5 Tradisi Unik dalam Perayaan Tahun Baru Imlek

0 89

Tahun Baru Imlek tepat pada hari ini 16 Februari (2569 Kongzili/tahun anjing). Semua orang Tionghoa diseluruh dunia merayakannya dengan penuh suka cita.Ai??Perayaan tahun baru imlek dimulai di hari pertama bulan pertama di kalender Tionghoa dan berakhir dengan perayaan Cap Go Meh pada tanggal kelima belas dibualan yang sama (pada saat bulan purnama).

Malam tahun baru imlek identik dengan ucapan selamat dengan kalimat Gong Xi Fa Cai yang mempunyai artiAi?? “Selamat dan Semoga Banyak Rejeki”. Pada tahun baru imlek memiliki berbagai tradisi unik yang digelar oleh masyarak Tionghoa, apa saja itu?

1 Barongsai

Barongsai
Barongsai adalah sebuah tarian tradisional orang Tionghoa. Image by: bustle.com

Barongsai adalah sebuah tarian tradisional orang Tionghoa / orang cina (Baca: Perbedaan Orang Tionghoa dan Orang Cina) dengan menggunakan kostum yang menyerupai singa. Barongsai memiliki sejarah yang panjang. Dalam sejarah tionghoa barongsai sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ke tiga sebelum masehi.

Konon, tarian barongsai dilakukan untuk mengusir roh-roh jahat. Monster, hantu, roh-roh jahat seperti Nian (monster) yang suka memangsa orang tionghoa takut dengan suara keras. Makanya tarian barongsai selalu diiringi dengan suara alat musik yang keras.

2 Angpau /Ai??Angpao

Angpau /Ai??Angpao
Angpau adalah sebuah tradisi unik masyarakat tionghoa Membagi-bagikan amplop yang berwana merah dan berisi sejumlah uang. Image by: qzprod.files.wordpress.com

Angpau / Angpao adalah sebuah tradisi unik masyarakat tionghoa / orang cina saat perayaan tahun baru imlek. Mereka akan membagi-bagikan sebuah amplop merah yang berisi sejumlah uang sebagai hadiah dalam peraayan tahun baru imlek atau perayaan lainnya.

Dalam wikipedia Angpau melambangkan kegembiraan dan semangat yang akan membawa nasib baik. Warna merah angpau melambangkan ungkapan semoga beruntung dan mengusir energi negatif. Oleh sebab itu, angpau tidak diberikan sebagai ungkapan berbelasungkawa karena yang menerimanya akan menganggap si pemberi bersukacita atas musibah yang terjadi pada keluarga si penerima tersebut.

3 Kue Keranjang

Kue Keranjang
Kue Keranjang ini merupakan salah satu kue khas atau wajib disidangkan dalam perayaan tahun baru Imlek. Image by: TribunTravel.com

Kue Keranjang, Bagi sebagian orang Jawa Barat jika mencoba mencicipi kue ini mereka akan menganggap bahwa kue ini adalah Wajit. Dan bagi sebagian orang Jawa Tengah mereka akan menyebut nya ini adalah Jenang. Kenapa demikian karena bentuk dan bahan yang digunakan dalam pembuatan Kue ini hampir sama dengan pembuatan Wajit dan Jenang. Yaitu dibuat dari tepung ketan dan gula serta mempunyai tekstur kenyal dan lengket.

Bagi orang Tionghoa Kue keranjang Ai??disebut juga sebagai Nian Gao atau dalam dialek Hokkian Ti Kwe, yang mendapat nama dari wadah itu sendiri yaitu berbentuk keranjang. Kue keranjang adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula, serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket.

Kue Keranjang ini merupakan salah satu kue khas atau wajib disidangkan dalam perayaan tahun baru Imlek, walaupun tidak di sebagian negara perayaan ini tidak dilakukan. Kue keranjang ini mulai dipergunakan sebagai sesaji pada perhelatan upacara sembahyang leluhur, tujuh hari menjelang tahun baru Imlek yang dikenal sebgai Ji Si Sang Ang, dan pada puncaknya malam tahun baru Imlek.

Sebagai sesaji, kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah tahun baru Imlek).

Pada awalnya kue, ini ditujukan sebagai pemberian hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku (Cau Kun Kong) dengan bermaksud Dewa Tungku memberikan laporan yang menyenangkan kepada raja Surga (Giok Hong Siang Te).

Selain itu, Kue Keranjang ini bentuknya bulat yang mempunya makna supaya keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.

4 Lampion Merah

Lampion Merah
Lampion merah ini bukanlah sekedar hiasan Imlek semata. melainkan ada makna tersembunyi didalamnya. Image by: nordic-on.com

Perayaan tahun baru Imlek, tidak pernah terlepas dari salah satu atribut budaya yang berbentuk bulat dan berwarna merah menyala. Apalagi kalau bukan lampion. Bukan Imlek rasanya kalau tidak ada lampion-lampion yang bergelantungan.

Lampion merah ini bukanlah sekedar hiasan penghias Imlek semata. Lampion yang digantung di langit-langit atap dan atas jalan ai??i?? jalan itu dianggap dapat mengantarkan doa kepada penguasa langit. Biasanya Lampion imlek ini dipasang pada bulan satu dikalender Tionghoa.

Tepat di bawah lampion merah tersebut, terdapat selembar kertas yang menggantung di bawahnya. Isi dari kertas tersebut adalah kata-kata harapan yang diinginkan oleh masyarakat Tionghoa pada tahun tersebut.

5 Tahun Baru Imlek Identik dengan KostumAi?? Merah

Tahun Baru Imlek Identik dengan KostumAi?? Merah
Kostum Imlek identik dengan warna merah. Image by: venus-fashions.com

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Anda akan menemukan banyak barang yang berwarna warna merah. Selain warna merah menjadi warna favorit orang Tionghoa, menurut budayawan Tionghoa menuturkan “warna merah merupakan unsur dari “yang”. Warna merah yang juga warna panas, warna matahari, api diharapkan dapat memberikan suasana kebahagiaan.

Nah itulah Lima tradisi unik saat perayaan tahun baru imlek. Semoga bermanfaat selamat tahun baru Imlek Gong Xi Fa Cai.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.