Al-Qalb dalam Islam

0 86

AlQalb yang dalam kamus bahasa Inggris [2004] disebut dengan heart. Dalam Islam posisinya mendapat tempat yang tinggi dalam struktur kepribadian manusia, hal itu dapat dilihat dari banyaknya ayat-ayat al-Quran yang menyinggung keberadaan potensi qalbu sebagai kekuatan supranatural dalam menggerakkan fungsi-fungsi kefitrahan manusia dalam berbuat dan bertindak untuk menjalankan berbagai aktivitas kehidupan. Ilmuwan muslim mencoba melihat posisi qalbu  sebagai bagian fitrah nafsani, sebagaimana dijelaskan Abdul Mujib [1999: 59] bahwa fitrah nafsani memliki komponen fisik dan psikis, komponen fisik tercermin di dalam qalbu jasmani sedangkan komponen psikis tercermin di dalam qalbu nurani.

Kata qalb terambil dari akar kata yang bermakna, membalik karena sering kali ia membolak balik, sekali senang sekali susah, sekali setuju dan sekali menolak. Qalb amat berpotensi untuk tidak konsisten. Dalam al-Quran sangat jelas sekali tergambar bahwa posisi qalbu itu berbolak balik, sebagaimana yang difirmankan Allah Swt dalam al-Quran 1). QS. Qaaf [50] ayat 37:

Sesungguhnya yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang memiliki qalbu, atau yang mencurahkan pendengaran lagi menjadi saksi”; 2). QS. Al-Hadid [57] ayat 27 ”…Kami jadikan di dalam qalbu orang-orang yang mengikuti (Isa.As) kasih sayang dan rahmat…”.; 3). QS. Ali Imran [3] ayat 151 ”Kami akan mencampakkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut…”; 4). QS.Al-Hujurat [49] ayat 7 ”…Dia (Allah) menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menghiasinya indah dalam qalbumu…”. Dari ayat di atas, M. Quraish Shihab [1994: 288] menafsirkan kata-kata ”qalbu sebagai wadah dari pengajaran, kasih sayang, takut, dan keimanan”.

Al Qalb dan Dimensi Psikis Manusia

Dimensi qalb adalah dimensi psikis yang ketiga dari aspek nafsiah. Bandingkan dengan pendapat Hanna Djumhanna Bustaman [1995: 93]. Menurutnya Qalbu mempunyai dua arti yakni fisik dan metafisik (psikis). Qalbu dalam artian fisik berupa segumpal daging berbentuk lonjong terletak dalam rongga dada sebelah kiri. Sedangkan dalam artian metafisik dinyatakan sebagai karunia Allah Swt yang halus (lathifah), bersifat ruhaniah dan ketuhanan (rabbaniah), yang ada hubungannya dengan jantung. Qalbu yang halus dan indah inilah hakekat kemanusiaan yang mengenal dan mengetahui segalanya, serta menjadi sasaran perintah, cela, hukuman dan tuntutan Tuhan.

Hadis Riwayat al-Bukhari dari Dimensi ini memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan sifat insanniyah (kemanusiaan) bagi psikis manusia. Ini dapat dipahami dari banyaknya istilah lain yang semakna dengan. Al-Qalb yang mengandung makna fungsi tersebut. Di antaranya ada­lah: 1). Al-Shadr, yaitu tempat perasaan waswas; 2).Al-Qalb, meru­pakan tempat iman; 3).Al-Syagaf, yaitu tempat cinta; 4). Al-Fu’ad yang dapat memelihara kebenaran; 5). Habat al-qalb, yaitu tempa­t cinta dan kebenaran; 6). Al-Suwida, yaitu tempat ilmu dan agama.; Mahajah al-Qalb, yang merupakan manifestasi sifat-sifat Allah; 7).al-dlamir, yang merupakan tempat merasa dan daya rekoleksi (al-quwwah al-hafizah); dan 8). Al-sirr, sebagai bagian qalb yang paling halus dan rahasia.

Demikian banyaknya nama dan peran dalam sistem psikis manusia. Jadi tepatlah kiranya jika al-qalb menjadi penentu dalam kapasitas kebaikan dan keburukan seseorang. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa al-qalb memiliki fungsi strategis dan fungsional dalam diri manusia. Hadits tersebut artinya sebagai berikut: Sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging, apabila ia baik, maka akan baiklah seluruhtubuh,tetapi apabila ia rusak, maka akan rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa ia adalah al-qalb. [HR. Bukhari Muslim]

Dalam hadits tersebut di atas, memang secara tekstual disebutkan ia berupa segumpal daging, para ahli menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah jantung. Jika jantung rusak maka kemungkinan besar organ tubuh yang lain akan tidak berfungsi. Ini pemahaman  yang mudah  dan sederhana, karena bersifat fisik dan tekstual. Namun di sini juga dapat dijelaskan bahwa secara psikis al-qalb juga memiliki fungsi yang demikian besar. Ini dapat dilihat dari telaah terhadap semua avat-ayat yang menjelaskan istilah al-qalb tersebut. Dr. Hj. Ety Tismayati

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.