Agama dan Terorisme

0 609

Agama dan Terorisme. Masih segar dalam ingatan kita akan kejadian yang cukup memilukan yang terjadi di negeri ini bahkan di belahan dunia lain. Sebut saja kasus bom bali, bom menara kembar WTC ataupun kasus bom- bom lainnya. Peristiwa- peristiwa dimaksud, tentu mengakibatkan banyak orang menjadi korban. Banyak media dengan gencar memberitakan peristiwa tersebut dengan segala kepentingan yang dimilikinya. Akibatnya, berbagai macam interpretasi (penafsiran) terus berkembang di masyarakat. Dalam bahasa media, peristiwa dimaksud selalu identik dengan istilah aksi terorisme.

Dalam berbagai kajian dan diskusi yang pernah penulis ikuti, istilah ini sering dimaknai sebagai suatu faham ataupun ajaran dari suatu golongan. Tentu ini agak keliru. Mengapa? Sepemahaman penulis, ketika sebuah kata menggunakan akhiran “isme”, maka kata dimaksud akan berubah makna menjadi suatu faham ataupun ajaran dari suatu golongan. Sehingga jika disimpulkan terorisme adalah suatu faham yang mengajarkan tentang terror. Padahal, teror adalah imbas dari pemahaman suatu ajaran. Meskipun demikian, biarlah Tuhan yang memberikan nama untuk istilah tersebut melalui hamba hambanya yang mendapatkan petunjuk.

Dangkalnya Ilmu Pengetahuan

Istilah terorisme pertama kali muncul diabad 18 dengan segala dinamika yang terjadi sampai saat ini baik di era Revolusi Perancis sampai era bom terakhir ISIS. Terorisme merupakan suatu tindakan yang dilakukan seseorang atau lebih dengan tujuan menakut nakuti dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkannya. Aksi tersebut dilakukan berdasar pada pemahaman ajaran yang diterima dari golongannya, sehingga menimbulkan gerakan- gerakan yang mendukung terselenggaranya ajaran tersebut.

Dalam hal ini, pemahaman terhadap suatu ajaran sudah barang tentu memerlukan alat bantu (Ilmu) yang bisa mendukung terhadap pemaknaan kandungan atau pesan yang disampaikan dalam ajaran tersebut. Seperti halnya dalam ajaran Islam yang menjadikan Alquran dan Hadits sebagai sumber tuntunan. Sumber dimaksud mengatur segala aspek dalam kehidupan, baik bersifat duniawi ataupun ukhrowi yang sudah barang tentu menjadi jaminan terbaik bagi yang melaksanakannya.

Hanya saja, dalam tata cara pemaknaanya memerlukan alat bantu (ilmu) yang bisa mendukung untuk dapat memahami kandungan dari Alquran dan Hadits tersebut seperti halnya ilmu Asbab al-Nuzul, Asbab al-Wurud, Nahwu, Sharaf, Munasabah dan ilmu lainnya. Sehingga menghasilkan makna atupun pesan yang sesuai dengan zaman dan keadaan.

Dalam pandangan penulis, berbagai macam aksi teror yang mengatasnamakan agama, didominasi oleh orang- orang yang memahami teks- teks agama secara harfiah, tanpa mempertimbangkan disiplin ilmu yang mendukung terhadap pemahaman teks- teks agama dimaksud. Sehingga menghasilkan makna teks yang sangat dangkal. Maka, dengan semangat jihad, terjadilah aksi teror yang mengatasnamakan agama yang diakibatkan oleh kurangnya pemahaman dan pendalaman terhadap teks agama.

Jika sudah menelan korban entah siapa yang akan bertanggungjawab. Semoga kita menjadi hamba hamba Tuhan yang patuh dan senantiasa terus belajar memahami agama secara mendalam. Karena agama diturunkan oleh Tuhan membawa misi kedamaian bukan kerusakan ataupun kepedihan. Wallahu a’alam… oleh: Mufti Tubagus Maulana

Komentar
Memuat...