Inspirasi Tanpa Batas

Al Farabi Komentator Filsafat Yunani | Sosok Intelektual Muslim Part-7

Al Farabi Komentator Filsafat Yunani | Sosok Intelektual Muslim Part-7
0 67

KOMENTATOR Filsafat Yunani. Dunia Islam mengenal namanya dengan al Farabi. Padahal nama lengkapnya adalah Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al- Farabi. Di Barat, namanya sering disebut dengan kata Alpharabius.

Al Farabi dianggap Pengikut Syi’ah

Banyak pihak menyebut Al farabi sebagai penganut madzhab Syi’ah imamiyah. Ada tiga alasan untuk menyebut bahwa dirinya adalah pengikut syi’ah. Ketiga factor itu adalah:

Pertama, karena perjalanan keagamaan bapaknya yang menjadi seorang opsir (tantara) Turki, keturunan Persia (Iran) hari ini yang mayoritas mengikuti ajaran syi’ah.

Kedua, dia diketahui bertemu –tentu dalam konteks pemahaman dan pemikiran– dengan Sayf al Dawla al Hamdanid, Kepala Daerah (distrik) Aleppo, yang dikenal simpatisan penting Syi’ah imamiyah. Dalam kasus tertentu, Sayf ini, juga dikenal sebagai imam bagi syi’ah imamiyah. Bersama sayf ini pula ia mempelajari filsafat, dan

Ketiga, terlihat dari nalar al Farabi tentang suatu gagasan mengenai penguasa kota utama –yang dirumuskan Plato—dan menjadi cermin system imam dalam konteks theology syi’ah.

Tidak tercatat pasti kapan dia lahir dan meninggal. Hanya dalam literasi sejarah, dia diketahui lahir di Damaskus, Suriah pada tahun 872 Masehi dan meninggal pada tahun 950 Masehi. Inilah tahun-tahun di mana dunia Islam dikuasai dinasti bani Abbas akhir dan dapat disebut sebagai periode yang shaos dalam konteks politik Islam, karena keadaan khilafah yang tidak stabil.

Sosok ini dikenal sangat istimewa Karena dianggap cerdas dan memiliki bakat tinggi. Ia menguasai seluruh mata pelajaran yang dia pelajari. Karena itu tidak salah jika disebut bahwa dirinya adalah penerjemah pemikiran Plato dan Aristoteles. Ia mempelajari pokok pikiran filsafat Yunani awal itu, di Kota Harran –pusat kebudayaan Yunani di Asia Kecil—dalam usia yang cukup tua. Ia diduga menghabiskan waktu sampai usianya 50 tahun untuk mempelajari ilmu agama di Kota Baghdad, seperti belajar fiqih, tafsir dan ilmu hadits.

Karya al Farabi

Karya penting al Farabi adalah: 1). Logika. Suatu kajian yang membahas tentang kebenaran nalar dan bagaimana nalar dibuat dan untuk apa kepentingan nalar; 2). Ilmu-ilmu eksakta dengan Matematika sebagai landasan utama; 3). Ilmu Alam. Suatu kajian yang membahas tentang biologi dan bagaimana alam yang secara natur menunjukkan hokum-hukum kausalitasnya; 4). Teologi. Yakni kajian tentang ketuhanan dalam perpektif kemanusiaan; 5). Ilmu Politik dan kenegaraan, dan; 5). Bunga rampai politik sebagai versus dari khilafah Munawwa’ah.

Namun demikian, di antara karya yang paling masyhur yang ditulis oleh komentator filsafat Palto dan Aristoteles ini, ada magnum ovus yang tampaknya sulit dilupakan imuan dunia sampai saat ini. Karya itu adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama). Buku ini menjelaskan tentang capaian kebahagiaan hidup manusia di muka bumi melalui pembentukan pola relasi antara rezim politik dengan rakyat secara tepat. Rumusan ini, diungkap al Farabi melalui cara kombinasi antara pemikiran Plato-Aristoteles di satu sisi dengan hokum Islam di sisi yang lainnya. ** Prof. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...