Home » Pendidikan » Agama » 5 Hal Penting Yang Harus Menjadi Landasan Dakwah Untuk Umat

Share This Post

Agama

5 Hal Penting Yang Harus Menjadi Landasan Dakwah Untuk Umat

LANDASAN Dakwah — Ketika manusia telah mampu menjalankan syariat Islam maka disitu dituntut untuk berdakwah bagi orang lain. dalam artikel sebelumnya penulis menyebut bahwa “Allah SWT telah berjanji, barang siapa yang menyuruh kepada yang ma’ruf (amal baik) dan mencegah yang munkar (larangan Allah) mereka akan mendapat keuntungan yang akan diberikan oleh Allah SWT kelah diakhirat nanti. Jangan sia-siakan janji Allah untuk senantiasa menyeru kepada kebaikan/dakwah. Manfaatkan waktu dan umurkita untuk berbuat baik dan berdawah, sungguh manusia yang rugi apabila masa hidupnya hanya diisi dengan hura-hura hanya menikmati kehidupan dunia tanpa memikirkan bekal kehidupan akhirat yang abadi”. (Baca:Konsepsi Dakwah Di Tengah Derasnya Arus Prularisme)Tapi tidak hanya sebatan berdakwah menyapaikan ayat-ayat Allah SWT, ada hal penting yang harus menjadi landasan dakwah untuk umat.

1. Ilmu yang Bermanfaat

Hadis dari Amirul Mukminin as berkata’ “Wahai manusia! Ketahuilah, kesempurnaan agama adalah menuntut ilmu dan mengamalkannya. Ketahuilah, sungguh mencari ilmu ilmu itu lebih wajib bagi kalian daripada mencari harta. Sesungguhnya harta itu sudah dibagi dan dijamin untuk kalian, dan Dzat yang maha adil sungguh telah membagikannya diantara kalian maka Dia pasti akan mencukupi kalian, sedangkan ilmu tersimpan pada ahlinya. Dan kalian telah diperintahkan untuk mencari ilmu dari ahlinya, maka berusahalah mencarinya.”

Ilmu adalah unsur yang penting dalam dakwah. Ilmu juga menjadi landasan utama ketika seseorang menyampaikan pesan kebenaran. Tanpa ilmu iman pun akan lemah. Seseorang yang bekerja apapun harus didasari ilmu. Kita lihat para petani yang menanam padi, ketika kita memperhatikan mereka mencangkul, mematangkan sawah, menanam, memupuk, mengairi serta memanennya, itu semua dengan ilmu mereka. Sekecil apapun pekerjaan dan karya orang pasti didasari dengan ilmu. Tanpa ilmu  mereka tidak dapat menghasilkan karya.

Dalam menggarap ladang dakwah dibutuhkan ilmu yang cukup, sehingga ladang itu tergarap dengan baik, maksimal dapat dipetikhasilnya sesuai dengan target dan tujuan awal. Seorang dai’ menyampaikan dakwahnya tetu didasari ilmu yang cukup, ilmu agama, ilmu keimana, ilmu kesabaran, ketabahan dalam menjalaninya. Tanpa ilmu seorang menyampaikan dakwah akan sia-sia, dan dicemoohkan umat. Seorang dai’ harus mengetahui objek sasaran dakwah sehingga dia akan mampu menyiapkan ilmunya dalam menyampaikan sesuai dengan karakter dan situasi objek dakwah.

2. Maksud dan Tujuan yang Lurus

Setiap gerak langkah manusia mempunyai tujuan, begitu juga Allah SWT menciptakan manusia mempunyai tujuan yaitu agar manusia menyembah-Nya bukan untuk kepentingan Allah SWT tapi kepentingan mahluk-Nya.

Jalan dakwah yang begitu berkelok-kelok penuh rintangan mempunyai tujuan yang telah terkonsep dalam visi serta misi dakwah tersebut. Berbagai aturan, cara, metode dakwah haruslah ditempuh untuk menghadang rintangan, jangan sampai gugur begitu saja, jatuh di jalan dakwah. Keikhlasan dalam menyampaikan dakwah juga sangat diperlukan. Dai’ jangan sampai mengeluh atau bahkan sudah mulai berpikir materi yang didapatkan dari dakwah tersebut.

Kalau dai sudah berfikir materi, maka nilai keikhlasan dan nilai ruhul jihad dalam dakwahnya akan terus terkikir oleh harapan materi imbalan dari dakwah tersebut. Ingat, kembalikan dan serahkan semuanya kepada Allah SWT. Dakwah yang didasari oleh keikhlasanlah yang akan lebih berhasil dan Allah SWT pun tidak akan tinggal diam membiarkan orang yang berjuang di jalan-Nya, pasti Allah akan memberikan penghidupan dan memberikan rizki yang tidak diduga-duga min haisu layahtasib.

Akan tetapi, pencampur-adukan antara aturan dan cara dakwah, antara substansi dan metode, antara visi dan teknik, telah menjerumuskan sebagian dai’ ke dalam kubangan hasil yang kurang tepat. Dampaknya pun sangat fatal, yaitu terjadinya pengubahan dan penyimpangan misi utama dakwah.

Bagaimana mengembalikan misi utama dakwah supaya tidak terlempar jauh dari tujuan awal. Dai’ dituntut istiqomah dalam menjalankan dakwahnya, tanpa berpikir tujuan lain. Kadang yang terjadi ketika dalam perjalanan dakwah mereka menemukan hal yang lebih menarik untuk dijadikan target/tujuan dakwah dan melupakan tujuan awal dari dakwahnya. Exsistensi dakwah harus tertanam, jangan sampai terpengaruh dengan hal lain yang lebih mudah, instan dan lebih menguntungkan dari sisi materi.

Rekomendasi untuk anda !!   Penyebab Rapuhnya Bangunan Kekuatan Dakwah Islam

Tujuan dakwah, juga akan terwujud bila dilakukan dalam kerangka metode yang jelas; metode yang memberikan batasan visi dan misi yang jelas serta dapat mencegah terjadinya kerancuan pemahaman, ketumpang tindihan antara tujuan dan sarana, ketidak teraturan langkah-langkah yang harus dilalui, dan terjadinya penyimpangan tujuan terpenting dakwah demi mengejar kepentingan parsial dan sesaat, atau mengejar hasil secepatnya dengan kekuatan sebelum waktunya, atau hanya sekedar menuruti hawa nafsu dalam masalah-masalah furu’iyah yang disebabkan oleh rendahnya wawasan dan pengetahuan serta ilmu dakwah.

3. Pemahaman yang Benar

Seorang dai’ adalah figur masyarakat. Tidak hanya ketika dia berada di atas podium, mimbar dakwah, tapi kehidupannya juga menjadi media dakwah bagi umat. Umat akan lebih melihat sisi kehidupan dan perilaku kesehararian dai’ ketimbang memperhatiakn apa yang yang disampaikannya. Banyak dai’ yang tidak pandai beretorika dan berorasi tetapi dengan rahmat Allah SWT mereka mampu menyampaikan risalah Allah SWT. Ini disebabkan oleh getaran jiwa, kharisma, pantulan wajah, kelembutan perasaan, penampilan yang simpatik yang didasari keimanan yang mendalam serta pemahaman keagamaan yang komprehensif. Dialah dai’ panutan umat yang akan senantiasa dikenang dan diikuti petuahnya.

Kepedulian kepada umat yang diterapkan dalam kehidupan telah menjadi inspirasi bagi umat untuk menjadi suritauladan yang patut diikuti. Banyak dai’-dai’ terkenal yang berdakwah melalui media khutbah, ceramah, baik secara langsung di depan umat atau melalui media elektronik dengan sejuta umat, tapi tak sedikit dari mereka terjungkal dihadapkan pada permasalahan hidup pribadinya. Penguasaan agama tidak sebatas memahaminya tapi harus bisa menjiwai dalam kehidupan. Keteguhan dalam memegang prinsip dakwah harus betul-betul. Karena tantangan dakwah bisa datang kapan saja, sikap yang antisipatif dan tindakan prepentif harus dimiliki seorang dai’ tatkala menghadapi kendala dalam berdakwah.

Memahami agama dengan kaffah, itulah yang diharapkan. Tetapi lebih dalam memahami agama maka harus berbanding lurus dengan mengmalkannya. Kadang kita tidak tahu seberapa dalamkah pemahaman kita terhadap agama, apakah hanya sebatas tahu dan percaya? Tentu tidak. Sekecil apapun agama yang kita pelajari seharusnyalah berusaha untuk diamalkan dan lebih jauh untuk disampaikan kepada orang lain. Inilah metode dakwah yang paling epektif, sedikit tapi mengena sasaran.

Banyak media yang mempermudah kita untuk mendalami agama, tidak hanya terpaku pada mendengarkan ceramah atau tausiah saja. Kemajuan teknologi menjadi sarana yang utama dalam mendapatkan ilmu agama.  Banyak buku-buku yang menyajikan ilmu agama atau media lain seperti penjelasan dalam bentuk video bahkan menggunakan media internet sebagai cara yang epektif dalam menyampaikannya.

  • Metode Dakwah Modern

Ada  metode dakwah dan cara-cara penyampaian pesan agama yang lebih modern yang tepat pada zaman sekarang, seperti; (1) membuat acara-acara informatif yang mengandalkan kekuatan audio visual; kaset, video, dan komputer, (2) membangun sekolah-sekolah, perpustakaan dan organisasi, (3) menerbitkan majalah-majalah dan surat kabar, (4) dan mendaya gunakan alat-alat dan temuan teknologi modern yang ada pada zaman ini, Dengan kemudahan itulah para dai’ dapat meningkatkan pengetahuannya. Dan bahkan dai’ dapat menyampaikan ilmunya melalui media internet, lebih jauh lagi umat dapat berinteraksi dan bertanya hal yang dihadapi dalam menjalani hidup.

Disini dai’ dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi sebagai media dakwah agama, kebutuhan umat tentang agama sangatlah jelas terlihat, umat juga membutuhkan keseimbangan (balancing) dalam hidup, ketika dihadapkan dengan perkembangan teknologi. Karena kemajuan teknologi bukan hanya berdampak positif terhadap kehidupan, tapi lebih jauh orang akan terperangkap dalam kehidupan modernitas yang sedikit-demi sedikit menjauh dari agama. Disanalah ladang dakwah kita untuk mengingatkan mereka supaya tidak terjerembab dalam kehidupan yang negatif.

4. Pengenalan yang Baik Terhadap Kondisi Objek Dan Sasaran Dakwah

Banyak orang berdakwah dengan semangat tinggi mereka menyeru manusia kepada kebenaran dan kebaikan, tapi banyak diantara mereka yang tidak mengetahui cara mengambil hati objek dakwah sehingga banyak kesempatan dakwah yang berharga terbuang begitu saja. Sebagaimana dikatakan oleh Abbas AS-Siisiy bahwa cara memikat hati objek dakwah dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti umur, pendidikan tradisi dan pola pikir)1. Faktor ini mempengaruhi tercapainya tujuan dakwah, dimana objek dakwah harus betul-betul diperhatikan jangan disepelekan. Karena objek yang jelas akan mempengaruhi proses dakwah serta tujuan dakwah.

Rekomendasi untuk anda !!   Pemakaian Qira’ah Syadz dalam Istinbath Hukum

Dalam proses dakwah banyak sekali hal yang perlu diperhatikan, penerapan metode dakwahpun harus disesuaikan dengan objek dakwah. Kadang perlu kelembutan, kesabaran atau bahkan dengan metode yang agak keras. Banyak objek dakwah yang tidak menerima begitu saja mereka lebih cenderung meminta secara logika atau realitas dalam kehidupan. Ada objek dakwah kaum intelek, masyarakat menengah ataupun masyarakat yang tidak mengenal agama sebelumnya. Ini membutuhkan strategi yang tidak mudah dalam menghadapinya. Kadang dai’ tidak tahu kondisi objektif dari objek dakwah sehingga dia merasa tidak berhasil dan meninggalkannya begitu saja. Atau bahkan menyampaikan dengan sedetail mungkin tapi tidak berhasil juga.

Sasaran dakwah haruslah jelas dan mempunyai target tersendiri. Jangan sampai keluar dari target yang telah direncanakan. Keteguhan, kesabaran sangat dibutuhkan dalam menjalaninya.

5. Ketegaran Dan Keberanian Dalam Membela Kebenaran.

Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (Q.S. Annisa: 104)

Permasalahan yang menghadang bagi bagi seseorang dalam menjalankan dakwah adalah permasalahan yang muncul dari dalam dirinya, padahal orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan bias memberikan sesuatu tersebut. Seorang dai harus memiliki dasar ilmu yang akan disampaikan. Tanpa bahan dan dasar yang jelas sulit kiranya tujuan dari dakwah itu bias tercapai.

Apabila seorang dai’ sudah mempunyai dasar ilmu dan strategi berdakwah maka harus memiliki ketegaran dan keberanian untuk menyampaikannya. Tantangan yang dihadapi dalam berdakwah bukan hal yang mudah dilewati, butuh ketabahan, kesabaran dan proses dalam menjalaninya. Tidak serta merta tujuan dakwah itu berhasil begitu saja. Keteguhan dalam ruhul jihad sangat dibutuhkan.

  • Tantangan dalam berdakwah

Tantangan dalam berdakwah kadang ditemukan dari sekeliling kita atau bahkan mungkin dari dai’ yang lain. Yaitu berupa perbedaan pandangan pemahaman tentang ibadah dan tariq Islam. Kadang para dai’ sibuk dengan perbedaan pemahaman dan prinsip yang tidak begitu penting. Mereka berjibaku mempertahankan prinsip  dengan mengajukan argument dalam mempertahankan pandangannya tanpa berpikir bagaimana meningkatkan kualitas keimanan dan pemahaman umat dalam mempelajari Agama.

Masih banyak tantangan lain yang membutuhkan ketegaran dalam menghadapinya. Di masa Rosulullah SAW berdakwah, beliau mendapatkan tantangan bukan hanya dari kaum kafirin atau golongan yang menentang, tapi tantangan juga datang dari dari saudara-saudaranya . beliau tetap tegar menghadapinya demi menjunjung kebenaran yang dating dari Allah SWT.

Penanaman keberanian dalam menyampaikan dakwah pun sangat  dibutuhkan karena dalam perjalanan dakwah penuh rintangan. Keteguhan hati dan kematangan dalam berfikir dibutuhkan dalam menjalankan dakwah. Perilaku dan keteladanan yang ikhlas akan berpengaruh besar terhadap objek dakwah dibandungkan dengan media tulis atau ceramah. Terlebih lagi seorang dai’ tersebut mukim disuatu tempat dakwah, maka segala gerak langkah dan tingkah laku menjadikan dia figure di masyarakat. Tapi lain halnya seorang dai’ datang kesuatu tempat kemudain menyampaikan pesan kebenaran dari Allah dan ia kembali pulang ketempat tinggalnya, dia hanya menyampaikan dan tidak member contoh secara langsung dalam kehidupan.

Banyak jalan dan cara untuk berdakwah. Ladang amal dan ladang jihad dalam berdakwah sangat luas. Ketegaran dan keberanian sangatlah perlu demi tercapai tujuan dakwah yang diharapkan. *** (Wawan Ahmad Ridwan)

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>