Alamsyah dan Yanti Memadu Kasih | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 8

26 121

Alamsyah agak kikuk ketika Ghina membawanya bertemu dengan Yanti. Yanti yang tubuhnya sangat Sintal, bibir merah dan muka yang bersih dan bening, serta wataknya yang tenang, bertemu dengan Alamsyah di sebuah Restaurat yang tidak jauh dari kantornya. Mereka bertiga kebetulan memiliki dasar-dasar pergaulan Islami yang relatif baik. Hanya Yanti memang memiliki beban psikologi yang cukup berat, maklum sebelumnya, ia termasuk wanita yang paling sering kena luka dari suaminya.

Setelah sedikit basa-basi, Alamsyah berkata: “Yanti … mohon maaf, barangkali situasi ini tidak membuat kamu menjadi kurang nyaman. Aku tak bermaksud sedikitpun memanfaatkan posisiku yang menjadi pemilik perusahaan dan kamu yang bekerja di perusahaan ini. Aku tak bermaksud menundukkan dan menjadikan kamu sebagai istriku secara paksa. Sama sekali tidak! Kamu memiliki kemerdekaan untuk menolak atas upayaku untuk menjadikan kamu sebagai istriku. Namun, sudikah kiranya, lamaranku ini kau terima … ! Kamu jangan tanya, mengapa aku tidak datang ke rumahmu dan memintanya kepada orang tuamu. Saya kira kita mafhum dalam posisimu yang bukan lagi perawan, kamu memiliki hak untuk menerima atau menolak atas ajakanku ini, sekalipun tidak atas restu orang tuamu.

Yanti diam dan kemudian berkata dengan sangat terbata-bata. Aku bangga dan sejujurnya aku sangat bahagia. Aku bukan hanya sekedar telah menempatkanmu sebagai boss kami, tetapi, juga menempatkannya sebagai guru yang patut ditauladani. Kau adalah kakaku dan segala halnya telah membuat kami harus bersyukur bahwa di alam dunia ini, masih ada orang baik dan bijak seperti dirimu. Aku takut … aku masih trauma. Berilah aku waktu untuk merenung beberapa saat lamanya. Tolong jangan marah ya sama aku … jikapun Tuhan tidak memberi idzin atas niat tulus dan baikmu, demi ke dalaman rasa dan kekagumanku kepada dirimu, selamanya aku tak akan pernah memiliki laki-laki lain karena nafas cintaku telah diisi sama dirimu. Dengan linangan air mata yang makin deras, Alamsyah termangu dan kemudian dia menyatakan: “tak mengapa Yanti … demi rasa cintaku kepadamu … aku tak kan pernah membiarkan kamu larut dalam duka. Bekerja dengan baik di perusahaan ini …. anggap saja, kita tidak pernah berbicara seperti ini.

Itulah hari di mana Yanti, Ghina dan Alamsyah bertemu dalam satu peraduan kasih sayang yang tak berhingga. Mereka seperti menunjukkan wataknya yang benar-benar Islami dan sedikitpun tak pernah menunjukkan rasa kecewa. Justru keduanya tampil prima dengan posisi yang sebenarnya saling menyukai dan mencintai.

Yanti dan Alamsyah Bertemu di Hotel Bintang

Setelah pertemuan itu berlangsung, Alamsyah dan Ghina, terlebih tentu dengan dengan Yanti, tak saling bertemu dalam waktu yang cukup lama. Alamsyah yang shaleh serta Yanti yang Islami dan Shalihah terus berkarier di perusahaan yang semakin hari semakin berkibar. Ia menjadi perusahaan yang sangat besar dengan kapital omzet cukup untuk 50 tahun ke depan. Yanti kembali kuliah di Post Graduate Program atas beasiswa dari perusahaan. Yantipun kembali menjadi mahasiswa S2 dalam bidang yang sama yakni kebijakan publik di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Saat itu, usianya sudah menginjak 39 tahun.

Tanpa diduga, sewaktu Yanti menyelesaikan ujian S2 di Bandung, Alamsyah juga sedang melakukan loby di salah satu Hotel Kota Priangan Bandung. Keduanya bertemu. Tanpa janjian, mereka berada dalam hotel yang sama. Sehabis ujian, Yanti tidak langsung pulang, karena ada beberapa catatan penting atas tesis yang ditulisnya, yang catatannya baru dapat diambil besok paginya.

Sewaktu makan malam, Alamsyah kaget di tempat jamuan makan malam hotel itu ada Yanti. Ia mendekatinya dan mengajaknya berbicara. Asyiklah mereka berbicara di meja itu berdua, tanpa ada yang mengetahui detil pembicaraan mereka. Pramusaji Hotelpun datang mengirimkan makanan dan minuman. Merekapun berdua lahap makan malam itu.

Namun demikian, minuman yang disajikan kepada mereka yang tinggal setengah gelas lagi, dipaksa diambil pramusaji tanpa alasan. Alamsyah dan Yanti hampir marah kepada pramusaji itu. Tetapi entah apa dan mengapa minuman itu diambil secara paksa dari hadapan mereka. Akhirnya, mereka pasrah dan mendapatkan minuman lain yang masih penuh. Ternyata minuman itu, salah alamat ke nomor meja yang dituju. Minuman itu untuk pasangan lain dan telah dicampuri bahan-bahan perangsang atas permintaan konsumen. Namun Yanti dan Alamsyah awalnya tidak mengetahui.

Mereka Larut dalam Reaksi Minuman

Yang pasti satu jam kemudian, baik Alamsyah maupun Yanti jadi berubah sikap. Mereka yang sebelumnya sangat menjaga prinsip-prinsip Islami itu, ketika masuk ke dalam kamarnya masing-masing, gelisah. Mereka memiliki bayangan yang aneh. Alamsyah beberapa kali ingin mengontak Yanti … sama juga dengan Yanti beberapa kali ingin mengontak Alamsyah. Tetapi selalu tidak jadi. Akhirnya, Yanti masuk ke kamar mandi dan merendam tubuhnya dalam air hangat di hotel Bintang IV di Kota Bandung itu.

Berbeda dengan Yanti, perasaan Alamsyah makin tak menentu. Akhirnya, ia bermaksud mengajak Yanti ke luar kamar mencari angin segar di Kota Paris Van Java itu. Ia ke luar kamarnya dan mengetuk pintu Yanti. Dengan nafas yang tak menentu, Yanti membuka pintu kamar dengan tubuh hanya dibalut Handuk dengan rambut ditutup plastik penutup air. Yanti yakin itu Alamsyah.

“Begitu pintu dibuka, benar juga ternyata Alamsyah. Yanti berkata: “Ada apa boss … Alamsyah diam. Yantipun sama, diam … Setelah itu, mereka saling memegang tangan dan masuk ke kamar Yanti secara kikuk dan pelan. Tangan mereka, telah membuat seluruh syaraf keduanya, menjadi tak mampu menahan diri, akhirnya mereka larut dalam irama asmara yang sangat indah. Mereka lupa bukan saja atas posisinya masing-masing, tetapi, juga atas prisip-prinsip keislaman yang dianutnya. Malam itu, mereka sampai tiga kali melakukan hubungan suami istri. Larut dalam asmara kasih yang dalam terminologi cintanya masing-masing, memiliki benih kasih sayang yang sangat tulus”– Bersambung … By. Charly Siera

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

  1. muflikha berkata

    Disaat ada dua insan yang sedang memadu kasih maka disitu banyak sekali godaan yang menimpa mereka. Oleh karena itu jangan mudah tergoda akan hal yang negatif.

  2. khofifah berkata

    iman seseoarang yang sedang di uji, jangan pernah mengtas namakan cinta kalau berujung nafsu. dan kita hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa.

  3. eka ali wahab berkata

    nokhtah kerinduan tuhan part-8
    semakin kita pacu iman kita semakin besar pula godaan dan terpaan yang akan kita hadapi. ungkapkanlah cinta atas dasar keimanan dan ketakwaan agar tidak menjerumuskan dalam hal keburukan yang nantinya akan berimbas negatif.

  4. Tri Anis berkata

    Janganlah mengikuti nafsu, seberapa besar nafsu yang ada apabila iman yang kita miliki kuat maka kita akan terhindar dari dosa besar yang mungkin terjadi.

  5. Uun Unesih berkata

    Dalam kisah noktah kerinduan tuhan part 8 ini. Memang sepenuhnya itu bukan salah mereka berdua. Akan tetapi takdir berkata lain. Dalam percintaan, walaupun mereka berdua sangat patuh terhadap agama pasti ada cobaan yang menggoyahkan mereka yaa contohnya dengan nafsu.

  6. Mohamad Adha berkata

    Manusia memang memiliki dua sisi sikap yang berbeda ada baik maupun buruk, menusia memang memiliki nafsu tapi manusia itu sendirilah yang mengontrol nafsu tersebut apakah akan diarahkan ke arah yang baik ataukah buruk.

  7. Febrialdy Imandyanto Kusuma berkata

    Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

  8. Azis surokhmat berkata

    Ini yang disebut dengan keberhasilan dalam kejujuran, jujur itu pahit tetapi menjadi obat, seperti alamsyah yang menyatakan perasaannya walau tau kenyataan tidak menerimannya tetapi dia tidak ingin membawa perasaan yang membebankan jiwanya.

  9. KORIATUNISA berkata

    Iman dalam hati setiap manusia tidak selamanya berada di atas terkadang juga di bawah karena kita hanyalah manusia biasa yang tidak luput dengan dosa. ingatlah selalu Allah dialah yang menjaga hati kita dari godaan syaitan.

  10. siti alifah berkata

    berhatihatilah dalam hal apapun itu,karena jaman sekarang banyak orang terjerumus dengan hal negatif, kita bisa menjaganya salahsatunya ingatlah selalu pada allah dan lakukan apa yang diridhoi allah

  11. Zainal Ma'arif berkata

    sesungguhnya dallam islam itu mengajarkan iman.

  12. Rifa Awaliyah berkata

    Jika kita hanya memiliki prinsip prinsip keimanan itu tidak cukup jika kita tidak memiliki iman di hati yang sangat kuat. Terlepas dari itu, menatap mata bahkan berbicara berduaan saja itu sudah dilarang oleh agama. Apalagi mereka melakukan sebuah hubungan diluar batas , itu adalah dosa besar.

  13. Qorry Yafatihana berkata

    saat dua insan sedang dalam asmara, disinilah godaan semakin kuat. saat seseorang memiliki niat baik namun karena nafsu yang tidak bisa dikendalikan akhirnya menjerumuskan seseorang kedalam kemaksiatan. disinilah pentingnya menguatkan iman dan butuhnya pihak lain dalam melakukan sesuatu.

  14. Birnawati berkata

    Manusia dibekali akal, nafsyu, dan iman. Namun jika akal dan nafsyu saja yang ada maka rusaklah semuanya. Tanpa iman hidup tidak akan terarah. Sekalipun dikatakan mereka yang memiliki pemahaman agama lebih dalam tapi jika tidak didasari dengan iman maka hancur semuanya.

  15. Lia Herliana berkata

    cinta datangnya dari iman di dalam diri yang mengedepankan akhlak mulia dan ketaqwaan kepada Allah swt. Karena cinta atas dasar nafsu takkan mendatangkan kebahagiaan dan ketentraman di jiwa, kecuali kesengsaraan dan kehinaan yang berkepanjangan.

  16. Siti MH berkata

    Di sini lah nafsu di uji

  17. Peggi Agisna IPS 1/A berkata

    jika tuhan telah menjodohkanya walaupun mereka saling menjauh dan jarang bertemu pasti di waktu lain mereka akan di pertemukan kembali karena sudah takdirnya mereka untuk bersatu

  18. siti khodijah berkata

    Islami adalah bisa dikatakan tentang keislaman.
    Dalam menjalankan perintah-perintah dalam agama Islam, kita tidak boleh hanya menitikberatkan pada aspek simbolis saja, jangan sampai perintah-perintah dalam agama Islam seperti yang sejatinya mengajak kepada kebaikan malah menjauhkan orang lain dari kebaikan.

  19. Fariz Aldi Dwi Rahmawan.Tips A/1 berkata

    Alamsyah dan Yanti Memadu Kasih | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 8
    Yanti dan alamsyah, Ketika rasa kasih dan sayang dapat mengalahkan segalanyaa maka dua insan dengan nafsu yg ada,dua insan bertemu dan saling mencintai hal ini akan membawaa kepada arus yg negatif jika tak dapat dikendalikan , oleh karna itu dalam berhubungan dengan sepasang wanita .lebih baik agar kt menikahinnya langsung agar tidak terjadi hal yang diinginkan.
    terimakasih .

  20. ifa nurfaizah berkata

    Seseorang ketika sedang berada dalam naungan cinta tidak peduli terhadap rintangan yang berada dihadapannya sekalipun itu berat ataupun yang berbau dosa. Sampai ia rela berkorban demi sang pujaan dan ia rela membiarkan barang berharganya diambil oleh sang pujaan padahal ia sudah mengetahui bahwa melakukan seperti itu dosa, tapi karena hasrat cinta nya begitu besar ia tidak mempedulikannya. Dan allah sangat membenci orang yang berzinah,seperti firmannya dalam surat al-isro ayat 32 : ولاتقربواالزّنى، إنّه كان فحشةوساءسبيلا
    “Dan janganlah kamu mendekati zinah,sesungguhnya zinah itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.

  21. Mariyo Tadris IPS/A Semester 1 berkata

    Alamsyah Dan Yanti Memadu Kasih | Nokhtah Kerinduan Tuhan Part – 8
    godaan setan memang semakin hebat dan kuat saat kita memiliki niat baik untuk menikah. seperti Alamsyah dan yanti yang terjebak dalam kubangan lumpur dosa, saat tidak sengaja meminum minuman tamu yang telah diberi obat. disini pentingnya ada orang ketiga atau wali untuk menjadi penengah saat pertemuaan dua Insan.

  22. Adelia Pramesetia berkata

    Sebagai umat Islam kita seharusnya berhati hati dalam hal apapun, karena bisa saja apa yang kita ucap menjadi tumbal buat diri kita sendiri.

  23. Iqbal ismail berkata

    kita Sebagi manusia biyasa harus bisa menjaga dirikita agar kita tidak melalikan dari sareat islam.agar kita kidak melalkan yaitu dengan ketakwaan dan keimanan.

  24. Luinah berkata

    Berhati2 dengan ucapan yang telah kita ucap. Karena semua itu tidak ada yang ga mungkin, ucapan bisa saja menjadi sasaran pada kita sendiri. Maka dari itu kita harus bisa menjaga iman dan ketakwaan kita.

  25. MUNIRUDIN berkata

    Semua manusia tidak luput dalam kelalaian, bila kita tidak hati hati dalam bertindak bukan tidak mungkin kita sendiri akan menjadi korban dari perbuatan yang kita lakukan sendiri.

  26. Aninda fidiya sari berkata

    Assalamualaikum.
    Sebagai seorang muslim , harus berhati hati dalam segala hal dalam apapun itu. Jangan sampai terjerumus dalam hal yang negatif .

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.