Take a fresh look at your lifestyle.

6 Unsur Penting Penyusun Ekosistem Dalam Entrepreneurship

0 99

Pertanyaan mengenai bagaimana caranya menciptakan suatu ekosistem entrepreneurship yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan yang lebih banyak lagi untuk melahirkan entrepreneur baru di Indonesia dan dunia merupakan sebuah pertanyaan besar yang selalu membayangi para pelaku entrepreneurship di Tanah Air kita. Merupakan salah satu hal yang sering diminta dan dibutuhkan oleh para entrepreneur, terhadap mereka yang dianggap memiliki otoritas atau wewenang. Apakah suatu badan akselerator melakukan pekerjaaannya dengan baik untuk menciptakan berbagai peluang? Bagaimana bisa hubungan antara si angel investor dan para entrepreneur tingkatkan dan diperbaiki? Bisakah infrastruktur negara yang lebih baik akan meningkatkan kuantitas dan kualitas usaha rintisan yang telah ada? Bisakah diaspora (berpindah ke tempat lain) akan membantu?

Daniel Isenberg
Daniel Isenberg

Daniel Isenberg, pengajar Management Practice dari Babson Global dan juga pendiri Babson Entrepreneurship Ecosystem Project (BEEP) memberikan suatu gambaran lengkap mengenai macam unsur yang menyusun sebuah ekosistem yang kondusif untuk perkembangan entrepreneurship. Isenberg adalah praktisi entrepreneurship yang telah berpengalaman di seluruh dunia. Ia bekerja untuk meningkatkan entrepreneurship dipada sejumlah negara di dunia, program pilot dan menjadi penasihat pada pembuatan kebijakan entrepreneurship. Puerto Rico, Argentina, Colombia, Chile, Spanyol, Irlandia, Afrika Selatan, China, Bahrain hanya beberapa negara yang telah ia kunjungi. Isenberg juga aktif menulis untuk Majalah Forbes dan Harvard Business Review.

Menurut Daniel Isenberg, ada 6 unsur penyusun suatu ekosistem entrepreneurship yang ideal.

Kebijakan

Terdapat dua sub-elemen: pemerintah serta kepemimpinan. Pemerintah diperlukan karena dukungannya dengan pembangunan institusi, dukungan finansial, insentif framework terkait perundangan, badan riset, juga birokrasi yang lebih ramah entrepreneurship dan lain sebagainya. Sementara sub-elemen kepemimpinan berupa dukungan yang terus menerus, legitimasi sosial, strategi entrepreneurship, urgensi, krisis dan tantangan.

Keuangan

Dalam hal keuangan, berbagai yang lebih kecil yaitu pinjaman mikro, angel investor, teman dan keluarga yang memberikan pendanaan, venture capital dalam tahapan awal, dana venture capital, ekuitas pribadi, pasar modal umum, serta utang.

Budaya

Dalam unsur budaya kita dapat menemukan 2 sub-elemen utama yakni: norma masyarakat dan kisah sukses. Dalam norma masyarakat kita bisa temui suatu toleransi masyarakat terhadap kesalahan, kegagalan, dan risiko.

Dukungan

Dukungan terdiri dari 3 sub-elemen besar: infrastruktur, profesi pendukung dan institusi non-pemerintah. Infrastruktur mencakup telekomunikasi, transportasi, logistik, dan lain-lain. Profesi pendukung berupa hukum, akunting, bankir investasi dan sebagainya. Di sub-unsur institusi non-pemerintah terdapat peningkatan entrepreneurship dalam sektor nirlaba, kontes business plan, konferensi, asosiasi yang ramah entrepreneur.

SDM

Dalam hal SDM (Sumber Daya Manusia), bisa ditemukan 2 sub-elemen utama: tenaga kerja dan institusi pendidikan. Dibutuhkan tenaga kerja terlatih dan non-terlatih, para entrepreneur berpengalaman, dan keluarga-keluarga berpandangan ke depan. Dalam hal badan pendidikan, dibutuhkan pelatihan dan gelar profesi dan akademis khusus.

Pasar

Pelanggan pertama dan jejaring ialah dua unsur utama. Pelanggan utama bisa berupa mereka para early adopter, kanal distribusi, dan sebagainya. Sementara jejaring ialah korporasi multinasional, jejaring entrepreneur, dan lain-lain. (dhirga)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar