Inspirasi Tanpa Batas

6 Tips Entrepreneur Yang Harus Diterapkan Pada Anak

0 12

Di tengah gemerlap kesuksesan para entrepreneur dewasa, entrepreneur cilik juga tidak ingin ketinggalan momen untuk berkarya di dunia entrepreneurship. Kita sebut saja Connor Zamary, bocah berumur tujuh tahun dari Ohio, Amerika Serikat, yang sukses meraup pundi dollar dari perusahaan aplikasi iPhone miliknya dengan mengusung karya perdananya yaitu game yang ditujukan untuk anak-anak yang bertajuk Toaster Pop.

Kemudian ada juga Abhimantra, salah satu remaja tanah air kita yang telah berhasil menekuni dunia bisnis dengan menjadi reseller meski usianya yang baru menginjak 13 tahun. Kedua anak ini tau benar bagaimana cara untuk memanfaatkan waktu luang di sela-sela pekerjaan rumahnya dan juga tugas sekolahnya. Jadi pertanyaannya adalah, mampukah sang buah hati kita menjadi sang entrepreneur cilik dan menciptakan peluang usahanya sendiri? Bisa-bisa saja. Asalkan Anda sebagai orangtuanya membantu dan selalu memotivasinya.

Ada enam tips yang dapat Anda terapkan para orangtua untuk membantu anak-anak menjadi sang entrepreneur seperti yang dikutip dari USA Today – CNBC.com.

Beri kesempatan untuk bereksperimen

Menurut Norm Goldstein, CEO By Kids for Kids, sebuah agensi yang mendongrak potensi penciptaan dan inovasi oleh anak yang berbasis di Amerika Serikat, jika anak ingin menjadi entrepreneur maka tak cukup hanya mengajarkan mereka dengan melakukan kewajibannya seperti menghabiskan rutinitas makan malam, membersihkan kamar dan juga aktivitas lainnya. Anak juga sebaiknya diberi sesuatu yang lebih untuk dipikirkannya atau memberinya kesempatan untuk membuat suatu eksperimen. Misalkan membiarkan anak Anda berkutat dengan teknologi yakni dengan memberinya sepaket komputer atau mengenalkan mereka pada kehidupan alam dengan mengajarkannya berkebun.

Apapun hal tersebut, biarkan anak-anak Anda mencari tahu apa yang disukainya dan berbuat hal yang paling dikuasainya sepanjang hal tersebut positif. Beri dukungan selalu anak Anda agar mereka dapat lebih percaya diri. Dan temani mereka, pendeketan secara langsung saat memulai eksperimennya, jangan hanya mengawasinya dari jauh.

Memberi respon dengan serius

Selalu ingat untuk memberi respon Anda seserius mungkin atas segala ide-ide yang berasal dari anak Anda. Meski hal tersebut dapat terkesan aneh sekalipun, atau sekedar menanggapi segala permasalahan yang dihadapi oleh anak Anda.

Belajar dari pengalaman si Norm Goldstein yang menanggapi sebuah permasalahan putrinya, Cassidy, ketika batang krayonnya patah. Norm juga memilih turut mengajak Cassidy untuk memecahkan permasalahannya tersebut alih-alih langsung membelikannya krayon baru. Cara tersebut sukses mendorong Cassidy untuk selalu menciptakan sesuatu sebagai solusi dari berbagai permasalahannya.

Cassidy yang kala itu masih berusia 14 tahun berhasil membuat produk Crayon Holder, gagang untuk penyangga krayon yang patah, yang terbuat dari plastik untuk memangkas bunga mawar. Inovasi sederhana tersebut sukses membuat dirinya sebagai sang entrepreneur cilik dan meraup pendapatan dari penjualan produknya Crayon Holder di berbagai outlet Walmart.

Walau cara tersebut tidak akan selalu menghantarkan anak Anda sebagai sang miliuner, namun mampu mendorong mereka untuk bisa lebih kreatif.

Jangan terlalu besar dan terlalu kecil

Proses memotivasi serta menemani anak dalam membuat karya, sebaiknya janganlah tanggung-tanggung. Anak membutuhkan peranan Anda hingga ke tahap selanjutnya. Jadi, janganlah berhenti untuk memotivasi mereka hingga mereka meraih impian yang diinginkannya.

Dalam proses operasional, ada baiknya Anda sebagai orangtua tidak melangkah terlalu jauh. Meski peran orangtua dalam memotivasi harus setinggi mungkin namun ketika pelaksanaannya, biarkanlah si kecil dapat melakukannya sendiri. Walaupun demi kemandirian anak dalam mengambil segala keputusan bisnis, namun bukan berarti orangtua malah melepas tanggung jawabnya sama sekali. Jadi katakanlah ketika usaha si anak sudah berjalan, tetaplah mengontrolnya serta memberi wejangan yang sekira-kira bisa diperlukan tanpa harus terjun langsung membantu dalam pengelolaannya.

Pengalaman KK Gregory dapat dijadikan contoh. Inventor cilik yang menemukan Wristies, produk penghangat pergelangan tangan, menuturkan bahwa sang ibulah yang memang mempunyai pengaruh besar dalam bisnisnya namun ia membiarkan dirinya menjalankan usahanya sendiri. Ibunda Gregory juga menambahkan, “Sulit rasanya melihat sang buah hati, sedih karena kecewa dengan hasil uji coba eksperimennya. Namun saya membiarkannya agar ia dapat belajar dari kesalahannya dan dapat berusaha memperbaikinya.”

Jangan membuang waktu

Saat anak Anda sedang membagi ide briliannya, janganlah membuang waktu. Segeralah membantunya demi merealisasikannya. Bantu anak Anda dengan mengecek apakah idenya tersebut sudah pernah tercipta atau belum. Jika belum, ide tersebut dapat menjadi peluang usaha yang menguntungkan dan jika ide tersebut ternyata sudah direalisasikan, berilah pengertian kepada anak Anda untuk mengemasnya dengan cara lain yang unik agar memiliki ciri khas.

Untuk mempromosikan serta menjual produknya, bantulah si buah hati dalam hal pemasaran dengan memberinya pemahaman tentang beragam cara menjual seperti door-to-door, online atau juga menawarkannya kepada distributor.

Memasukkan anak ke komunitas entrepreneur muda

komunitas entrepreneur muda
komunitas entrepreneur muda

Saat ini juga banyak sekali organisasi sebagai wadah para entrepreneur muda. Anda bdapat mencari informasinya di internet atau juga di lembaga pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi dan kemudian masukkan anak Anda ke organisasi tersebut. Hal ini selain berguna untuk networking, juga akan berfungsi membentuk karakter entrepreneur dalam diri anak dan menanamkan sikap kepemimpinan yang penting dibutuhkan dalam entrepreneurship.

Dengan memasukkan anak ke organisasi entrepreneurship takkan membuat ia menjadi miliuner, namun setidaknya anak Anda memperoleh ilmu bisnis yang berharga.

Dedikasikan waktu untuk bisnis

Ketika terjun ke dalam dunia bisnis, waktu untuk bermain dengan teman-teman sebayanya praktis akan tentu berkurang. Anak Anda mungkin atau pasti akan mengeluhkan hal tersebut. Namun Anda harus bisa memberinya pengertian bahwa itulah yang disebut berdedikasi demi hasil yaitu keberhasilan. Dan Anda sebagai orangtua, Anda juga harus bisa melakukan hal yang sama sebab Anda bertanggung jawab mengawasi serta mengontrol apa yang dilakukan sang buah hati. (dhirga)

Komentar
Memuat...