Inspirasi Tanpa Batas

A Novel The Next World War: Ghost Fleet Sebuah Fiksi atau Prediksi

A Novel The Next World War Ghost Fleet Sebuah Fiksi atau Prediksi
0 246

Ghost Fleet. Kapal Hantu. Kalimat pada judul Novel tadi, sering memakai tanda petik pada keduanya. Mengapa? Mungkin karena kita secara mayoritas sudah tidak percaya pada hantu, atau malah kita sesungguhnya telah menjadi Hantu. Atau pada kalimat yang datar, apa mungkin, kapal menjadi Hantu?

Apapun ceritanya, NovelAi??Peter Warren Singer, itu turut mengguncang dunia. Tentu, belakangan sedang santer dibincangkan di Indonesia, karena dikutif secara resmi oleh Prabowo, satu-satunya kandidat Presiden Indonesia dari Partai Oposisi pemerintah saat ini. Karena kutipanAi?? Prabowo itu, ia disanjung sekaligus diocehi banyak kalangan. Oleh mereka yang kontra atas Pidato Prabowo tadi, ia dianggap terbawa arus halusinasi yang senagaja dipesankan Barat [Amerika] melalui Novel ini kepada dunia, termasuk tentu saja kepada Indonesia.

Menaggapi situasi seperti itu, seperti dilansir Detik.Com, Prabowo yang ditemui di Hotel Milenium Sirih, Jakarta, Kamis (22/3/2018), akhirnya . berkata: Saya sampaikan ke lingkungan kita untuk diwaspadai. Jangan anggap enteng persoalan karena ya seperti itu dari awal lahirnya Republik kita. Sudah banyak yang iri sama kekayaan kita”.Ai??Ia menilai banyak pihak asing yang siap merampok kekayaan sumber daya alam Indonesia jika masyarakat tidak berhati-hati.

Prabowo mengingatkan rakyat untuk tetap waspada akan jajahan pihak asing. “Mereka inginnya menjadi kaya dari kita, kita disuruh miskin terus jadi ini fenomenaya. Kalau nggak percaya sama saya dan nggak mau dengar, ya enggak apa-apa. Kewajiban sebagai anak bangsa, saya harus bicara kalau melihat suatu bahaya,” kata Prabowo.

Siapa Peter Warren Singer

Peter Warren Singer, yang menjadi penulis novel ini adalah ahli strategi senior di Amerika Serikat. Ia berhasil menulis beberapa buku dengan sejumlah penghargaan. Di Amerika Serikat, ia disebut sebagai salah satu pakar terkemuka kelas dunia dalam masalah pertahanan dan keamanan abad ke-21. Ia disebut dengan satu dari 100 inovator terkemuka dan masuk dalam jajaran satu dari 100 orang paling berpengaruh dalam masalah pertahanan.

Konsultan strategis militer AS adalah anggota Komite Penasihat Departemen Luar Negeri AS tentang Komunikasi Internasional dan Kebijakan Informasi. Dia juga pernah diangkat Obama sebagai koordinator kebijakan pertahanan pada kampanye-nya saat yang bersangkutan mencalonkan diri menjadi Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat.

Mengingat latar belakangnya sebagai ahli militer, intelegen dan pertahanan Amerika, Novel yang mengupas tentang kemungkinan terjadinya Perang Dunia Ketiga yang diperankan Tiongkok dengan sekutu utama Rusia, melawan Amerika, seolah memperkuat sejumlah asumsi. Asumsi atau bahkan prediksi yang menyebut bahwa Tiongkok akan menjadi penguasa Dunia. Tentu saja didalamnya mengenggelamkan peran Amerika Serikat yang sudah puluhan tahun menjadi polisi dunia.

Isi Novel Peter Warrent

Isi novel gubahan Peter Warrent itu mengisyahkan tentang kemungkinan melambungnya harga minyak dunia pada tahun 2030. Penyebab terjadinya lambungan harga minyak dimaksud karena, Indonesia mengalami kekacauan yang dahsyat akibat terjadi perang di Timor. Indonesia gagal mempertahankan negaranya sebagai negara berdaulat. Setelah itu, terjadi tragedi bom dahsyat di Dhahran, Arab Saudi. Dan karenaAi?? Tiongkok merasa memiliki sumber energi yang melimpah, mereka akhirnya berambisi menguasai dunia, khususnya di kawasan Pasifik Barat.

Untuk mewujudkan ambisi itu, mereka harus menaklukkan Amerika Serikat. Strategi yang digunakan mereka adalah meretas sistem keamanan cyber Amerika. Sejumlah alat pertahanan militer Amerika diceritakan bobol oleh Hacker-hacker ahli Tiongkok.

Keberhasilan para Hacker Tiongkok itu, telah menyebabkan peralatan pertahanan Amerika berbasis satelit canggih itu, lumpuh total. Rusia yang menjadi mitra Tiongkok, juga akhirnya berhasil merebut pangkalan militer Amerika Serikat di Okinawa, Jepang. Tidak lama setelah itu, Tiongkok dan Rusia, juga berhasil melumpuhkan Hawaii. Mereka bahkan berhasil mendirikan ‘negara’ baru di negeri yang menjadi Syurga dunia di Amerika Serikat itu.

Kondisi lainnya adalah, pertahanan Amerika di kawasan Pasifik, lumpuh total. Dalam suasana Amerika yang pilu seperti itu, mereka hanya mampu menggantungkan harapannya kepada kapal perang Kuna yang justru tidak menggunakan peralatan secanggih peralatan modernnya.

Kapal Perang Kuna yang sudah berada dalam status dibuang sayang, meski sudah lama tidak digunakan itu, menjadi satu-satunya gantungan dan harapan Amerika. Ai??Berkat “Kapal Hantu” yang tidak dapat diretas itulah, justru Amerika Serikat selamat dan kembali menjadi pemenang. Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...