Take a fresh look at your lifestyle.

7 Presiden Indonesia yang Diakui dan 2 Presiden Indonesia yang Terlupakan Sejarah

0 3.288

Indonesia merupakan negara yang telah memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus oleh Soekarno. Dimana di masa yang akan datang, Ir Soekarno menjadi Presiden Indonesia yang pertama sampai tahun 1967.

Jika kita melukiskan sejarah Indonesia, pasti tidak akan pernah lepas dari lika liku perjalanan presiden selama masa jabatannya. Dimana satu sama lain mempunyai pengaruh yang berbeda beda. Dimulai dari presiden pertama sampai presiden sekarang. Sebagaimana yang telah di bicarakan. Singkatnya sebagai berikut :

1. Presiden Soekarno

Soekarno diajukan menjadi presiden, berdasarkan usulan PPKI. Tepat pada tanggal 18 Agustus 1945. Bersama Mohammad Hatta sebagai wakilnya.

Sebagai presiden, Soekarno dikenal sebagai pemimpin yang  karismatik. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pemimpin yang pantang menyerah, penuh semangat, Nasionalis, rela berkorban demi kesatuan dan persatuan Indonesia, anti kolonialisme, dan hal-hal baik lainnya.

2. Presiden Soeharto

Soeharto merupakan orang yang paling lama menjabat sebagai presiden Indonesia. Sekitar kurang lebih 31 tahun dengan 8 periode ia menjabat, dari tahun 1967-1998. Berasal dari parta Golkar (Golongan Karya).

  • Periode pertama dari tanggal 12 Maret 1967 sampai 27 Maret 1968. Periode kedua pada dari tanggal 27 Maret 1968 sampai 24 Maret 1973. Kedua Periode tersebut, Soeharto menjabat sebagai Presiden tanpa didampingi wakil.
  • Periode ketiga dari tanggal 24 Maret 1973 sampai 23 Maret 1978 bersama wakilnya yakni Hamengkubuwana IX.
  • Periode keempat dari tanggal 23 Maret 1978 sampai 11 Maret 1983 bersama wakilnya Adam Malik.
  • Periode kelima dari tanggal 11 Maret 1983 sampai 11 Maret 1988 bersama wakilnya Umar Qirahadikusumah.
  • Periode keenam dari tanggal 11 Maret 1988 sampai 11 Maret 1993 bersama wakilnya Soedharmono.
  • Periode ketujuh dari tanggal 11 Maret 1993 sampai 10 Maret 1998 bersama wakilnya Tri Sutrisno.
  • Periode ke delapan dari tanggal 10 Maret 1998 sampai 21 Mei 1998 bersama wakilnya Bj Habibie.

Semua wakil Soeharto tersebut berasal dari partai Gplkar kecuali Hamengkubuwana IX.

Selama masa jabatan Soeharto, Indonesia dipenuh dengan polemik-polemik yang tidak bisa terlupakan sampai saat ini. Hal itu terjadi karena kebijakan-kebijakannya yang sangat otoritatif, seperti ketika ia memberikan kedudukan di bidang politik bagi para ABRI.

Selain itu, pada masa Soeharto, demokrasi menjadi suatu hal yang sangat tabu. Semua ia lakukan atas nama demi keamanan negara Indonesia.

3. Presiden BJ Habibie

Bj Habibie menjadi Presiden bukan atas kehendak ia sendiri. Melainkan atas kehendak situasi yang mengaruskannya maju, disaat presiden Soeharto mundur. Dari tanggal 21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999.

Walaupun demikian, ia tetap menjalankan jabatannya dengan baik. Dibuktikan ketika ia  memberikan suatu kebijakan mengenai kebebasan pers sekaligus memberikan kehendak bebas bagi masyarakat terhadap demokrasi.

Gaya kepemimpinannya sangat terbuka dan mau mengambil resiko. Namun sayang, kadang ia juga mengambil tindakan yang cepat tanpa berfikir panjang, bisa dilihat ketika Timor timur berhasil memisahkan diri dari tubuh Indonesia.

4. Abdurahman Wahid

Abdurrahman Wahid yang terkenal dengan sebutan gusdur. Pada saat dewasa, ia mengikuti jejak ayahnya menjadi seorang kiyai. Berdasarkan hasil pemilu tahun 1999 MPR, ia terpilih menjadi Presiden pada tanggal 20 Oktober 1999 bersama Megawati Soekarno Putri sebagai wakilnya.

Ia dikenal sebagai pemimpin yang sangat toleran terhadap berbagai agama. Namun sayang, karena keterbatasan fisiknya, jabatannya kembali dicabut oleh MPR pada tanggal 23 Juli 2001.

5. Megawati Soekarno Putri

Ia merupakan seorang putri yang lahir dari presiden Soekarno. Ia juga merupakan satu-satunya wanita yang berhasil menebus jabatan kepresidenan di Indonesia.

Ia menjabat presiden dari tanggal 23 Juli 2001 sampai 20 Oktober 2004 bersama Hamzah Haz sebagai wakilnya.

Sebagai seorang pemimpin ia sangat tenang dan acuh terhadap semua persoalan yang sering terjadi. Selain itu, ia sangat berhati-hati dalam mengambil suatu keputusan.

Sebagaimana telah penulis kutip dari laman kompasiana.com yang mengambil kata dari Frans Seda  “Dia punya intuisi tajam. Sering kita berpikir, secara logika, menganalisa fakta-fakta, menyodorkan bukti-bukti, tapi tetap saja belum pas. Di saat itulah Mega bertindak berdasarkan intuisinya, yang oleh orang-orang lain tidak terpikirkan sebelumnya.”

Walaupun ia cukup demokratis, tetapi banyak orang menilai pribadi Megawati Soekarno Putri sangat tertutup dan mudah emosi.

6. Susilo Bambang Yudhoyono

Ia merupakan presiden pertama yang dipilih oleh rakyat dari partai demokrat selama dua periode. Periode pertama dari tanggal 20 Oktober 2004 sampai 20 Oktober 2009, bersama Jusuf Kalla sebagai wakilnya dari partai golkar. Periode kedua dari tanggal 20 Oktober 2009 sampai 20 Oktober 2014 bersama Boediono sebagai wakilnya.

Ketika ia menjabat seorang presiden, stabilitas negara Indonesia telah mengalami perubahan baik. Tetapi sangat disayangkan ia kurang mendapatkan perhatian dari Parlemen. Sehingga ia tidak leluasa mengambil suatu kebijakan dan keputusan.

Dalam kompasiana.com juga dijelaskan bahwa ia adalah sosok yang demokratis, menghargai perbedaan pendapat, tetapi selalu defensif terhadap kritik. Hanya sayang, konsistensi Yudhoyono dinilai buruk. Ia dipandang sering berubah-ubah dan membingungkan publik.

7. Joko Widodo

Sebelum menjabat sebagai seorang presiden, ia pernah menjabat sebagai walikota Surakarta dan Gubernur DKI Jakarta. Selama kepemimpinan tersebut, ia dikenal orang sebagai pemimpin yang merakyat atau bisa juga dikatakan “Blusukan”.

Ia menjabat menjadi Presiden berdasarkan usulan partai PDIP. Resmi menjadi Presiden pada tanggal 20 Oktober 2014 dengan Jusuf Kalla sebagai wakilnya.

Ketika ia menjabat sebagai presiden Indonesia, Kebijakan-kebijakannya sering menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. Seperti diantaranya ketika ia mengangkat Susi Pudjiastuti sebagai menteri perikanan dan kelautan, yang menurut hanya lulusan SMP.  Kemudian kebijakan kebebasan berekspersi dan kebijakan pembubaran ormas HTI.

Apapun kebijakan presiden sekarang ini, penulis hanya berharap Indonesia bisa lebih baik dari sebelumnya.

Presiden yang terlupakan buku sejarah

Semua hal yang telah penulis kemukakan diatas, bukankah sama seperti apa yang telah kalian pelajari di buku sekolah ?. Bahwa sampai saat ini Indonesia sudah pernah dijabat oleh 7 presiden tersebut. Jika benar demikian, berati penulis perlu membahas dua presiden yang dikhususkan sub selanjutnya. Presiden yang terlupakan sejarah. Presiden yang tidak pernah dibahas oleh buku manapun. Diantaranya adalah :

1. Syafrudin Prawiranegara

Syafrudin merupakan menteri persemakmuran Indonesia yang kemudian menjabat sebagai Presiden Darurat republic Indonesia pada tanggal 22 desember 1948, ketika Agresi militer Belanda kedua berlangsung. Pada saat itu Belanda berhasil menangkap Presiden Soekarno.

Ketika Soekarno ditahan, ia mengirimkan mandat kepada Syafrudin Prawiranegara sebagai presiden membentuk pemerintahan darurat di Sumatera. Berdasarkan hal tersebut, dibentulklah PDRI, kemudian ia ditunjuk sebagai seorang presiden.

Tidak hanya diberikan izin oleh presiden Soekarno, PDRI juga mendapat izin dari negara lain untuk didirikan negara PDRI.

Ketika agresi militer kedua belanda berakhir. Belanda menarik semua pasukan di Indonesia. Sehingga pada tanggal 13 Juli 1949, PDRI di serahkan kembali kepada Soekarno yang kala itu telah dibebaskan Belanda. Akhirnya PDRI dibubarkan.

2. Mr Assat

Pada bulan Desember 1949 Belanda menyerahkan kedaulatan Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat. Hal tersebut membuat presiden melepaskan jabatan dari Republik Indonesia dan memberikan jabatannya kepada Assat.

Mr Assat merupakan cendekiawan yang sangat pintar. Itulah sebabnya ia diberikan kepercayaan oleh Presiden Soekarno.

Ketika Assat mempimpin negara Republik Indonesia, ia berhasil mendirikan lembaga perguruan tinggi pertama di Indonesia yakni Universitas Gajah Mada.

Namun sayang, kepemimpinan Assat hanya bertahan kurang dari satu tahun, karena seiring berakhirnya kolonial Belanda di Indonesia. Sehingga, pada tanggal 15 Agustus 1949 Republik Indonesia dan Republik Indonesia Serikat dilebur menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lalu dipimpin kembali oleh Presiden Soekarno dan Hatta.

Sumber : Berbagai sumber

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar