lain, ini contoh yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sendiri, bukan oleh orang lain.

Dalam hal ini Negara Republik Indonesia dengan jumlah muslim terbesar di Dunia menganut ideologi Pancasila yang sejatinya sejalan dengan Piagam Madinah memberikan ruang gerak yang sebesar besarnya kepada non agama Islam untuk memeluk agama yang diyakininya tanpa ada paksaan untuk menganut salah satu ajaran agama Islam.

Dan inilah yang membuat negara di zaman Rasulullah menjadi maju dan makmur, sehingga dalam hal ini tidak perlu merubah dasar negara republik Indonesia yakni Pancasila menjadi Daulah Islamiyyah, karena sejatinya isi dari Pancasila menguak  isi dan ajaran Agam Ilam. Dan berikut adalah isi dari piagam madinah

  1. Kaum Yahudi bersama kaum muslimin wajib turut serta dalam peperangan.
  2. Kaum Yahudi dari Bani Auf diperlakukan sama kaum muslimin.
  3. Kaum Yahudi tetap dengan Agama Yahudi mereka, dan demikian pula dengan kaum muslimin.
  4. Semua kaum Yahudi dari semua suku dan kabilah di Madinah diberlakukan sama dengan kaum Yahudi Bani Auf.
  5. Kaum Yahudi dan muslimin harus saling tolong menolong dalam memerangi atau menhadapi musuh.
  6. Kaum Yahudi dan muslimin harus senantiasa saling berbuat kebajikan dan saling mengingatkan ketika terjadi penganiayaan atau kedhaliman.
  7. Kota Madinah dipertahankan bersama dari serangan pihak luar.
  8. Semua penduduk Madinah di jamin keselamatanya kecuali bagi yang berbuat jahat.

2. Dahulukan Kebutuhan Umat

 

Bicara persoalan umat tentu tidak pernah selesai dalam waktu yang sangat singkat, hal ini didasarkan pada kebutuhan masyarakat yang berbeda beda. Apalagi jika dikaitkan dengan populasi masyarakat Indonesia khususnya umat Islam yang lambat laun mengalami beberapa peningkatan dan penurunan yang signifikan.

Hal tersebut  tentu akan menjadi warna baru dalam menyikapi segala kebutuhan dan persoalan masyarakat Indonesia khususnya Umat.

Salah satu pesan KH Hasyim Muzadi yang sering disampaikan dalam kajian kajian beliau bahwa “ Orang yang memperjuangkan umat tidak akan kekurangan dan orang yang memperjuangkan diri sendiri belum tentu berlebihan” dalam kesempatan lain pun beliau pernah berkata “Orang yang tidak berbuat apapun untuk kemashlahatan umat, justru akan dililit oleh permasalahannya sendiri”

Jika dimakanai lebih dalam tentunya beliau sedang memberikan sebuah pesan kepada kita bahwa persoalan umat adalah persoalan yang harus diutamakan dan menjadi tolak ukur dalam kehidupan seseorang. Semakin banyak pengabdiannya untuk kebutuhan dan kemashlahatan umat maka akan semakin diberikan kemudahan pula dalam persolan pribadinya.

Namun sebaliknya jika kepedulian untuk kebutuhan dan kemashlahatan umat diabaikan tentu bersiap-siaplah dengan segala kebingungan dan permasalahan yang akan dihadapinya.

Dapat dibayangkan jika masyarakat Indonesia berfikir dan bertindak seperti yang beliau paparakan, nampaknya Indonesia sebagai negeri titisan syurga bukan sebatas cerita dan pepatah belaka. Terakhir sebagai renungan bersama, sudah sejauh mana hari ini kita bertindak dan mendahulukan persoalan umat. Mungkinkah keadaan Indonesia hari ini karena kurangnya hal tersebut??  Wallahu ‘alam

3. Persitiwa Badar di Monas

 

Siapa yang tak kenal dengan peristiwa 212 dipenghujung akhir tahun 2016 yang menjadi viral baik level Nasional maupun Internasional. Dapat dibayangkan jutaan orang dari berbagai daerah turun kejalan dan berkumpul di Monas untuk melakukan dzikir dan do’a bersama aksi super damai dengan tuntutan penegakan hukum.

Adalah Basuki Tjahaya Punama yang akrab disapa Ahok dengan kasusnya dugaan penistaan agama terhadap surat al-Maidah ayat 51 yang sampai hari ini belum kunjung usai.

Peristiwa tersebut menjadi bahan perbincangan semua orang dari berbagai kalangan. Tak terkecuali KH Hasyim Muzadi yang turut berpendapat dengan peristiwa tersebut, beliau sempat menyampaikan pendapatnya dalam salah satu pengajian di Malang “saya menduga 212 dihadiri kalangan malaikat, buktinya;

  1. Minta teduh diberi teduh
  2. Minta hujan diberi hujan
  3. Tujuh juta lebih kumpul dan bubar tanpa musibah
  4. Jam 4 sore Monas dan sekitarnya kembali bersih seperti semula.

Persitiwa Badar Q.S al-Anfal:9 terjadi lagi di Monas”

Jika ditelisik lebih dalam peristiwa 212 memang sangat diluar dugaan kebanyakan orang. Siapa yang dapat mengira, peristiwa tersebut dapat menghadirkan jutaan umat Islam tanpa adanya intruksi khusus dari pihak tertentu, begitupun pada saat saat pelaksanaan suasana yang dibangun adalah perdamaian dan persaudaraan umat Islam apalagi jika dikaitkan dengan akomodasi dan kebutuhan konsumsi yang terus mengalir tanpa adanya perhitungan.

Begitupun pasca kegiatan tersebut memberikan banyak kesan positif pada semua pihak sehinga Islam sebagai saudara sesama muslim sangat terasa oleh berbagai orang yang hadir pada persitiwa 212 tersebut

4. Generasi Ulul Albab

 

Dalam al-Qur’an Allah beberapa kali menyeru dengan menggunakan kalimat Ulul Albab. Berbgai litelatur banyak memberikan makna kalimat tersebut. Tak terkecuali KH. Hasyim Muzadi menurutnya Ulul Albab adalah golongan yang menggunakan akal dengan sempurna untuk mengkaji sehingga mampu meletakan segala segala perkara pada prespektif yang betul.

Mereka mementingkan dzikir dan fikir, mereka suka mengkaji fenomena fenomena yang berkaitan dengan kejadian alam, mereka mengingati Allah sambil berdiri ataupun berbaring. Jika yang kosong adalah akal, maka isilah dengan ilmu. Jika yang kosong ialah hati, maka isilah dengan dzikir. Dzikir dan fikir akan membentuk ulul albab

Genenasi seperti inilah yang nantinya mampu menopang untuk segala kebutuhan bangsa dan negara. Karena kesimbangan yang dimiliknya akan mampu mendobrak segala persoalan dan dinamika yang terjadi di masyarakat karena dengan ilmu semua akan selesai dan dengan dzkir semua akan damai. Mereka lah generasi ulul albab yang diharapakan untuk percepatan bangsa dan negara

5. Generasi Kebenaran

Sudah menjadi rahasia umum terjadinya konflik, kejahatan dan kriminalitas yang tak pernah ada hentinya. Nampaknya ada system yang kurang tepat dalam mendesaign masyarakat negeri ini.

Dan tak sedikit kasus kriminal tersebut menimpa kepada orang orang yang berpengetahuan  dan berjenjang pendidikan lebih tinggi, baik terkena kasus pidana maupun perdata. Dan keunikan tersendiri yang digagas oleh KH. Hsyim Muzadi.

Beliau berpegangan dengan sebuah prinsip “menjadi orang pintar itu penting, tepai lebih penting menjadi orang benar” . Pesan tersebut memberikan otokritik bersama bahwa dalam menangapi persoalan negeri ini sejatinya yang dibutuhkan bukan hanya kepintaran saja, tetapi kebenaran pun harus menjadi tolak ukur dalam mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi oleh Allah SWT. (Mufti TM)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.