“Aku Hamba Jalang” Sebuah Sajak Kecil Untuk Tuhan

4 664

Hidup dalam buaian dunia, membuat kita tak pernah menyadari bertapa kita begitu kecil dibanding Kuasa-Nya. Dunia yang menampakan kepongahan mempengaruhi kita terbawa arus kedalamnya, sulit keluar karena berada dalam kesenangan. Kadang sebagian dari kita tidak pernah sadar kita terlahir dari mana? dan siapa yang Membuat kita begitu hebat?. Dikala tiba saatnya terdampar kita baru menyadari bertapa kecilnya kita. (“Aku Hamba Jalang” Sebuah Sajak Kecil Untuk Tuhan)

Merenungi atas apa yang terjadi maka do’alah yang terucap. Mengikis penyesalan secara perlahan tanpa tau kita siapa. Padahal tidak ada detik terlewatkan yang tidak Tuhan Ketahui. Ingat bahwa tak ada manusia yang tanpa dosa. maka mari kita dekatkan diri dengan Tuhan dengan cara kita, semampu kita dan seiklas-iklasnya. Karena Tuhan mengetahuinya.

Dari beberapa email yang masuk tentang puisi, ada satu puisi yang ingin kami sandingkan dengan renungan kecil tersebut. Apresiasi yang sangat besar kami sampaikan Pada  Intan Usawatun Hasanah Gadis cantik kelahiran Kuningan ini dengan piawai menyuguhkan sebuah renungan dalam bentuk Puisi, Atas kirimanya maka bentuk apresiasi dari kami Team Lyceum Indonesia Memuatnya dalam Puisi Edisi 10 Oktober 2016. selamat membaca….

Aku Hamba Jalang

Karya:   Intan Usawatun Hasanah

Dalam lantunan suci
Kristal ini menetes
Melihat dinding yang terbayang
Kedua insan yang aku rindukan

Kembali pada aksara
Aku tertunduk
Betapa kotornya tangan ini
Tuhan

Maafkan aku
Menyentuh petunjuk itu
Aku bukan hamba yang suci
Aku bergetir

Bergeretak gigiku
Keunguan bibirku
Agamaku
Apakah hanya selembar centimeter

Aku malu
Menatap mereka dengan kesegalaannya
Istanaku retak sampai lantai dasar
Ingin aku berteriak
Ingin aku memaki
Ingin ku mencabik
Takdirku sendiri

Tuhan
Pantaskah… Ujung kuku ini menyentuh kekekalan-Mu?
Pantaskah… Helai rambut ini menyentuh kesenangan itu?
Pantaskah… Bibir ini mengucap Bismillah?
Pantaskah…. Muka buruk ini mencium rumah-Mu?

Satu mimpiku
Menyebut nama-Mu tanpa dosa
Dalam heningku esok
[07/10/2016| 14.20]


intan-uswatun-hasanah2 Tentang Penulis : 

Intan Usawatun Hasanah Gadis kelarian Kuningan 4 April 1998 ini sedang melajutkan Study  di Universitas Negri Jakarta. Kecintaannya pada sastra membuat ia melajutkan  Kuliah dengan mengambil Jurusan Sastra.

  1. kusakkusukbasa berkata

    Puisi diatas menggambarkan seseorang yang malu akan keberadaan dirinya kepada Tuhan,orangtua, dan dirinya sendiri. Terimakasih kepada LyceumIndonesia yang memberi dan menyalurkan sebuah tulisan dari penulis yang membuat kita sadar akan makna hidup di dunia sekarang ini.

  2. AFINAH NGIZATIN berkata

    Hidup ini betapa kita tidak menyadari bahwa kita begitu kecil di bandikan dengan kuasa tuhan. Kemerlapan dunia lah yang telah mempengaruhi kita. Betapa kita tak menyadari atas semua yang telah dilakukan begitu kita terdampar kita baru sadar bahwa kita begitu kecil di dunia.
    aku hanyalah hamba yang penuh dengan dosa, hamba yang penuh dengan hina masih pantas kah aku memegang kekalmu dan masih panteskan aku meyentuh kesenangan mu.
    Pelajaran yang dapat kita ambil dari puisi diatas kita sebagai hamba tidak boleh sombong , kita hanya makhluk kecil yang tidak bisa apa- apa tanpa kehendak tuhan.jangan terlalu terobsesi dengan kemerlapan dunia kita harus inget ,tuhan di saat kita terobsesi kemerlapan dunia, kita bisa kaya gini karna kuasanya.

  3. apandi berkata

    alhamdulilh,adik ipar ada bakat..sudh sya konfirmasi untuk mendedikasikan karya nya ke lyceum..smga bermanfaat

  4. lyceum
    lyceum berkata

    Luar biasa. Sebuah puisi yang ditulis anak yang masih sangat remaja, dapat mendorong siapapun untuk melakukan transvaluasi nilai akan pentingnya mencari kebermaknaan hidup. Secara pribadi, kita layak mengagumi puisi ini … semoga bermanfaat. Amiin ….

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.