Inspirasi Tanpa Batas

5 Nama Waralaba Indonesia Ini Sukses Mendunia

0 393

Konten Sponsor

5 Nama Waralaba Indonesia Ini Sukses Mendunia – Dalam menjalankan bisnis, tentu semua orang menginginkan bisnis yang dijalankannya itu menjadi sukses. Tidak sedikit pembisnis mengalami kegagalan di tengah jalan atau bahkan bangkrut. Hal tersebut tak hanya berlaku untuk mereka yang menjalani bisnis secara pribadi saja, namun berlaku juga bagi mereka yang menjalani bisnis waralaba.

Walaupun tingkat kegagalan bisnis waralaba lebih rendah untuk dibandingkan dengan tingkat kegagalan dalam bisnis secara pribadi. Namun hal tersebut bukan menjadi patokan setiap orang yang akan menjalankan bisnis waralaba akan selalu menjadi orang yang terbilang sukses.

Apabila ada orang yang mengalami kegagalan dalam berbisnis waralaba, mungkin mereka bisa mencontoh orang lain yang sukses dalam menjalani bisnis ini, dan dapat dijadikan penyemangat agar bisnis yang dijalaninya bisa bangkit dan menjadi sukses dan berkembang. Saat ini tingkat daya beli masyarakat Indonesia bisa dikatakan lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu.

Hal ini diikuti dengan semakin tingginya tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Selain itu, pangsa pasar yang luas di Indonesia menjadikan persaingan antar para pelaku bisnis waralaba juga semakin ketat. Apalagi dengan adanya pasar bebas yang menuntut para pebisnis usaha tanah air tak hanya harus bersaing dengan para pelaku usaha dari dalam negeri. Namun juga harus bersaing dengan para pelaku usaha dari luar negeri.

Namun ditengah gempuran produk-produk luar negeri yang masuk ke Indonesia, tak sedikit juga produk Indonesia yang berhasil menembus pasar di luar negeri. Berikut adalah contoh beberapa perusahaan waralaba yang telah mendunia.

J.Co Donuts and Coffee

Siapa yang tak tahu tempat makan ini. Mungkin sebagian besar sering mendengar namanya, atau bahkan sudah sering mencicipi berbagai macam varian donat yang dihidangkan disana. J’Co Donut and Coffee merupakan sebuah tempat makan dimana makanan yang ditawarkan adalah donat. J’Co Donuts and Coffee ini pasti ada di kota-kota besar di Indonesia, baik itu di mall ataupun dibeberapa bandara.

Siapa yang menyangka kalau ternyata J’CO Donut and Coffee adalah perusahaan makanan yang berasal dari Indonesia. Perusahaan ini berdiri pada tahun 2005 dan sampai sekarang ini telah semakin maju dan sudah semakin banyak para pelanggannya.

Tapi ternyata J’Co Donuts and Coffee tak hanya bisa ditemukan di Indonesia saja, namun bisa juga ditemukan dibeberapa negara Asia yang lain, seperti Malaysia, Tiongkok, Filipina, bahkan Singapura. Selain menawarkan berbagai macam aneka donut, J’Co Donuts and Coffee juga menawarkan berbagai macam aneka jenis kopi arabika dari berbagai negara, baik itu dari Indonesia, Kolombia, Kosta Rika, Brazil, serta dari Guatemala.

Ayam bakar Mas Mono

Tempat makan ini sesuai dengan namanya menyajikan menu makanan berupa ayam bakar. Tempat makan ini didirikan Agus Pramono, seorang pria asal Madiun pada tahun 2000, dan didirikan di lahan kosong serta berkonsep dari warung kaki lima. Pada saat pertama kali didirikan, warung ayam bakar ini terletak di dekat Universitas Sahid di Jakarta. Dan pastinya konsumennya adalah dari kalangan mahasiswa.

Awal didirikannya tempat makan ayam bakar ini, Agus Pramono hanya dibantu oleh istrinya dan juga hanya menyediakan 5 ekor ayam yang dipotong-potong menjadi 20 bagian. Namun berkat usaha dan juga kegigihannya, saat ini Ayam Bakar Mas Mono sudah berhasil membuka 15 cabang waralaba seluruh Indonesia. Penghasilan per-harinya pun sudah terbilang besar, yaitu 8-10 juta setiap harinya.

Agus Pramono pun sukses melebarkan sayap bisnisnya sampai ke luar negeri. Walaupun masih dalam skala Asia namun ia ini telah sukses membuka cabangnya di Negara Malaysia. Berkat usahanya tersebut, ia memperoleh penghargaan Asia Pasifik Enterpreneur Award tahun 2010.

Es Teler 77

Siapa yang menyangka jika awal mula dari usaha es teler ini berawal dari kemenangan yang berhasil diraih oleh Ibu Murniati Widjaja. Ibu Murniati Widjaja berhasil memenangkan lomba membuat es teler yang diadakan di Jakarta tahun 1981. Setelah itu, beliau mempunyai ide untuk mendirikan sebuah warung tenda sederhana yang menjual es teler. Warung pertamanya pun didirikan di area teras sebuah pertokoan di Jakarta Pusat.

Warung es teler dengan nama Es Teler 77 ini boleh dikatakan adalah sebuah bisnis keluarga, karena pada awal mula dijalankan oleh Ibu Murniati Widjaja, suami, anak, serta sang menantunya. Sampai pada akhirnya pada tahun 1987, menantu dari Ibu Murniati Widjaja mempunyai ide untuk menerapkan sistem waralaba dari usaha Es Teler 77 tersebut.

Dan inilah usaha cepat saji dari Indonesia yang pertama kali menerapkan sistem waralaba. Semakin berjalannya waktu, Es Teler 77 berhasil melebarkan sayapnya sampai mempunyai 180 gerai yang tersebar diseluruh Indonesia. Selain di Indonesia, Es Teler 77 juga sudah menembus pasar internasional, seperti Malaysia, Singapura, dan bahkan Australia.

Bumbu desa

Sesuai dengan nama yang diusungnya, rumah makan ini menyajikan masakan dari khas Indonesia, atau lebih tepatnya masakan khas Sunda. Rumah makan ini didirikan pertama kali oleh Arief Wirawangsadita pada tahun 2004 dengan modal hanya 8 juta. Dan pada saat itu hanya berupa kedai makan sederhana.

Namun pada tahun 2011 penghasilan dari rumah makan ini telah mencapai 50 juta perbulannya. Hingga saat ini kurang lebih rumah makan Bumbu Desa sudah memiliki 50 cabang yang tersebar dibeberapa kota besar Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya rumah makan Bumbu Desa, tak heran jika akhirnya rumah makan Bumbu Desa dapat melebarkan sayapnya sampai ke Malaysia dan juga Singapura. Selain itu, dalam waktu dekat rencananya rumah makan Bumbu Desa juga akan membuka cabang di Negara Amerika, tepatnya di Vancouver, Canada.

Kebab Turki Baba Rafi

Kebab Turki Baba Rafi telah banyak ditemui dibeberapa tempat di kota-kota besar seluruh Indonesia. Pada awalnya, Kebab Turki Baba Rafi didirikan oleh Hendy Setiono pada tahun 2003 dengan modal awal hanya sebesar 4 juta. Dan pada tahun pertamanya, Hendy Setiono berhasil membuka cabang sebanyak 6 cabang. Ini juga termasuk prestasi yang terbilang bagus, karena pada tahun pertama membuka usaha sudah dapat membuka 6 cabang.

Masuk tahun kedua, Hendy memutuskan untuk menerapkan sistem waralaba pada usaha kebab turki miliknya. Pada tahun 2006 tercatat sebanyak 100 gerai Kebab Turki Baba Rafi tersebar di 16 kota besar seluruh Indonesia. Selain itu Kebab Turki Baba Rafi juga telah berhasil melebarkan sayapnya hingga mempunyai 42 gerai yang terletak di beberapa negara, diantaranya Malaysia, Thailand, Sri Lanka, Tiongkok dan bahkan Filipina.

Melihat dari semakin berkembangnya bisnis waralaba ini, tak ada salahnya jika Anda juga ikut terjun dalam dunia bisnis waralaba. Siapa tahu dengan tekad sekeras baja dan kemauan kuat yang Anda miliki tersebut, bisnis waralaba yang hendak digeluti bisa seperti beberapa bisnis waralaba di atas yang dapat melebarkan sayap bisnisnya sampai ke dunia internasional.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar