Inspirasi Tanpa Batas

6 Kesalahan Ketika Membuat Adukan Semen

0 813

Konten Sponsor

6 Kesalahan Ketika Membuat Adukan Semen – Dalam membuat sebuah bangunan, ada pekerjaan penting yang berhubungan dengan adukan semen. Adukan semen adalah elemen bahan pokok dalam mendirikan bangunan. Dalam membuat adukan semen diperlukan berbagai bahan yaitu semen, pasir, dan batu koral (jika diperlukan). Semua bahan tersebut dicampur menjadi satu dan terciptalah adukan semen. Namun dalam membuat adukan semen tersebut ada caranya, tidak bisa dilakukan asal-asalan. Hindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi berikut ini.

Penyimpanan semen

Semen adalah bahan bangunan yang sangatlah mudah menyerap air (uap atau kelembaban). Semen sebaiknya tak disimpan di tempat yang lembab. Sedikit saja semen bersentuhan dengan udara lembab atau lingkungan berair, maka semen akan dapat menyerap kelembaban itu dan membuatnya jadi keras dan tak dapat digunakan. Salah satu cara untuk mencegah ini terjadi adalah dengan tak meletakkan karung semen di atas permukaan tanah/lantai secara langsung. Untuk menyimpan sak semen, sebaiknya diberi alas plastik, karton, atau bisa juga kayu.

Jenis semen yang tidak sesuai dengan peruntukan

Dalam membuat adukan semen, sebaiknya Anda perhatikan jenis semennya. Membuat adukan semen untuk bendungan tak bisa menggunakan semen untuk membangun rumah. Gunakanlah semen khusus untuk membuat saluran irigasi, dam, bendungan, serta bangunan tepi pantai. Semen semacam ini tahan terhadap unsur sulfat.

Pencampuran semen dan pasir tidak sempurna

Dalam membuat adukan semen, sebelum dengan dicampur air, campur semen dan pasirnya harus rata terlebih duhulu. Yang sering terjadi, tukang menambahkan air padahal campuran semen dan pasir belum rata. Padahal, semen dan pasir yang tidak tercampur rata membuat kualitas permukaan dinding jadi tidak sama.

Ada bagian yang kuat, dan ada bagian yang mudah rontok. Aduk semen dengan pasir hingga rata, dan jika telah rata buatlah lubang di tengah-tengahnya. Lubang tersebutlah yang nantinya akan diisi air. Air yang digunakan jangan terlalu banyak namun juga jangan terlalu sedikit karena akan mempengaruhi kualitas adukan semen.

Kualitas pasir tidak baik

Gunakanlah pasir yang kualitasnya baik. Jangan menggunakan pasir yang memiliki kandungan tanah, tanah liat, dan atau lumpur. Pasir semacam ini membuat campuran jadi boros semen dan juga daya rekatnya kurang. Gunakanlah pasir yang bersih dan bebas dari kandungan tanah dan lumpur, misalnya pasir dari gunung berapi atau bisa dari pantai yang sudah dicuci.

Perbandingan komposisi yang tidak tepat

Beda ruangan yang dibangun, beda pula jenis adukan semennya. Komposisi semen dan pasir untuk kamar mandi tak sama dengan komposisi plesteran dinding. Perbandingan semen dan pasir untuk plesteran dinding adalah 1:7–8, dan untuk kamar mandi 1:3–5. Untuk membuat campuran yang keras, perbandingan semen dan juga pasirnya adalah 4:2. Untuk membuat adukan semen untuk jalanan, komposisinya adalah 4 rolli pasir, 2 sak semen, dan satu rolli koral.

Pengerjaan yang tergesa-gesa

Tembok retak biasanya disebabkan karena kesalahan dalam membuat plesterannya. Dalam mengerjakan plesteran, dinding bata atau juga batako seharusnya dibasahi terlebih dahulu. Retak-retak ini muncul karena suhu panas dari batako mencari celah keluar. Jangan tergesa-gesa dalam mengerjakan bagian ini.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar