Inspirasi Tanpa Batas

Aku Tak Menyembahmu Kabah | Mencari Tuhan di Kaki Ka’bah Part- 16

46 73

Konten Sponsor

Aku Tak Menyembahmu Kabah. Satu persatu, penumpang kembali naik ke dalam bus. Setelah semuanya masuk, Kepala Rombongan, kembali membacakan do’a. Do’a perjalanan yang lantunan kalimatnya tidak pernah berubah. Bus yang ditumpangi Crhonos, Shofi dan keluarganyapun, mulai merayap maju dengan pelan. Betapa padatnya jalan ke luar dari area Masjid Bir Ali. Beberapa kali, Crhonos ingin memalingkan mukanya ke belakang. Tetapi, Shofi selalu mencegahnya. Ia tidak mengidzinkan anaknya itu, untuk melirik ke arah belakang.

Klakson-klakson mobil dengan suara yang sangat keras terdengar terus bersahutan satu sama lain. Bersahutan antara satu mobil dengan mobil lainnya. Jika suasana seperti ini terjadi, Crhonos merasa sedang tidak berada di tanah haram. Ia merasa seperti sedang berada di sebuah kampium para pendekar tanah sahara. Kadang suara tukang parkir dengan janggut yang sangat panjang tebal, begitu keras terdengar. Suara suara yang mirip untuk mereka yang berasal dari pegunungan, seperti sedang marah.

Begitu mobil masuk ke jalan raya [semacam jalan tol di Indonesia], tepat pukul 18.00 waktu setempat. Bus itu melaju dengan cepat. Crhonos yang duduk di barisan depan, menyaksikan dengan seksama kecepatan bus dimaksud di kisaran 80-120 KM per jam. Suatu kecepatan di atas rata-rata. Mobil itu maju diiringi dengan tenggelamnya matahari. Semakin lama semakin redup, lalu hilang sama sekali. Tidak lama kemudian, lampu-lampu yang demikian besar, menyala di jalan raya yang juga sangat lebar. Tampak sangat terang.

Setelah perjalanan kurang lebih 4 jam, atau kurang lebih sekitar pukul 22.00 bus yang ditumpangi rombongan Crhonos, supir memarkir bisnya di tempat pemberhentian. Tempat ini menjadi area pemberhentian semua bus yang melintasi Mekkah-Medinah atau Medinah Mekkah. Bus-bus itu berjejer sangat banyak dan panjang. Di masa Rasulullah, konon di tempat ini, pernah terjadi suatu peristiwa besar, karena terjadi perang badar. Di tempat ini, setidaknya terdapat POM bensin, mini market, restoran, WC dan masjid.

Perang Heroism Ketuhanan

Terpaan angin begitu kuat menerjang muka jama’ah di tempat pemberhentian. Cuaca sangat dingin dan menusuk pori-pori dan sumsum tulang manusia. Terlebih kami, kata Crhonos, sudah memakai pakaian ihram. Rasanya sulit untuk tidak disebut bahwa kami berada dalam kedinginan yang sangat akut. Jama’ah banyak yang turun dari mobil. Mereka umumnya melakukan buang air besar dan kecil ke WC umum. Sebagian ada yang masuk ke rumah makan. Mereka melakukan santap makan malam bersama keluarganya masing-masing.

Hampir satu jam setengah, jama’ah berhenti di tempat di mana Nabi pernah melakukan perang badar. Suatu perang dengan jumlah yang sangat tidak seimbang. Jumlah kaum Muslim hanya 10 persen dari jumlah kaum Quraisy yang masih kaffir. Tetapi, sekalipun mereka berada dalam jumlah yang jauh lebih kecil, umat Islam justru memenangkan pertarungan ini. Di tempat inilah, Shofi berbisik kepada Crhonos.

Hai anak-ku, tahukah kamu tentang perang badar? Sewaktu aku masih mengajar dan salah satunya kamu menjadi muridku, sering dikisahkan tentang heroisme Muslim. Perang ini adalah perang heroisme ketuhanan. Bayangkan … dengan hanya 10 persen dari jumlah kekuatan musuh, umat Islam mampu mengalahkan mereka. Nanti kamu baca surat Ali Imran [3]: 124-125. Terjemahannya adalah sebagai berikut: “Ingatlah, ketika kamu mengatakan kepada orang mu’min: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?” ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.

Di tempat inilah, kata Shofi, dulu umat Islam mampu menunjukkan eksistensinya. Ia berada dalam lindungan Tuhan. Mengapa? Karena mereka semua bukan saja mengakui Tuhan yang tunggal, tetapi juga mengamalkan seluruh perintah-Nya tanpa reserve. Jadi, kalau kamu ingin memenangkan segala pertarungan, maka, perkokohlah keyakinan kamu. Kisah di perang Badar ini, harus menjadi inspirasi buat kamu.

Crhonos heran, bapaknya yang sudah tua dan memiliki penyakit yang sangat akut itu, masih tetap memberi nasihat kepada anaknya itu. Tetapi, Crhonos kembali menyatakan bahwa tampaknya, Shofi hendak menyampaikan segala hal tentang agama dan prinsip dasar keagamaan yang dianut.

Petugas yang Tidak Profesional

Jama’ah melanjutkan perjalanannya kurang lebih pukul 23.30 malam. Kepala Rombongan kembali membacakan do’a reguler yang disebut Shofi sebagai do’a abadi. Inilah do’a yang tidak pernah berubah. Jama’ahpun seperti tidak bosan membacakan do’a itu, terlebih dibarengi dengan membaca bacaan talbiyah. Bacaan itu, menyentuh hati terdalam manusia. Menggoyahkan keangkuhan hidup dan mendorong setiap jiwa manusia yang ada didalamnya, dalam lanskap hidup penuh misteri.

Dalam kasus tertentu, karena umumnya memakai pakaian ihram, jama’ah seperti terhipnotis dan pola hidup yang seolah akan mengalami kematian. Akhirnya, sangat mudah difahami mengapa mereka dan tentu saja keluarga Shofi, sangat mudah meneteskan air mata.

Perjalanan dari tempat istirahat menuju Hotel, semestinya cukup ditempuh dalam waktu dua jam. Namun, ketika bus akan masuk ke sekitar Hotel, kebetulan kami di tempatkan di syari’ Syuhada dekat Tan’im, perjalanan menjadi tersendat. Macetnya lalu lintas di sekitar Hotel yang akan dimasuki jama’ah, telah membuat jama’ah mulai gelisah. Akhirnya, pukul 0.200, Jama’ah dapat masuk ke dalam hotel dalam waktu yang sangat terbatas.

Petugas-petugas haji yang ditetapkan pihak penyelenggara haji, memang tampak sangat tidak ahli. Mereka bukan saja tidak memiliki kemampuan berkomunikasi –tentu bahasa Arab– tetapi, juga tidak memiliki kemampuan lobby yang baik. Kami tidak tahu, harus ditempatkan di kamar yang mana. Hotel yang demikian besar, dan tidak kurang dari tujuh lantai itu, diisi berbagai jama’ah dari Afrika, Somalia, India dan Bangladesh. Ooooh inilah kelas Indonesia dalam pentas dunia. Shofi mendekatkan ke dua tangannya ke mulutnya, agar Crhonos tidak terlalu kritis. Anaknyapun kembali diam.

Setelah beristirahat beberapa saat, jama’ah kembali diminta untuk masuk ke dalam bus. Naiklah mereka. Dalam kondisi yang sudah sangat lelah dan ngantuk, jama’ah sampai ke Ka’bah, tepat pada pukul 0.4.00 dini hari. Shofi dan keluarganya masuk ke Ka’bah melalui Bab al Fath.

Crhonos Mengalami Past Live

Begitu Crhonos masuk ke dalam Ka’bah, ia seperti Past live. Ia merasa pernah berada di tempat itu. Crhonos yakin, tempat ini pernah ditinggalinya dalam waktu yang cukup lama. Saat itu, suasana semakin terasa histeria, terlebih ketika ia mendengar berbagai isak tangis seluruh jama’ah.Crhonos tetap tegar. Ia hanya merinding bulu kuduknya, karena suasana di mana ia berada dalam satu alam primordial yang pernah dilaluinya.

Semakin lama, tangisan itu semakin terasa banyak. Inilah mungkin yang mengabsyahkan Mekkah sebagai Bakkah. Kota air mata. Air mata yang tidak mungkin cukup ditampung di sebuah tangki minyak tanah di Indonesia. Crhonos kaget mengapa mereka menangis. Merekapun berhamburan mendekati Ka’bah dengan cara seperti berlari. Mereka mencari lampu hijau yang menjadi tanda dimulainya pelaksanaan thawaf. Lampu ini persis sejajar dengan hajar aswad.

Sementara Crhonos menahan tangan istri dan ibunya, Siti, agar tidak memaksakan diri. Terlebih tentu, Crhonos sadar bahwa bapaknya, Shofi sangat tidak mungkin masuk secara langsung ke pelataran Ka’bah. Crhonos ingin mencari tahu di mana ia dapat menyewa kursi roda, agar bapaknya dapat melaksanakan thawaf.

Tidak lama kemudian, seorang laki-laki hitam bertubuh tinggi besar dengan membawa kursi roda datang menjumpainya. Crhonos demikian lihai berkata-kata dengan lelaki yang tampaknya turunan Afrika itu. Kursi roda yang sebelumnya ditawarkan dengan 500 riyal itu, langsung turun dengan harga 100 riyal. Laki-laki itu pula yang mendorongnya. Mereka kemudian sama-sama melakukan perjanjian agar Shofi kembali ditempatkan di tempat di mana mereka saat itu melakukan transaksi. Setelah Shofi mulai bergerak, barulah Crhonos dan Vetra bersama Siti berjalan mendekati Ka’bah untuk melakukan thawaf.

Vetra dan Siti terus menangis. Sementara Crhonos justru menunjukkan watak filosofinya. Ia tidak ingin menangisinya apalagi menempatkannya sebagai sesuatu yang mengalahkan Tuhannya. Ia mengatakan:

“Wahai Ka’bah, aku tahu kau sangat agung. Tidak ada yang mampu mengalahkan kemuliaan dan keagunganmu. Tetapi, kau bukan Tuhanku. Aku tidak menyembahmu. Kedatanganku ke sini bukan untuk menyembahmu. Aku datang untuk melaksanakan perintah Tuhan-ku menjumpai salah satu keagungan-Nya, yakni dirimu. Maafkan aku. Aku tak akan memujamu sebagai tujuan persembahanku. By. Charly Siera –bersambung

  1. Elok Firdausiana berkata

    Ka’bah bukanlah tempat persembahan umat muslim, tetapi ka’bah merupakan salah satu tempat yang umat muslim kunjungi dalam melaksanakan ibadah haji. Karena persembahan umat muslim yang sesungguhnya adalah Allah SWT

  2. Intan Sulistiani MPI-B/SMT III berkata

    Di part 16 ini jama’ah banyak menjumpai tempat” bersejarah yang berada di kota makkah maupun madinah, terlebih ketika jama’ah menyaksikan dengan mata kepala mereka melihat ka’bah yang begitu agung dan suci yang menjadi arah kiblat umat muslim sedunia, namun shofi bapak dari chornos tidak memalingkan niat benarnya, dia semata” hanya ingin mengharap ridho nya Allah dengan memenuhi panggilannya untuk berangkat haji melaksanakan ibadah”.
    Sekian

  3. fajar maulana berkata

    Mencari tuhan di kaki ka’bah part 16 ini, mungkin menurut saya ada benarnya juga bahwa ka’bah itu bukan kita, tetapi tuhan kita adalah Allah, tempat kita bersujud, tempat kita meminta dan tempat kita meminta pertolongan. Tetapi kiblat kita itu ada lah ka’bah. Banyangkan kalo kita tidak memiliki kiblat, mungkin umat muslim tidak memiliki ketentuan tetap kemanakah kita menghadap saat beribadah?…. Ya kira2 seperti itu

  4. dezidni mpi 3 berkata

    kutipan yang membuat saya tersentuh di part 16 ini adalah kata “perkokohlah kenyakinanmu”
    karena semua yang kita perbuat di dunia ini dengan penuh keyakinan dan penuh perjuangan niscaya hasilnya pun kita akan dapatkan dengan sempurna.
    karena hasil tidak ada yang menghianati perjuangan dan perjuangan tidak akan berhasil tanpa di dasari dengan keyakinan yang haqiqi

  5. siti hayyun berkata

    saya ter inspirasi pada perkataan shofi kepada chronos saat menjelaskan perang badar. bahwa jika kita ingin memenangkan sebuah pertarungan. keyakinan kita harus kuat . dari segi kita sebagai seorang peserta didik. jika ingin memenangkan pertarungan dengan rasa malas, maka kita harus yakin bahwa masa depan yang baik tidak akan bisa di capai dengan bermalas malasan

  6. Amalia Fitriyanti berkata

    Pak shofi selalu memberikan ilmu kepada charlos. Bahkan pak shofi selalu mengingatkan ilmu apa saja yg telah diberi kepada charlos. Walaupun secara fisik dia sedang kurang sehat tetapi dia semangat sekali dalam menjalankan ibadah haji ini. Subhanallah saya sangat terharu kepada pak shofi

  7. Siti Hamidah Tadris IPS A / 1 berkata

    Dalam part 16 ini menjelaskan bahwa seseorang yang melihat keagungan Allah SWT haruslah bersyukur. Ketika kita pergi melaksanakan haji tetaplah Allah SWT yang hanya kita sembah, bukan ka’bah.

  8. Dezidni Tazqiah MPI3 berkata

    Kabah juga merujuk pada Al ka’bah Al Musyarrafah adalah sebuah bangunan di tengah2 mesjid yg paling suci dlm agama islam. Masjidil haram di mekah.
    Tempat ini adalah tempat yg di sucikan dlm agama islam.
    Sesungguhnya rumah yg mula mula di bangun untuk tempat beribadah manusia ialah baitullah di mekah, yg di berkahi dan menjadi petunjuk bgi semua manusia (QS. Ali Imran:96)
    Subhanallah bgt kisah crhonos dan keluarga

  9. Hasanatun Nadia berkata

    Bismillah..
    Dalam part ini, khusus nya pada bagian akhir menunjukkan bahwa chronos dalam ber-tawaf tidak bermaksud untuk menyembah ka’bah, melainkan menyembah Allaah namun dengan cara melakukan perintah Nya yaitu berupa tawaf mengelilingi ka’bah.

  10. M. DIDI WAHYUDI berkata

    Shofi hendak menyampaikan segala hal tentang agama dan prinsip dasar keagamaan yang dianut.

  11. dhini apriliani berkata

    Asalamualaikum
    Tahapan demi tahapan ibadah haji yg di laksanakan oleh chronos dan keluarga dengan semangat dan keyakinan.keadaan shofi semakin lemah meskipun kondisi semakin melemah tetapi tidak mengurungkan niatan shofi untuk beribadah dan menjalankan kewajibannya.
    Dalam part 16 ini, sangat menarik karena dalam part ini menjelaskan bahwa kabah bukanlah sesuatu yang harus disembah atau diagungkan seperti kita mengagungkan Allah.

  12. Farrin nurul aina berkata

    Shofi dan keluarga ketika melihat kabah benar-benar merasa terharu, tempat yang di mimpikan selama ini akhirng terwujud juga, memang benar orang yg ke Makkah pasti akan menangis karena teringat akan ke agungan Allah dan merasakan dekat dengan Allah. Terutama untk orang-orang yg khusyu dalam ibadahnya, namun perlu di ketahui jgn sembah kabah layaknya benda, melainkan sembahlah Allah Tuhan seluruh Alam.

  13. Fariz maulana ibrahim tadris ips a/1 berkata

    Assalamualaikum wr.wb
    Part 16
    Dalam novel ini diceritakan bahwa rombongan keluarga Shofi naik bus menuju Makkah,dengan situasi yang berbeda dengan Indonesia mereka serasa awam dengan pola hidup yang ada disitu,mereka terharu melewati tempat dimana pada jaman nya terjadi perang badar,dan setelah berada di sekitar Kabah mereka terkagum kagum seakan pecah keinginannya tercapai,menangis terharu namun crhonos menahan tangisan itu,dia datang bukan untuk menyembah Ka’bah,namun melaksanakan panggilan Allah SWT.
    Wassalamualaikum wr.wb

  14. Isah Siti khodijah berkata

    Bismilahirahmanirahim
    Asalamualaikum wr wb
    Pada part ini, di jelaskan tentang perang badar tentang kemenangan umat islam walaupun hanya sedikit itu bukti kebesaran Allah Swt. Itu menjadi inspirasi bagi kita bahwa kekuasaan allah tidak perlu diragukan lagi.
    Terimakasih
    Wasalamualaikum wr wb

  15. Silmy Awwalunnis
    Silmy Awwalunnis berkata

    Kokohkan keyakinan mu maka kemenangan berada di tanganmu, dalam artian jika kita ingin mendapatkan apa yang kita inginkan koohkanlah keyakinan dan semangat kita untuk mendapatkannya. Kisah di perang Badar sangat menginspirasi. Ka’bah bukan lah tempat dimana umat islam menyembah atau umat islam bukan menyemah ka’bah, namun Ka’bah merupakan salah satu tempat bersejarah yang ia kunjungi atas izin dan perintah Tuhan.

  16. Aida Nur Aisyah berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Bismillahirahmanirahim
    Dalam part 16 ini memberikan pelajaran kepada kita bahwasanya ketika kita benar-benar beriman dan bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan mudahkan segala urusan kita dan memenuhi segala kebutuhan kita. Selain itu, dalam part 16 ini pula kita harus meluruskan pemahaman bahwa dalam beribadah haji atau beribadah lainnya yang patut kita sembah adalah Allah SWT bukan apa yang menjadi tanda kekuasaan-Nya.
    Sekian
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum wr.wb

  17. Muhamad Udin berkata

    Bismillahirrohmanirrohim,
    pada part ini bnayak sekali yang bisa di ambil dalam hal pendidikan yaitu kalau kamu ingin memenangkan segala pertarungan, maka, perkokohlah keyakinan kamu. Kisah di perang Badar ini, harus menjadi inspirasi buat kita. dan Keyakinan bahwasanya chornos berkeyakinan bahwa ia tidak akan menyembah Ka’bah, karena menurutnya Ka’bah hanyalah salasatu tempat bersejarah yang ia kunjungi bukan Tuhan dan Aku datang untuk melaksanakan perintah Tuhan-ku.

  18. Fifit Fitri Nur'aeni/Ips/1B berkata

    Assalamualaikum
    Dan kabah bukanlah untuk di sembah tetapi Ka’bah hanyalah benda mati, ia hanya dijadikan oleh Allah Jalla wa ‘Ala sebagai kiblat umat muslim dalam ibadah khususnya sholat dan haji.
    Dan sesungguhnay hanyalah allah yang wajid di sembah.

  19. Siti Sutihatin MPI/4 berkata

    Ka’bah merupakan suatu bangunan yang memiliki nilai historis yang agung. Karena itulah ka’bah diyakini sebagai tempatvyang mustajab untuk berdo’a. Namun kita tidak boleh berlebihan dalam mengagungkan ka’bah.

  20. Rahmat Maulana (MPI-4) berkata

    Hikmah yang bisa kita ambil dari part 16 ini. ketika kita melaksanakan perintah Allah SWT. maka hal yang harus dilakukan adalah melaksanakan dengan kesungguhan hati dalam artian tidak boleh melakukan suatu perbuatan yang memang tidak dianjurkan dan tidak ada dasar hukumnya. Begitupun juga tatkala kita melihat ka’bah kita dianjurkan untuk berdo’a dan hal tersebut bernilai ibadah disisi Allah SWT. Melihat keagungan Allah salah satunya yaitu Ka’bah akan menyadarkan kita pada apa yang namanya hakikat, beribadah semata karena Allah. Dalam part ini juga shofi menceritakan semua yang diketahuinya kepada Crhonos. Ka’bah merupakan tempat yang diagungkan dan dimuliakan oleh Allah, arah kiblatnya kaum muslim seluruh penjuru dunia dan pada intinya kita beribadah menghadap ka’bah bukan berarti kita menyembahnya, akan tetapi kita jadikan ka’bah sebagai simbol ketaatan kepada Allah.
    Semoga kita semua senantiasa berada dalam ridhanya Allah SWT.

  21. Indah kusumawati (mpi-4) berkata

    Dalam part 16 ini yg bertema aku tidak menyembahmu ka’bah. Di tengah perjalan menju hotel penginapan bus pun berhenti di tempat yg dahulu ada peristiwa perang badar di mana jumlah umat muslim hanya 10 persen dari kaum kafir. Disitu pak shopi memberikan nasehat kepada anaknya walaupun usianya sudah tua, yg mana pak shopi menjelaskan isi kandungan dri Q.S Ali imran ayat 124-125 yg mana allah menurunkan 500 rb malaikat untuk membantu kaum muslimin untuk memenangkan perang badar. Jadi kamu ingin memenangkan segala pertarungan, maka, perkokohlah keyakinan kamu. Kisah di perang Badar ini, harus menjadi inspirasi buat kamu.itu nasehat yg di berika pak shopi kpa cronos. Setelah pak shopi melakukan thawaf, cronos akhirnya mulai berfikir kritis dimana ribuan jamaah menangis histeris ketika mengelilingi ka’ba. Dia berkata ” Wahai Ka’bah, aku tahu kau sangat agung. Tidak ada yang mampu mengalahkan kemuliaan dan keagunganmu. Tetapi, kau bukan Tuhanku. Aku tidak menyembahmu. Kedatanganku ke sini bukan untuk menyembahmu. Aku datang untuk melaksanakan perintah Tuhan-ku menjumpai salah satu keagungan-Nya, yakni dirimu. Maafkan aku. Aku tak akan memujamu sebagai tujuan persembahanku”. Jadi ungkapan cronos ini menjadikan tuhan di atas segala-galanya. Ka’bah hanyalah perintah dari tuhan. Subhanallah

  22. durianifrida berkata

    Maaf saya koreksi :
    HATI-HATI DENGAN KATA-KATA ITU
    Ka’bah tidak pernah mengatakan dirinya patut disembah
    Ka’bah tidak pernah minta disembah dalam kisah sejarah dunia hingga kini Ka’bah tidak pernah minta di sembah .
    jadi
    TIDAK PERLU MINTA MAAF SAMA KA’BAH sebab Ka’bah tidak pernah minta di sembah !!

  23. durianifrida berkata

    Pada tulisan ini bait terakhir artikel ini :
    “Wahai Ka’bah, ……… Aku tidak menyembahmu. Kedatanganku ke sini bukan untuk menyembahmu. ………………… Maafkan aku. Aku tak akan memujamu sebagai tujuan persembahanku. By. Charly Siera –bersambung
    ##*************************************************************##
    Maaf saya koreksi :
    HATI-HATI DENGAN KATA-KATA ITU
    Ka’bah tidak pernah mengatakan dirinya patut disembah
    Ka’bah tidak pernah minta disembah dalam kisah sejarah dunia hingga kini Ka’bah tidak pernah minta di sembah .
    jadi
    TIDAK PERLU MINTA MAAF SAMA KA’BAH sebab Ka’bah tidak pernah minta di sembah !!

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Itu yang disebut dengan uslub bahasa. Tentu saja Ka’bah tidak meminta disembah dan dirinya juga sama, bagian dari keindahan yang dikreasi Tuhan. Saya melihat permohonan maaf itu, adalah untuk dia yang bicara sendiri kepada dirinya sendiri. Bukan kepada Ka’bah. Tetapi, apapun itu logikanya, terima kasih atas koreksinya …

  24. Koko Santoso (MPI/4) berkata

    Part 16
    Aku Tak Menyembahmu Kabah
    Part ini sangat menarik sekali karena di sini saya menemukan kesepakatan terkait filosofi thawaf pada diri Crhonos bahwa keagungan ka’bah itu sejatinya bukan untuk disembah, akan tetapi lebih kepada menjalankan perintah Tuhan Semesta Alam~

  25. MAFTUHAH MPI/4 (1415109011) berkata

    setelah memakai kain ihram, crhonos dan rombongan jama’ah haji menuju ka’bah. disini crhonos menyaksikan orang-orang yang begitu terharu ketika melihat kekokohan ka’bah secara langsung. begitupun crhonos, ia langsung meneteskan air mata ketika berada di depan ka’bah, namun, ia sadar bahwasanya ka’bah itu bukan tuhan. alhamdulillah crhonos tetap dalam keimanannya.

  26. Mengagungkan kabah itu boleh tapi dengan alasan mengagungkan karena kabah ialah tempat suci. Dan selalu mengingat Allah ketika melihat sesuatu yang menakjubkan

  27. Fera Agustina/ MPI/ 4 berkata

    bismillahirahmanirah…..
    dalam part 16 ini sungguh amat menakjubbkan. apa yang tadi saya baca membuat ingin sekalii bergegas mengujungi ka’bah salah satu kebesaran Allah. dan saya kagum dengan shofi seorang ayah dr chronos, dia sangat memberikan tauladan yang baik pada anak nya chronos, kesimpulan dari part ini bahwasanya haji itu bukan lah mencium ka’bah tapi lebih mendekatkan diri kepada Allah swt.

    Marhaban Ya Ramadhan….

  28. Winda Dwi Nurrachmawati (1415109032) MPI-4 berkata

    Tahapan demi tahapan ibadah hadi dijalankan oleh chronus dan keluarga dengan semangat dan keyakinan terutama shofi meskipun kondisi semakin melemah tetapi tidak mengurungkan niatan shofi untuk beribadah.
    Dalam part 16 ini, dengan judul “Aku Tak Menyembahmu Kabah” sangat menarik karena dalam part ini menjelaskan bahwa kabah bukanlah sesuatu yang harus disembah atau diagungkan seperti kita mengagungkan Allah. Harus ada paradigma yang merubah akan esensi dari kabah sendiri yang hanyalah sebuah bangunan yang menjadi kiblat umat islam. Karena cuma dan hanya Allah lah yang harus kita agungkan.

  29. Dinny alfiana s. MPI4 berkata

    Pesan shofi pada chronos pada saat berada ditempat terjadinya perang badar, juga seharusnya menjadi pengingat pula untuk kita. Bahwasanya saat kita meyakini ke Esa an Allah serta melakukan setiap perintah dan menjauhi larangan Nya, maka insya Allah pertolongan Allah akan mudah menghampiri kita saat kesulitan sedang melanda kita. Wallahua’lam.

  30. Sri Rahayu MPI/4 (1415109025) berkata

    Bismllah……….
    Pada part 16 ini yang dapat saya temukan adalah semacam perang batin ketika Chronos tiba di hadapan kakbah, ketika menyaksikan isak tangis yang sangat histeris seolah-olah tuhan ada dihadapan jama’ah yang berhaji. Namun Chronos tetap tegar bahwa kakbah bukanlah tuhan, Chronos bukan menyembah ka,bah namun melaksanakan perintah tuhan-Nya. Keimanan yang kuat dalam diri Chronos tak luntur sedikit pun.
    Barokallah……………………

  31. Firman Maulana mpi smt 4 berkata

    Part 16
    Pada bagian ini saya tidak henti hentinya merasa kagum kepada shofi seorang ayah dari chronos, yg mana dgn keadaan nya yg semakin kurang baik ia selalu bersemangat untuk melakukan ibadah haji dan tidak lupa pula menasehati anaknya yaitu chronos, dgn pengetahuan yg shofi miliki ia sampaikan semuanya kepada chronos. Saya jga tertarik dgn kutipan dari chronos bahwasanya ka’bah hanyalah sebuah bangunan yg agung, kita boleh mencintai dan mengagumi ka’bah asalkan jgn melebihi rasa cinta kita kepada Allah dan rasulNya, karena adanya ka’bah melainkan karena kehendak Allah

  32. Siti Nurbaeti (1415109022)-MPI/4 berkata

    Tanamkan rasa cinta kita terhadap ka’bah namun rasa cintanya tidak melebihi rasa cinta kita terhadap Allah dan Rasul-Nya, itulah pelajaran yang dapat saya tangkap dari part 16 ini

  33. Muhammad Yasir Arafah MPI/4 (1415109012) berkata

    Bismillahirrahmanirrahim, dalam part ini perjalanan spiritual semakin terasa. Rombongan keluarga shofi sudah memasuki makkah Al-Mukarramah, beberapa cobaan dan hambatan tak dapat dielakkan. Namun, rasa semangat untuk beribadah mengalahkan rasa ketidak puasan atas pelayanan itu.
    Setelah memasuki makkah, keluarga shofi langsung masuk kedalam Masjidil Haram, dan melaksanakan tawaf untuk pertama kalinya. Benak shofi berkelana, ia melihat semua aktifitas dari sudut pandang filosofis. Ia melihat bahwa semua orang histeris ketika melihat Ka’bah, tetapi tidak dengan chronos. Ia berfikir dengan akal filosofis nya, bahwa ia datang untuk memenuhi perintah-Nya dan memenuhi panggilan nya bukan menyembah ka’bah.

  34. Nur Aliffah/ MPI-4 berkata

    Dalam part ini menjelaskan bahwasanya seseorang yang melihat keagungan allah maka harus segara bersyukur. Ketika kita pergi untuk melaksanakan ibadah haji, buakan bearti kita harus menyembah ka’bah, tetapi kita harus tetap menyembah Allah SWT. kita boleh saja mencium ka’bah dan hajar aswad tetapi kita tidak boleh menyembah ka’bah. Yang hanya boleh kita sembah yaitu Allah

  35. Sri Hardianti-MPI/4-1415109024 berkata

    bismillah
    dalam part enam belas ini, kita bisa mengambil hikmah bahwasannya kabah hanyalah sebagai simbol dari kiblat kita tidak usah meratapi atau merintih di hadapan kabah karena ditakutkan akan menimbulkan syirik.
    shofi tidak hentinya menceritakn semua pengalaman yang ia rekam dengan baik di makkah ini kepada chronos.

  36. umar faruq mpi 4 berkata

    “Wahai Ka’bah, aku tahu kau sangat agung. Tidak ada yang mampu mengalahkan kemuliaan dan keagunganmu. Tetapi, kau bukan Tuhanku. Aku tidak menyembahmu. Kedatanganku ke sini bukan untuk menyembahmu. Aku datang untuk melaksanakan perintah Tuhan-ku menjumpai salah satu keagungan-Nya, yakni dirimu. Maafkan aku. Aku tak akan memujamu sebagai tujuan persembahanku.” kalimat ini lah yang seharusnya tertanam pada jiwa muslim dimana mereka sadar bahwa yang kita sembah haruslah tuhan namun hanya saja ka’bah menjadi perantara dengan keagungan tuhan dan perintah tuhan tentang didalamnya.
    Inilah mungkin yang mengabsyahkan Mekkah sebagai Bakkah. Kota air mata. Air mata yang tidak mungkin cukup ditampung di sebuah tangki minyak tanah di Indonesia.
    ambil hikmah dari chronos beliau profesional dengan proporsional yang dimiliki.

  37. Ega Sugandi (1415109003) MPI/4 berkata

    Hampir satu jam setengah, jama’ah berhenti di tempat di mana Nabi pernah melakukan perang badar. Suatu perang dengan jumlah yang sangat tidak seimbang. Jumlah kaum Muslim hanya 10 persen dari jumlah kaum Quraisy yang masih kaffir. Tetapi, sekalipun mereka berada dalam jumlah yang jauh lebih kecil, umat Islam justru memenangkan pertarungan ini. Di tempat inilah, Shofi berbisik kepada Crhonos. Tentang heroism kaum muslim melawan para yauhudi. Perlanan berlanjut menuju mekkah namun kurang profesionalnya para pihak penyelenggara membuat rombongan menjadi sangat lambat untuk sampai ke mekkah dikarenakan molornya pemberangkatan.

  38. Yunita Nur Rahmawati MPI/4 berkata

    ada kata yang sunnguh menyentuh hati untuk segera menjelajahi ka’bah “Wahai Ka’bah, aku tahu kau sangat agung. Tidak ada yang mampu mengalahkan kemuliaan dan keagunganmu. Tetapi, kau bukan Tuhanku. Aku tidak menyembahmu. Kedatanganku ke sini bukan untuk menyembahmu. Aku datang untuk melaksanakan perintah Tuhan-ku menjumpai salah satu keagungan-Nya, yakni dirimu. Maafkan aku. Aku tak akan memujamu sebagai tujuan persembahanku.

  39. Asiro MPI/4 (1415109002) berkata

    Bismillahirrahmaanirrahiim…
    Dalam novel part 16 ini yang berjudul “Aku Tak Menyembahmu Ka’bah”. Pada kisah ini Crhonos semakin menambah keyakinan pada kita bahwa ka’bah yang selama ini salah ditafsirkan oleh orang-orang dengan tujuan untuk dicium lalu disembah haruslah dihapus. ka’bah hanyalah sebuah monumen sebagai symbol berkumpulnya seluruh umat islam di dunia. Ka’bah bukanlah Tuhan. Tuhan (Allah-lah) yang memang harus disembah.

  40. Asyifa Nuraeni Kartika Ali/MPI/4 berkata

    Bismillahirrahmanirrahim
    Dalam part 16 diceritakn perjalan Crhonos dan keluarga dari Bir Ali menuju ke Makkah, setibanya di Makkah semua jamaah haji speechless dan mungkin terharu selah tidak percaya berada di rumah Allah, tetpi Chronos tetap tenang dan tidak histeris sama sekali, melihat kondisi ayahnya yang kurang stabil akhirnya Chronos memutuskan untuk mencari penyewaan kursi roda, hal itu dimudahkan oleh Allah dengan datangnya lelaki hitam dan berhati baik dengan menurunkan harga serta bersedia mendorong Shofi. chronos berkeyakinan bahwa ia tidak akan menyembah Ka’bah, karena menurutnya Ka’bah hanyalah salasatu tempat bersejarah yang ia kunjungi bukan Tuhan. Itulah pelajaran yang dapat kita ambil di part 16 ini.

  41. pujiati/MPI/4 berkata

    part ini benar-benar mengetuk hati saya untuk cepat-cepat mengunjungi salah satu keagungan Tuhan itu, untuk segera pergi beribadah karena-NYA dan melaksanakan salah satu rukun islam yang terakhir ini, agar terpenuhilah rukun-rukun saya ini, keluarga shofi sungguh menjadi cerminan bagi saya nantinya dalam membina keluarga, pemikiran shofi benar-benar luar biasa dalam hal keyakinan. Dia begitu cerdas dalam menentukan segala hal yang ingin dia lakukan selama ini.

  42. Lu'lu Atul alawiyah (1415109010) MPI/4 berkata

    Bismillahirrohmanirrohim…
    Dalam pelaksanaan ibadah haji, mereka tetap kuat dan semnagat menjalankan perintah Allah tersebut. tidk ada kata lelah bagi mereka. Keinginan untuk mengunjungi ka’bah sudah terpenuhinya. Shofi tak henti-hentinya menceritakan sejarah islam yang terjadi di wilayah tersebut. Namun, chronos ini mengatakan bahwa ka’bah itu bkan Tuhan, melainkan hanya sebuah tempat yang agung dan mulia.

  43. Siti halimah MPI/4 berkata

    bismillahirrahmairrahiim, ,
    saat kita melihat keagungan dan kebesaran allah pasti kita senantisa memujinya, namun ketika kita pergi kemekah bukan berarti kita memohon dan meminta terhadap ka’bah, meliankan hanya allah yang patut kita sembah. begitupun dengan chronos yang tidak mau berlebihan terhadap apa yang dia dengar dan dia lihat di ka’bah ini karena niat dia untuk beribadah kepada allah.

  44. Ririn Nur'aeni berkata

    bismillah di part 16 inii..
    ada kalimat yang dapat menjadi inspirasi bagi kita semua dalam peristiwa perang badar yaitu “kalau kamu ingin memenangkan segala pertarungan, maka, perkokohlah keyakinan kamu”.
    akhirnya keluarga cronos beserta rombongan tiba di ka’bah, semuanya menangis haru ketika menginjakan kaki di ka’bah tapi tidak dengan cronos, ia tidak menangis karena menurutnya ia datang ke ka’bah bukan untuk memuja ka’bah namun ia melaksanakan perintah allah untuk mengunjungi salah satu tempat keagungan bagi umat islam yaitu ka’bah.

  45. Nailiyatul Farhah MPI/4 (1415109013) berkata

    Bismillahirrohmanirrohim,
    Dalam proses melaksanakan ibadah hajinya shofi tidak bosan bercerita tentang sejarah islam kepada chronos, shofi yang lebih tahu tentang sejarah islam ia selalu menceritakan pada anaknya chronos, agae pengetahuan chronos semakin luas.
    Usaha chronos untuk bisa membantu ayahnya melakukan thowaf Allah mudahkan jalan keluarnya. Ka’bah hanyalah bangungan yang agung bukan sesembahan umat islam.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar