7 Jenis Digital Marketer Yang Ada di Dunia

0 20

Apa sih Digital Marketing? Adalah cara marketing untuk sebuah brand atau produk dengan menggunakan media digital. Yang termasuk Media Digital disini antara lain adalah : Television, Radio, Internet, Mobile, Social Media dan berbagai media digital lainnya. dimana berbagai teknik internet marketing termasuk dalam kategori Digital Marketing.

Menjadi digital marketer tak cukup hanya bermodalkan kecintaan akan dunia internet. Harus lebih dari itu, karakter digital marketer berkembang luas sesuai dengan karakteristik masing-masing orang saat menggunakan internet. Berikut adalah 7 tipe digital marketer yang ada di dunia internet masa kini:

Analist Data

Tipe digital marketer yang satu ini memiliki orientasi terhadap analisis data yang didapatkan dari hasil pengamatan. Si penganalisis data akan senang untuk melakukan kampanye atau promosi melalui email. Dan selalu memisahkan proses pemantauan website agar lebih mudah diamati dan dicari kesimpulannya. Semua analisis tentang bidang internet akan dilakukan secara mendetail dan rinci sesuai dengan riset yang dijalankan.

Pecinta Seni

Digital marketer yang dasarnya dalam seni akan cenderung lebih tertarik untuk memperoleh atau membagikan informasi berupa konten visual. Pandangan tipe digital marketer ini, melakukan sharing konten visual secara online adalah cara yang paling tepat dalam memperkenalkan atau memasarkan sesuatu.

Faktanya, 70 persen orang adalah tipe orang yang belajar melalui metode visual (visual learner) dan 53 persen konten Facebook yang di like orang lain adalah konten berupa posting visual. Jadi, tentu tidaklah salah kan kalau si pecinta seni menyukai segala hal yang sifatnya bersentuhan dengan visual.

Social Media Master

Namanya juga sang master, tentu saja digital marketer yang satu ini menggunakan hampir seluruh media sosial yang kini populer. Bahkan 85 persen media sosial yang digunakannya mampu mendatangkan tambahan penghasilan atau bahkan menjadi penghasilan utama Digital Marketer. Si social media master ini biasanya memfavoritkan dengan menggunakan Facebook sebagai salah satu sarana marketing yang powerful dan mampu mendukung beragam jenis konten yang akan di posting.

Beta Tester

Bila kebanyakan orang lebih suka menggunakan media sosial yang tengah populer dan sudah banyak digunakan oleh user lainnya, maka lain halnya dengan sang beta tester. Digital marketer yang satu ini lebih suka mencoba hal-hal baru yang sifatnya dalam uji coba atau beta. Semua hal yang berkaitan dengan uji coba beta akan terasa lebih menantang, unik dan patut untuk dieksplorasi lebih jauh. Sebelum berkembang menjadi sesuatu yang bahkan lebih besar lagi.

Sang Berisik

Digital marketer yang berisik dapat diartikan sebagai orang yang paling eksis di media sosial. Salah satu media sosial yang menjadi kegemaran sang berisik adalah Twitter. Tipe digital marketer ini juga gemar menggunakan hashtag dan berbagai simbol atau emoticon unik yang lainnya untuk menarik perhatian para pengguna media sosial.

Rupanya kebiasaan si berisik yang gemar menggunakan karakter simbol dan hashtag cukup efektif, karena faktanya rate penjualan dapat meningkat sebesar 15% dengan penggunaan simbol atau sebesar 4.8% dengan menggunakan hashtag yang tepat.

Digital Marketer Jadul (Jaman Dulu)

Si jadul yang juga dikenal dengan sebutan old school ini cenderung lebih suka menggunakan media sosial yang agak tertinggal dengan zaman seperti MySpace. Biasanya digital marketer yang jadul dan agak ketinggalan zaman berasal dari kalangan usia 50 tahun ke atas. Wajar saja jika hal ini terjadi, mengingat hanya ada 1 dari 4 para digital marketer yang berusia lebih dari 50 tahun.

Sekali pun kita berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki passion di bidang internet marketer usahakan untuk selalu update dengan perkembangan teknologi jaman agar tidak ketinggalan. Selain hal tersebut umumnya tipe yang satu ini juga lebih banyak memadukan dengan style marketing offline dalam usahanya.

Sarkastik Tajam

Digital marketer yang sarkastik (suka menilai dengan tajam) cenderung tidak menyukai penggunaan media sosial. Bahkan biasanya jenis ini lebih suka melakukan branding atau pemasaran dari blog pribadinya. Dengan demikian, si sarkastik merasa dapat mengendalikan proses marketing yang ia lakukan melalui medianya sendiri. (dhirga)

(Digital Marketing) (Media Digital)

Komentar
Memuat...