Inspirasi Tanpa Batas

Aktivis Mahasiswa yang Disegani

Aktivis Mahasiswa yang Disegani
0 473

Aktivis Mahasiswa yang Disegani. Jika mendengar “mahasiswa”, maka persepsi yang muncul dalam benak banyak masyarakat, muncullah kata demonstrasi, orasi, akademisi dan aktivis sosial lain. Bangsa Indonesia, mencatat bahwa mahasiswa sering mengambil peran penting dalam sejarah perjuangan kebangsaannya yang digerakkan mahasiswa. Mahasiswa selalu menempati urutan pertama dalam gerakan pembangunan dalam lingkup masyarakat ideal. Ia menjadi kaum intelektual yang dianggap mampu memecahkan permasalahan umat, bukan hanya dari aspek teoritis, tetapi juga aspek-aspek teknis yang praktis.

Menempatkan mahasiswa sebagai agen perubahan dan kontrol sosial, tentu dipengaruhi dinamika sosial yang ada disekitar mereka, termasuk organisasi kemahasiswaan, baik intra maupun ekstra kampus. Pada akhirnya, soal-soal keumatan tadi, tetap akan kembali pada personal dan ekspektasi mahasiswa itu sendiri.

Ekspektasi yang dimaksud penulis di sini, adalah berkaitan dengan aktivitas mahasiswa, selain tuntutan mereka dalam mengikuti perkuliahan di dalam kelas. Bagi mereka yang ingin mengembangkan diri lebih jauh, membuka wawasan sekaligus memahami dan mendalami realitas kehidupan yang ada di sekitarnya, mereka dituntut mengikuti berbagai kegiatan yang ada dikampus masing- masing. Biasanya mereka yang aktif itu, mengikuti lebih dari satu organisasi kemahasiswaan. Golongan inilah yang dapat disebut sebagai “aktivis”. Sebagian lain di antara  mereka, memang banyak yang memilih hanya mengikuti perkuliahan saja. Kelompok terakhir inilah, sering diterjemahkan sebagai akademisi.

Student Need vs Student Interest

Penyebutan aktivis maupun akademisi, sebetulnya disebabkan oleh apa yang disebut penulis sebagai student need dan student interest. Student need umumnya berkaitan dengan kebutuhan mahasiswa dalam mendapatkan nilai bagus misalnya, kehadiran yang baik di dalam kelas dengan asumsi mereka dapat lulus tepat waktu dengan hasil yang baik. Maka student need ini akan mendorong mahasiswa untuk menjadi kelompok akademis.

Disayangkan, mereka minim dalam hal berorganisasi dan cenderung berorientasi pada visi pribadi dan abai terhadap perspektif sosial. Sedangkan student interest adalah berkaitan dengan ketertarikan mahasiswa untuk mencari pengalaman, serta menciptakan kreativitas dan inovasi baru dalam rangka pengembangan diri. Student interest ini akan mendorong mahasiswa untuk disebut sebagai aktivis. Kelompok ini biasanya dikenal banyak orang, kaya akan pengalaman organisasi serta berfokus pada visi sosial. Namun dalam hal manajerial waktu, khusus untuk studi, harus juga diakui bahwa pada kelompok ini, kadang kurang teratur. Meskipun asumsi ini tidak selamanya tepat.

Dalam pandangan penulis sendiri, akademisi dan aktivis sebenarnya bukan sesuatu yang harus dipilih, namun harus diatur, ditata dan dijalani dengan berlandaskan pada prinsip keseimbangan. Jika mahasiswa mampu mengintegrasikan keduanya dalam posisi yang menawan, maka, mereka termasuk dalam kategori mahasiswa luar biasa. Umumnya, jenis mahasiswa seperti ini, cukup disegani bahkan dijadikan referensi oleh mahasiswa yang lain. Jika mengambil sebuah perumpamaan, baik aktivis maupun akademis, keduanya seperti gelar kehormatan yang tidak sembarang orang mampu menyandangnya. Gelar dimaksud, akan disematkan bagi mereka yang mampu menanggungnya secara konsekuen sekaligus konsisten.

Lanlan Muhria
Head Master of SDIT Nusintama Lab School

Komentar
Memuat...