Al Ghazali Hujjatul Islam dalam Sosok Intelektual Muslim Part-1

28 85

Mulai hari ini dan ke depan, Lyceum Indonesia, menghadirkan sosok-sosok Intelektual Muslim abad ke 8 sampai dengan abab ke 13 Masehi. Tulisan tentang berbagai sosok dimaksud, dibahas dalam tiga naskah secara urut yang menyangkut pengorbanan sang tokoh pada dunia ilmu. Edisi pertama mengangkat tentang sosok al Ghazali yang dianggap banyak pihak telah memiliki pengaruh yang sangat besar dalam dunia Islam.

Benda Tertajam yang Dimiliki Manusia

Al Ghazali. Inilah nama yang dikenal umat Islam dengan kalimat yang sangat pendek. Padahal, nama sebenarnya begitu panjang, yakni: Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy Syafi’i. Sosok ini, lahir di Tus, Iran pada tahun 1058 dan meninggal di kota yang sama pada tahun 1111 Masehi. Ia termasuk di antara fuqaha, theolog, filosof dan shufi Muslim yang sangat terkenal dan dalam kasus tertentu terkesan kontroversial. Itulah yang kemudian telah memperkenalkan dirinya sebagai hujjatul Islam. Inilah sosok pelanjut dari pemikiran Ibnu Sina, Abu al Hasan al As’ary, al Kindi dan Harits al Muhasibi. Ia sama seperti sosok intelektual Muslim masa lalu, yang selalu menyisakan dialektika filosofis dalam banyak hal. Itu juga yang diperlihatkan al Ghazali dengan guru-gurunya. Perbedaannya sangat terlihat diametral satu sama lain.

Al Ghazali dikenanl sebagai sosok yang tidak pernah berhenti mendorong umat Islam, tentu yang paling penting adalah para pengikutnya, agar mampu menjaga lisan. Hal ini terlihat ketika dia bertanya bertanya kepada para muridnya, tentang benda apakah yang paling tajam dari segenap benda yang dimiliki manusia.

Banyak murid dirinya yang menjawab bahwa yang paling tajam itu, adaah pisau, keris, sillet atau bahkan pedang. Al Ghazali mengatakan bahwa mungkin iya benda dimaksud tajam. Tetapi, ada yang lebih tajam dari hanya sekedar pedang, yakni lidah manusia. Dengan lidah, manusia dapat membunuh manusia lain dan tentu yang paling sederhana adalah melukai perasaan manusia yang lain. Melalui lidah, manusia akan dengan sangat mudah membolak balikan kata dan logika. Menurutnya, adalah tidak hina jika kita menerima alasan orang lain yang patut dianggap benar, sekalipun datang dari musuh pada apa yang menurut keyakinan kita, hal dimaksud sangat membuat diri kita terasa lemah.

Belajar Mendengarkan, Itu Pelajaran Penting

Al Ghazali, juga menyarankan agar para intelektual Muslim untuk tidak segan dan malu kembali ke jalan yang benar, dengan cara salah satunya menerima logika orang lain, yang dianggap lebih lurus dan lebih benar jika dibandingkan dengan logika yang kita anut. Menurutnya, banyak umat manusia yang jatuh karena tidak mau kembali ke jalan yang benar, hanya karena ia merasa bahwa pada apa yang disebut benar itu, logikanya dimiliki orang lain. Karena itu, belajar mendengarkan jauh lebih penting untuk para alim, dibandingkan dengan belajar berbicara atau membaca sesuatu hanya untuk mengetahui sesuatu.

Inilah tauladan atau contoh dalam melaksanakan ajaran agama dan menjauhi apa yang dilarang agama. Jadilah,  contoh agar mampu menginspirasi manusia yang lain. ** Prof. Cecep Sumarna

  1. Muti Hari Hudri berkata

    Imam Al gazali adalah shufi muslim yang sangat terkenal. Al gazali di kenal sebagai sosok yang tidak pernah berhenti mendorong umat islam untuk melakukan kebaikan dan kembali menuju jalan yang benar, dan agar bisa menjaga lisannya dengan baik, karena menurut Al gazali lidah manusia lebih tajam bisa membunuh sesama manusia. ini lah tauladan yang patut di contoh oleh kita semua, kita bisa menuju ke jalan yang benar tanpa mendengarkan ocehan orang lain.

  2. Rian Ade Ismawan T.IPS C/III berkata

    Kebanyakan manusia lebih cenderung memahami pola pikir ilmuan non muslim tidak banyak yang tau bahwa islam juga memiliki ilmuan muslim salah satunya ialah Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i atau biasa dikenal dengan nama al ghazali, merupakan tokoh filosof islam terkemuka yang terkenal dengan berbagai hal yang ada di diri beliau yang patut di contoh oleh kita para kaum muda.

  3. Nidyanitania berkata

    Inilah sosok-sosok intelektual muslim pada abad ke 8 sampai dengan abad ke 13 masehi, salah satunya sosok al Ghazali inilah nama yang dikenal oleh umat islam diseluruh dunia. al Ghazali yang dianggap banyak pihak telah memiliki pengaruh yang sangat besar dalam dunia Islam. Al Ghazali dikenal sebagai sosok yang tidak pernah berhenti mendorong umat Islam, tentu yang paling penting adalah para pengikutnya, agar mampu menjaga lisan. Hal ini terlihat ketika dia bertanya bertanya kepada para muridnya, tentang benda apakah yang paling tajam dari segenap benda yang dimiliki manusia Banyak murid dirinya yang menjawab bahwa yang paling tajam itu, adaah pisau, keris, sillet atau bahkan pedang. Al Ghazali mengatakan bahwa mungkin iya benda dimaksud tajam. Tetapi, ada yang lebih tajam dari hanya sekedar pedang, yakni lidah manusia. jadi sebagai generasi muslim penerus bangsa kita harus mampu menjaga lisan baik untuk diri kita sendri mapun kepada orang lain.

  4. sosok alGhazali yang dianggap banyak pihak telah memiliki pengaruh yang sangat besar dalam dunia Islam.
    Al Ghazali dikenal sebagai sosok yang tidak pernah berhenti mendorong umat Islam
    dan al Ghazali menyaran agar manusia itu tetap menghargai pendapat seseorang
    Dan pada bawasanya pada abad ini umat islam itu sedang menghadapi situasi pelik yaitu karena khalifah islamiyahnya telah berbagi dalam beberapa keracaan kecil.
    Dan pada saat era dimana al-ghazali tumbuh yaitu didunia islam banyak berbeda baik fiqih, teknologi maupun filsafat dan fasawatnya.

  5. siti nurfitri fauziah berkata

    Al Ghazali. Inilah nama yang dikenal umat Islam dengan kalimat yang sangat pendek. Padahal, nama sebenarnya begitu panjang, menurutnya benda tajam yang dimiliki manusia adalah lisan manusia itu sendiri. Ia sama seperti sosok intelektual Muslim masa lalu, yang selalu menyisakan dialektika filosofis dalam banyak hal. Itu juga yang diperlihatkan al Ghazali dengan guru-gurunya. Perbedaannya sangat terlihat diametral satu sama lain.

  6. NIHAYATUN.H/T.IPS C/III berkata

    al-ghazali ialah seorang intelektual islam yang sanga terkenal di kalangan muslim. Neliau tidak pernah berhenti mendorong umat islam, khususnya para pengikutnya.
    Salah satu ajaran nya yaitu agar selalu menjaga lisan. Memang yang paling tajam itu pisau, keris,sillet, ataupun pedang. Akan tetapi lidah manusia lebih tajam.
    NIHAYATUN.H. IPS C/III
    Kita sebagai pemuda harus menjaga setiap perkataanya. Jangan selalu menganggap perkataan dirinya benar, akan tetapi kita harus bisa menerima perkataan dari lainnya. Karena perkataan kita bisa membunuh hati seseorang.

  7. Sandra ismaya berkata

    Terlahirnya sosok intelektual islam sudah tidak diragukan. Sosok intelektual islam ini sangat berpengaruh terhadap semua kalangan muslim sehingga harusnya para kalangan muslim mempelajarinya.
    Bukan hanya mempelajari sosok intelektual luar saja namun juga mempeljari sosok intelektual muslim.

  8. Wahid Abdurrokhman berkata

    Tidak diragukan lagi Imam Al – Ghazali termasuk ulama yang produktif dalam membuat karya tulis. Dan perlu diingat kembali Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad Al – Ghazal sangat di minati oleh pemikir – pemikir yang modern, di karenakan Al – Ghazali tidak memusatkan kebenaran pada akal pikiran. Oleh sebab itu pembelajaran mendengarkan yang disampaikan oleh Al – Ghazali sangatlah krusial, di karenakan agar seseorang mengetahui kebenaran orang lain dan tidak membenarkan pikiran dan faham sendiri. Lebih jelas lagi Al – Ghazali menulis pada karya best sellernya yaitu kitab Ihya U’lumudin, yang subtansinya tentag ahkalakul kharimah. Wa fi laduni laduni qola wafi

  9. Wahid Abdurrokhman berkata

    Tidak diragukan lagi Imam Al – Ghazali termasuk ulama yang produktif dalam membuat karya tulis. Dan perlu diingat kembali Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad Al – Ghazal sangat di minati oleh pemikir – pemikir yang modern, di karenakan Al – Ghazali tidak memusatkan kebenaran pada akal pikiran. Oleh sebab itu pembelajaran mendengarkan yang disampaikan oleh Al – Ghazali sangatlah krusial, di karenakan agar seseorang mengetahui kebenaran orang lain dan tidak membenarkan pikiran dan faham sendiri. Lebih jelas lagi Al – Ghazali menulis pada karya best sellernya yaitu kitab Ihya U’lumudin, yang subtansinya tentag ahkalakul kharimah. Wa fi laduni laduni qola wafi

  10. Siti Mar'atus Soliha berkata

    postingan dari lyceum mengenai pelajaran yang disampaikan oleh sosok hujjatul islam yaitu Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy Syafi’i atau yang sering kita kenal dengan julukan imam al ghazali , beliau juga termasuk di antara fuqaha, theolog, filosof dan shufi Muslim yang sangat terkenal . mengenai benda yang paling tajam yang dimiliki manusia yaitu lidah , menurut saya itu memang benar adanya , terkadang tanpa kita sadari lisan adalah biang dari semua masalah , awal dari adanya permasalahan dan konflik , banyak orang – orang yang tidak berfikir dua kali ketika ingin berbicara dan tanpa kita sadari juga perkataan kita menyakiti hati mereka , dan sakit dari kata- kata yang diucapkan dari lisan melebihi tergores pisau atau pedang . mengenai pembelajaran dengan mendengar memang benar adanya karena terkadang banyak dari mereka yang tidak banyak memahami makna dari sebuah buku sehingga dalam berbicarapun kurang tertata makna dan bahasanya. thanks lyceum atas postingannya banyak makna yang terkandung dari artikel ini , walaupun tak begitu panjang akan tetapi banyak pelajaran sang sangat bermakna dari sini .

  11. Neng Syifa Nur berkata

    Nama asli Imam al-Ghazali ialah Muhammad bin Ahmad, Al-Imamul Jalil, Abu Hamid Ath Thusi Al-Ghazali. Lahir di Thusi daerah Khurasan wilayah Persia tahun 450 H (1058 M). Pekerjaan ayah Imam Ghazali adalah memintal benang dan menjualnya di pasar-pasar. Ayahnya termasuk ahli tasawuf yang hebat, sebelum meninggal dunia, ia berwasiat kepada teman akrabnya yang bernama Ahmad bin Muhammad Ar Rozakani agar dia mau mengasuh al-Ghazali. Maka ayah Imam Ghazali menyerahkan hartanya kepada ar-Rozakani untuk biaya hidup dan belajar Imam Ghazali.[1]Ia wafat di Tusia, sebuah kota tempat kelahirannya pada tahun 505 H (1111 M) dalam usianya yang ke 55 tahun.

    Pada masa kecilnya ia mempelajari ilmu fiqh di negerinya sendiri pada Syekh Ahmad bin Muhammad Ar-Rozakani (teman ayahnya yang merupakan orang tua asuh al-Ghazali), kemudian ia belajar pada Imam Abi Nasar Al-Ismaili di negeri Jurjan. Setelah mempelajri beberapa ilmu di negerinya, maka ia berangkat ke Naishabur dan belajar pada Imam Al-Haromain. Di sinilah ia mulai menampakkantanda-tanda ketajaman otaknya yang luar biasa dan dapat menguasai beberapa ilmu pengetahuan pokok pada masa itu seperti ilmu matiq (logika), falsafah dan fiqh madzhab Syafi’i. Karena kecerdasannya itulah Imam Al-Haromain mengatakan bahwa al-Ghazali itu adalah ”lautan tak bertepi…”

    Setelah Imam Al-Haromain wafat, Al-Ghazali meninggalkan Naishabur untuk menuju ke Mu’askar,ia pergi ke Mu’askar untuk melakukan kunjungan kepada Perdana Mentri Nizam al Muluk dari pemerintahan Bani Saljuk. Sesampai di sana, ia disambut dengan penuh kehormatan sebagai seorang ulama besar. Semuanya mengakui akan ketinggian ilmu yang dimiliki al-Ghazali. Menteri Nizam al Muluk akhirnya melantik al-Ghazali pada tahun 484 H/1091 M. Sebagai guru besar (profesor) pada perguruan Tinggi Nizamiyah yang berada di kota Baghdad. Al-Ghazali kemudian mengajar di perguruan tinggi tersebut selama 4 (empat) tahun. Ia mendapat perhatian yang serius dari para mahasiswa, baik yang datang dari dekat atau dari tempat yang jauh, sampai ia menjauhkan diri dari keramaian.
    Di samping ia menjadi guru besar di perguruan tinggi Nizamiyah ia juga diangkat sebagai konsultan (mufti) oleh para ahli hukum Islam dan oleh pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam masyarakat. Akan tetapi kedudukan yang diperoleh di Baghdad tidak berlangsung lama akibat adanya berbagai peristiwa atau musibah yang menimpa, baik pemerintahan pusat (Baghdad) maupun pemerintahan Daulah Bani Saljuk, di antara musibah itu ialah: pertama, pada tahun 484 H/1092 M, tidak lama sesudah pertemuan al-Ghazali dengan permaisuri raja Bani Saljuk, suaminya, Raja Malik Syah yang terkenal adil dan bijaksana meninggal dunia. Kedua, pada tahun yang sama (485 H/1092 M), perdana Menteri Nidham Al-Muluk yang menjadi sahabat karib al-Ghazali mati dibunuh oleh seorang pembunuh bayaran di daerah dekat Nahawand, Persi. Ketiga, dua tahun kemudian, pada tahun 487 H/1094 M, wafat pula Khalifah Abbasiyah, Muqtadi bi Amrillah.

    Ketiga orang tersebut di atas, bagi al-Ghazali, merupakan orang-orang yang selama ini dianggapnya banyak memberi peran kepada al-Ghazali, bahkan sampai menjadikannya sebagai ulama yang terkenal.[5] Dalam hal ini, karena mengingat ketiga orang ini mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap pemerintahan bani Abbas yang pada saat itu dikendalikan oleh daulah Bani Saljuk, meninggalnya ketiga orang ini sangat mengguncangkan kestabilan pemerintahan bergelar Mustadhhir Billah (dilantik tahun 487 H/1094 M). Pemerintahan menjadi sangat lemah untuk menangani kemelut yang terjadi di mana-mana terutama dalam menghadapi teror aliran Bathiniyah yang menjadi penggerak dalam pembunuhan secara gelap terhadap Perdana Menteri Nidham Al-Muluk.

  12. siti nurkhamidah berkata

    Saya setuju dengan apa yang telah di paparkan oleh prof. cecep bahwa Imam al-ghazali itu merupakan salah satu tokoh ahli filsafat yang mempunyai kelebihan daya ingat yang kuat sehingga dalam pada masanya beliau banyak dihormati orang.selain itu diberikan gelar Jannatul Islam. Beliau adalah seorang ahli fikih, alim, dan rajin. Beliau selalu mengajak ke jalan Allah dalam setiap khutbah dan karya tulisnya yang banyak dan tersebar diseluruh daerah di dunia.

  13. sofiyah berkata

    Menurut saya apa yang diajarkan oleh al-ghazali tentang bahwa yang paling tajam di dunia ini itu bukan pisau,silet,dan sejenisnya,melainkan yang paling tajam itu lidah manusia. Lidah manusia itu bisa membolak balikan perkataan yang benar jadi salah,begitupun sebaliknya dari yang salah jadi benar. Dan jika hal itu terjadi pada orang lain karena lidah,tentunya akan menjadi sakit hati,permusuhan,bahkan akan jauh lebih parah. Dan saya juga sangat setuju,bahwa lebih baik mendengarkan pendapat orang lain ,jika pendapat itu baik dan benar. Kita juga harus terbuka,jangan menganggap bahwa apa yang kita anggap itu selalu benar. Adakalanya kita itu salah dalam menanggapi segala sesuatu.
    Oleh karena itu kita sebagai pemuda,seharusnya kita bisa mencontoh,mengimplementasikan pada hidup kita sehari-hari baik di dalam perkuliahan,lingkungan masyarakat,dan dimanapun kita berada. Trimakasih.

  14. Nurfika berkata

    berbicara mengenai tokoh para ilmuan islam salah satunya ialah al-ghazali beliau merupakan tokoh ilmuan muslim yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dan peradaban islam. Imam al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah. Ia digelar Hujjatul Islam karena kemampuannya tersebut. Ia sangat dihormati di dua dunia Islam yaitu Saljuk dan Abbasiyah yang merupakan pusat kebesaran Islam. Ia berjaya menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan. Imam al-Ghazali sangat mencintai ilmu pengetahuan. Ia juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk bermusafir dan mengembara serta meninggalkan kesenangan hidup demi mencari ilmu pengetahuan. kepribadiannya yang mulai ini patut untuk kita contoh dan dijadikan panutan.

  15. Sarahagustinah berkata

    Banyaknya para tokoh dalam muslim dan non muslim. Salah satu tokohnya ialah al ghazali. Al ghazali addalah nama yang dikenal umat islam dengan kalimat yang pendek beliau juga dikenal sebagai sosok yang sangat luar biasa. Beliau mampu mencontohkan umat islam agar umat islam mampu menjaga suatu lisan karena beliau juga sangat menjaga perasaan hati orang lain. Al ghazali juga berperan penting dalam intelektual muslim agar para intelektual muslim tidak malu untuk kembali kejalan yang bener. Sikap beliau sangat patut kita contoh dari segi sikap dan tindakan yang sangat baik bagi agama islam.

  16. Wati berkata

    Mendapat gelar Hujjatul Islam bukanlah hal yang mudah bagi seorang filsuf Islam, sehingga saya yakin Al-Ghazali merupakan filsuf yang sangat berpengaruh bagi Agama Islam. Terlihat dari beberapa pemikirannya yang saya baca di lyceum ini, diantaranya adalah mengenai pemikiran beliau yang mengatakan bahwa lidah adalah sesuatu yang paling tajam di dunia dan belajar mendengar merupakan pelajaran yang penting. Ya benar, menjaga lidah merupakan hal yang sangat penting, bahkan dalam Islam sendiri pun manusia diperintahkan untuk menjaga lidah dari berkata yang tidak baik apalagi hingga melukai orang lain. Hal tersebut dapat dimaknai bahwa, 1 kata saja yang keluar dari lidah kita dan itu menyakiti orang lain akan berdampak besar bagi diri kita dan orang lain.

  17. Sri Gilang Anjani berkata

    Berbicara tentang tokoh ahli filsafat dalam islam.salah satunya yaitu Imam Al-GHazali,beliau terkenal sebagai ahli filsafat islam yang telah mengharumkan nama ulama melalui hasil karyanya yang sangat bermutu tinggi tersebut.Dan benar apa yang telah dijelaskan diatas tadi,bahwa Iman Al-Ghazali mempunyai daya ingat yang kuat dan Bijak dalam berhujjah.Hal ini menyebabkan beliau benci sifat riya,megah,sombong dan beliau ibadahnya sangat kuat hanya semata-mata untuk mendapatkan keridhaan Allah SWT.
    Dan beliau juga sanggup meninggalkan segala kemewahan hidup untuk mengembara serta meninggalkan segala kemewahan hidup demi mencari Ilmu Pengetahuan.Karena dengan kemampuan yang dimilikinya tersebut.beliau dihormati dan beliau digelar sebagai Hujjatul Islam.

  18. selviana devita berkata

    Islam mempunyai banyak tokoh filsafah islam yang pemikiran nya sangat luar biasa, salah satunya ialah imam al ghazali, beliau juga di kenal bukan hanya seorang filsafah islam tapi bliau juha di kenal sebagai fuqoha dan sufi, imam al ghazali ialah orang yang sangat menjaga perasaan/ hati orang lain, bliau orang yang sangat menjaga lisan nya karena menurut imam al ghazali sendiri ialah benda tertajam yg teedapat oleh manusia bukanlah pedang. Keris. Dan alat tajam lain nya. Melainkan ialah benda tertajam yg terdapat pada manusia ialah lisan, karena menurutnya lisan dapat membunuh/menyakiti sesamanya.

  19. Ryan darmawan T.IPS C Smster 3 berkata

    Bicara tentang tokoh filsafat dunia ada banyak sekali. Ada tokoh dari muslim dan non muslim. Tokoh filsafat muslim diantaranya al ghazali, ibnu sina, abu al hasan dll. Sedangkan dari non muslim yaitu seperti socrates,aristoteles,plato yang berasal dari yunani. Nah sekarang kita akan mengulas tokoh muslim yaitu Imam Al Ghazali yang bernama lengkap Abu hamid muhammad bin muhammad al ghazali ath thusi asy syafi’i. Selain seorang filsuf al ghazali juga seorang fuqoha dan sufi yang sangat terkenal. Muridnya pernah berkata, sesuatu yang tajam itu seperti pedang, pisau, silet tapi menurud gurunya yaitu al ghazali lidah manusia lah yang paling tajam karena dapat menyakitkan hati manusia. Dengan lidah juga dapat membunuh manusia lain karna dapar melukai perasaannya. Maka dari itu diharapkan para intelektual muslim khususnya untuk dapat membenahi diri ke jalan yang lebih baik. Nah salah satunya dengan cara menerima logika atau ilmu orang lain yang dianggap lebih baik dari kita, agar kita dapat membandingkan pemikiran orang lain dengan kita.

  20. Ratnasari berkata

    Al-Ghazali dikenal sebagai seseorang yang jenius, yang tingkat pemikirannya sangat jauh jika dibandingkan kita. Beliau mempunyai daya ingat yang kuat dan bijak berhujjah sehingga beliau di beri gelar hijjatul islam. Menurut Al-Ghazali benda tertajam yang dimiliki manusia adalah lidah. Saya sependapat bahwasannya lidah manusia lebih tajam dari pisau ataupun silet. Karena perkataan-perkataan yang diucapkan manusia walaupun hanya sedikit jika perkataannya itu tidak mengenakkan bisa saja melukai hati bahkan dapat membunuh manusia lain. Oleh sebab itu, sebagai generasi muslim masa depan kita harus mampu menjaga lisan kita. Berbicaralah mengenai hal yang baik-baik. Al-ghazali juga mengatakan belajar mendengarkan itu penting. Namun realitanya manusia bersikap acuh tak acuh terhadap opini orang lain, istilahnya “masuk telinga kanan, keluar telinga kiri” mereka mendengarkan tetapi tidak benar-benar mendengarkan. Karena kebanyakan orang merasa logikanya lebih lurus dan lebih benar jika dibandingkan dengan logika orang lain.

  21. Nurul Putri berkata

    Al-Ghazali adalah tokoh filosof islam yang pemikirannya luar biasa, karena pemikirannya kerapkali tidak terfikir oleh orang biasa. Kita sebagai pemuda pemudi penerus bangsa yang insyaAllah brilian, wajib mempelajari ilmu filosof, tidak hanya pemuda pemudi muslim tetapi barat atau non muslim pun dirasa perlu, namun yang muslim tentu lebih diutamakan. karena didalamnya terdapat pemikiran dan kandungan yang berdasar atau bersumber dari Al-Qur’an dan hadits.
    Namun sayang, seiring zaman para filosof muslim satu persatu mulai dilupakan dan diganti dengan filosof non muslim seperti misalnya penemu aljabar dari muslim yaitu Alkhawaridzmi , Al-Qahsadi , dan Ommar khayyam namun yang lebih dikenal dari non muslim yaitu Diophantus.
    Oleh karna itu kita sesama muslim harusnya lebih bangga dengan filosof muslim dan lebih mendalami filosof orang muslim. Namun bukan berarti kita tidak menghargai hasil filosof non muslim, kita harus tetap toleran menghadapi hal tersebut karena didalam negara kita tumbuh dengan sikap saling toleran.
    Seperti sebuah narasi “Lidah memang tak bertulang, namun dia mampu mematahkan hati seseorang” . Maka dari itu kita sebagai sesama manusia tidak hanya memberi masukan tetapi harus bisa menerima masukan jika itu membuat kita menjadi lebih baik lagi.

  22. Syaoqi Akbari Jamaludin berkata

    Kebanyakan dari kita terlalu fokus terhadap pemikiran orang non muslim dan mengabaikan apa yang kita miliki dari pemikiran muslim, contohnya adalah Al-Ghozali beliau adalah salah satu dari beberapa ilmuan muslim yang mampu membuat pemikiran cukup berpengaruh didunia, dan juga kita sebagai mahasiswa terlalu dimanjakan dengan kalimat hasil dari pemikiran orang non muslim. sudah seharusnya kita bangga terhadap karya yang dibuat oleh sodara muslim kita, ketika kita sebagai muslimnya saja tidak bangga terhadap karya kaum muslim, maka siapa lagi yang akan membanggakannya. orang non muslim? tidak mungkin, karena slogan mereka adalah “menggoyahkan kaum muslim”
    Mulailah untuk menciptakan kebiasaan guyub dengan orang lain dalam memecahkan masalah menggunakan teori dari kaum muslim, tetapi harus diimbangi juga dengan teori orang non muslim. Karena pasti ada saja teori dari orang muslim yang belum tentu ada dalam teori orang non muslim, begitu pun sebaliknya. dan ingat ketika kita akan memecahkan masalah perhatikan juga ucapan. Karena Al Ghazali mengatakan “ada yang lebih tajam dari hanya sekedar pedang, yakni lidah manusia” ahok saja didemo ketika salah ucap, apalagi kita orang awam yang jauh dari backingan aparat.

  23. Rohmatul Ummah berkata

    Sebagai pemuda yang tumbuh dan berkembang pada era globalisasi sudah sepatutnya kita belajar dari beberapa filosof. Tidak hanya filosof barat ataupun non muslim saja, tetapi dari muslim yang harus di prioritaskan. Karena apa, karena dalam pemikiran pemikiran dan penemuan nya terkandung al-qur’an dan hadist.
    Dimana tadi Al-Ghazali mengatakan bahwa “lebih baik mendengarkan, itulah hal yang terpenting” ialah pelajaran untuk orang awam yang belum mengetahui dan memahami tentang ilmu. Karena, lebih baik diam daripada banyak berbicara tetapi entah yang dibicarakan sumbernya darimana.
    Dan kebanyakan pelajar kita lebih mengetahui filosof filosof dari non muslim. Misalnya penemu al jabar yaitu Diophantus, tetapi dari muslim juga ada yaitu Al-khawarizmi, Al-Qahsadi, Omar Khayyam.
    Masih banyak pengetahuan yang harus kita gali dan kembangkan lagi.

  24. Rizal Asyrussani berkata

    Sayangnya pemikiran filosof muslim sepertinya tidak terlalu banyak dimuat dalam materi pembelajaran. Yang sering kita temukan adalah pemikiran dari filosof non muslim. Hal ini berimplikasi terhadap pemikiran pelajar / mahasiswa yang beranggapan bahwa filosof non muslim lah yang paling hebat. Tetapi ternyata tidak, menurut saya pemikiran-pemikiran filosof muslim lah yang paling baik, karena dalam pemikirannya berdasarkan qur’an dan hadits yang di kolaborasikan dengan fakta empiris.

    Al-Ghozali adalah tokoh filosof muslim yang pemikirannya luar biasa, yang kadang tidak pernah kita fikirkan. Contohnya saja seperti narasi tersebut “yang paling tajam adalah lidah, yang paling ringan adalah meninggalkan shalat”

    Kemudian tadi disebutkan bahwa Al-Ghozali menyarankan utk belajar menerima logika orang lain dan belajar mendengarkan .
    Memang realita saat ini, sering kita dengar ada konflik yang disebabkan oleh perbedaan pendapat,logika,pemikiran. Kini perbedaan merupakan sebuah sebab permasalahan.

    Berbanding terbalik dengan dulu, bahwa saat zaman imam madzab itu pemikirannya berbeda. Tetapi tidak menjadi pertentangan

    Disinilah dan saat inilah manusia kehilangan kedewasaan dalam berfikir

    Wallahu alam

  25. Sunoto berkata

    inilah yang perlu dihadirkan dan ditumbuh suburkan dikalangan mahasiswa (muslim) khususnya. yaitu memberikan contoh atau tauladan seorang tokoh ilmuan muslim yang memiliki pengaruh besar dalam dunia Islam. Sebenarnya banyak ilmuan-ilmuan hebat maupun filosof yang dilahirkan Islam , akan tetapi yang sering disebut dan didengar di telinga mahasiswa hanyalah ilmuan dan filosof barat seperti Aristoteles dan Plato saja.

    mengenai belajar mendengar itu penting, ada sebuah perkataan bahwa “Jika ada dua pendapat tentang kebaikanku, yg satu mengatakan baik dan satu lagi mengatakan buruk. Maka akan sangat mungkin pendapat pertama adalah salah dan pendapat kedua adalah pasti benar. Tugas kita hanyalah mnjalankan apa yang membuat Allah ridho dan tetap belajar berbuat baik itu saja”. dari sini kita bisa belajar bahwasannya menjadi manusia bukan hanya memberi masukan saja akan tetapi harus mau menerima masukan yang diberikan orang lain.

    1. lyceum
      lyceum berkata

      Good Mr. Sunoto memang waktunya kita mulai menata

      1. Sunoto berkata

        Hadirnya lyceum memudahkan kita dalam memulai dan menata akan hal itu. Thanks lyceum yang sudah memberi banyak manfaat

        1. Rima Nur Anisa Rahayu berkata

          Imam al-Ghazali adalah seorang ulama dan pemikir besar yang sangat produktif dalam menulis, yang banyak menyumbangkan pikirannya sampai ke generasi sekarang. Banyak sekali tokoh ilmuan muslim yang hebat akan karya karyanya termasuk Imam Al-Ghazali, Akan tetapi sayangnya di era modern seperti ini mahasiswa atau pelajar faktanya hanya mengetahui tokoh ilmuan non muslim dan yang mengetahui tokoh ilmuan muslim hanya sebagian orang saja, seharusnya kita sebagai orang muslim harus mengkaji dan mengetahui tentang pemikiran- pemikiran ilmuan muslim karena Imam al-Ghazali lebih tepat digolongkan dalam kelompok pembangunan agama yang jalan pemikirannya didasarkan pada sumber ajaran Islam yaitu al-Qur’an dan al-Hadits.
          Mengenai benda yang paling tajam di dunia ini adalah lidah, menurut saya memang benar, terkadang tanpa di sadari melukai perasaan orang lain. Oleh karena itu kita harus bisa menjaga ucapan kita agar tidak mematahkan hati orang lain.
          Kemudian mengenai belajar mendengarkan jauh lebih penting untuk para alim, dibandingkan dengan belajar berbicara atau membaca sesuatu hanya untuk mengetahui sesuatu, oleh karena itu tugas kita sebagai muslim diperintahkan oleh Allah terus berbuat baik dan lebih berfikir dewasa dan menerima logika orang lain.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.