Inspirasi Tanpa Batas

Agama dan Kekuasaan Faktor Lahirnya Komunisme | Sejarah Komunisme Part – 6

0 20

Konten Sponsor

Agama dan Kekuasaan. Jika dibaca secara seksama lima narasi sebelumnya, dapat diketahui bahwa kelahiran komunisme dunia sangat mungkin dipengaruhi dua persoalan. Kedua persoalan pokok dimaksud adalah: Pertama. Terkait dengan isu kemiskinan yang dipresentasikan kaum buruh dan tani. Dua kelompok ini, secara sosial selalu menjadi mayoritas penduduk, tetapi, nasibnya selalu berada dalam posisi yang sangat terbelakang. Mereka ditampilkan sebagai kelompok masyarakat yang hanya diperas keringat dan tenaganya untuk kepentingan kaum borjuis.

Kedua. Terkait dengan isu agama dapat dilihat misalnya bagaimana Tsar [Rusia] menguasai sektor-sektor hajat umat Rusia. Tentu apalagi soal kekuasaan negara. Kekuasaan Tsar yang demikian absolut, secara utuh didukung penuh kaum elite agamawan. Dukungan agamawan atas kekuasaan Tsar ini, telah menyebabkan rakyat terbutakan untuk kritis terhadap kekuasaan.

Mengapa terbutakan? Karena rakyat akan menganggap atau dipaksa harus menganggap bahwa agamawan adalah wakil Tuhan. Faktor ini pula, yang menyebabkan Karl Marx harus rela mengatakan bahwa agama adalah candu. Meski semua orang tahu, kalau Marx [filosof, ahli ekonomi dan politik] atau bahkan Lenin adalah anak dari seorang rabbi Yahudi. Kedua orang tua kedua tokoh komunis ini  dikenal taat beragama.

Agamawan akan selalu dianggap kelompok sosialis sebagaia berada di balik kebebasan kaum borjuis dalam melakukan lakonnya baik dalam penguasaan kekuasaan politik, maupun penguasaan kekuasaan ekonomi. Kaum agamawan tampil dalam posisi yang dalam kasus tertentu menjadi bagian dari borjuasi itu sendiri.

Komunisme dan Proletariat

Karena itu, dapat dimengerti jika komunisme selalu lahir dengan mengatasnamakan rakyat. Rakyat yang dalam anggapan tertentu, secara tendensius harus dianggap termarginalkan atau dimarginalkan. Dimarginalkan oleh penguasa politik absolut yang borjuis. Keborjuisan itu sendiri, didukung oleh kaum agamawan.

Dalam nalar kaum komunis, agamawan tampak tidak memiliki kepedulian penuh untuk membela kepentingan; politik dan ekonomi kaum proletar. Dalam kasus tertentu, agamawan malah tampil menjadi bagian penting dari suatu proses yang menikmati indahnya kekuasaan bersama kaum borjuis tentu saja didalamnya.

Dengan nalar seperti ini, menjadi dapat difahami mengapa misalnya kaum sosialis kiri [Komunis] akan selalu menempatkan penguasa [non komunis] dan agamawan sebagai musuh. Mengapa ketika terjadi pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan mereka, sejak apa yang terjadi di Rusia sampai Jakarta dalam rentang waktu panjang, selalu yang menjadi sasaran adalah mereka yang sedang berkuasa. Atau mereka yang menjadi penganut agama yang plus minus dekat dengan kekuasaan. Bersambung ke Sejarah Komunisme Indonesia. By. Prof. Cecep Sumarna

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar