Inspirasi Tanpa Batas

6 Faktor Penyebab Kekerasan Terhadap Muslim Rohingya di Myanmar

0 15.363

Konten Sponsor

Dengan segelumit masalah yang menimpa negara-negara islam di timur tengah, kita dibuat terhenyak dengan bantaian pemerintah Myanmar terhadap warga muslim di wilayahnya. Penindasan dan kekerasaan terhadap Muslim Rohingya terus terjadi hingga saat ini. Pemerintah Myanmar mengerahkan pasukannya ke Provinsi Rakhine yang menjadi tempat bermukim muslim ronghiya. Puluhan orang tewas saat pasukan pemerintah menyerbu kampung-kampung tersebut.

Konflik antara etnis Rohingya dan mayoritas penduduk Myanmar yang mayoritas beragama Budha seolah tak berkesudahan. Puluhan ribu warga Rohingya terlunta-lunta mengungsi ke negara lain, termasuk Indonesia ribuan lainya di tangkap dan tewas di tindas.  Apa sebenarnya yang terjadi? Pokok maslahnya seperti apa? Berikut beberapa penyebab kekerasan terhadap Muslim Rohingya oleh pemerintah Myanmar menurut Siegfried O Wolf saat diwawancarai oleh media Jerman Deutsche Welle (DW):

1. Faktor Ekonomi, Kemiskinan di Rakhine

Provinsi Rakhine dikenal sebagai wilayah yang kaya akan sumber daya alam. Tetapi hal itu menjadi timpang ketika pada kenyataannya tingkat kemiskinan di sana ternyata tinggi. Komunitas warga Rakhine merasa didiskriminasi secara budaya, juga tereksploitasi secara ekonomi dan disingkirkan secara politis oleh pemerintah pusat, yang didominasi etnis Burma. Ketidak puasaan itu, membuat mayoritas masyarakat rakhine secara resmi bersebrangan dengan partai yang berkuasa di myanmar.

2. Faktor Politik, Tudingan Mayoritas Penduduk Rakine Terhadap Etnis Rohingya

Dari permasalahan politik, warga Rakhine merasa jika kaum Rohingya telah mengkhianati mereka lantaran tidak memberikan suara bagi partai politik mayoritas penduduk setempat. “Jadi bisa dibilang, rasa tidak suka warga Buddha terhadap Rohingya bukan saja masalah agama, melainkan didorong masalah politis dan ekonomis,” kata Wolf.

3. Etnis Rohingya Tak Diakui Sebagai Warga Negara Myanmar, Dan Melaukan Pemberontakan

Di Myanmar, etnis  ronghiya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar. Mereka kesulitan memperoleh akses kesehatan, pendidikan dan perumahan yang layak. Perlawanan terhadap pemerintah yang dilakukan sekelompok etnis ronghiya, karena ketimpangan yang terjadi. inilah pemicu Kekerasan terus berlanjut hingga ke warga sipil ronghiya.

4. Krisis Rohingya di Myanmar Merambat ke Masalah Agama

Secara umum, Krisis Rohingya di Myanmar Adalah Masalah Agama.  dari awal pemicunya politis dan ekonomi, namun kini beralih ke masalah agama. Memang benar, dari sisi geografis, penduduk Rohingya adalah sekelompok penganut Muslim yang jumlahnya tidak kurang dari satu juta orang dan tinggal di negara bagian Rakhine.

Wilayah Rakhine sendiri notabene ditempati oleh masyarakat yang mayoritas memeluk agama Budha.”Jadi bisa dibilang, rasa tidak suka warga Buddha terhadap Rohingya bukan saja masalah ekonomi dan politik namun masalah agama juga. Hal ini diperburuk oleh sikap pemerintah Myanmar yang bukannya mendorong rekonsiliasi, tetapi malah mendukung kelompok fundamentalis Budha.

Dalam beberapa sumber berita di media, seorang tokoh biksu nasionalis Wirathu mengungkapkan alasan konflik agama yang terjadi di Myanmar. Alasannya adalah karena takut Myanmar akan seperti Negara Indonesia setelah agama Islam masuk pada abad ke-13 dan akhirnya berhasil menyebar dan menjadi agama mayoritas pada akhir abad ke-16 khususnya di pulau-pulau besar dan utama.

Lanjutnya, Muslim Myanmar dengan uang dan menjadi kaya akan menikahi perempuan Buddha Burma sehingga mereka akhirnya masuk Islam dan akhirnya menyebarkan agama tersebut. Akhirnya, tokoh tersebut ditahan dan dijatuhi hukuman 25 tahun penjara setelah divonis bersalah karena menyebarkan pamflet anti-Muslim dan akhirnya mendorong terjadinya kerusuhan konflik agama.

5. Etnis Rohingya Dianggap Pesaing dan Ancaman Warga Rakhine

Dalam konteks spesial ini, Rohingya dianggap warga Rakhine sebagai saingan tambahan dan ancaman bagi identitas mereka kelompok rakhine. Mayoritas warga Rakhine menilai Rohingya sebagai saingan baik dalam mencari pekerjaan maupun kesempatan untuk berwirausaha. Umat Budha di dunia sendiri mengutuk kekerasan yang dilakukan kelompok garis keras di Myanmar.

6. Ketidak Puasaan Terhadap Hukum yang Berlaku, Saling Balas Dengan Kekerasan

Titik awalnya pemicu bentrok selain faktor di atasa, terbunuhnya 1 gadis, yang beragama Budha oleh 3 pemuda yang beragama islam, kemudian di balas dengan tewasnya 10 pemuda beragama islam yang sedang berjiarah oleh 300 orang yang beragama budha.

Banyaknya informasi tentang penyebab kekerasan terhadap muslim rohingya yang beredar di media masa. Ini tidak dibarengin dengan keterbukaan pemerintah Myanmar. Seandainya ada kejelasan dan ketegasan dari pemerintah Myanmar, tentang isu-isu yang sensitif ini, mungkin kekerasaan terhadap warga etnis Rohingya akan berakhir. [aL]

Sumber Informasi :

Deutsche Welle (DW), Merdeka.com, Kompas.com

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar