Inspirasi Tanpa Batas

Albert Einstein Desainer Bom Atom Amerika

0 54

ALBERT Einstein Desainer Bom Atom Amerika. Teori dunia fisika yang telah lama dikembangkan Galileo Galilei dan Isak Newton –yang juga sering disebut sebagai Nabi-nabi Fisika—dan telah mapan di kalangan ilmuan dunia, tiba-tiba berantakan ketika Albert Einstein menemukan teori relativitasnya. Melalui teori inilah, perkembangan teknologi, industry, komunikasi, engineering, biologi, kimia dan kedokteran berkembang dengan cepat, secepat kemasyhuran Einstein sendiri.

Dalam teori Fisika klasik, ilmu fisika, umumnya dianggap hanya mengkaji soal mekanika, listrik, magnet, optic, panas dan gelombang. Eisntein mengubah wajah fisika menjadi lebih dinamis. Akibatnya, ilmu fisika modern yang diilhami teori Eisntein ini, telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, khususnya setelah Albert Einstein menemukan teori E = MC2. Rumus ini jika diterjemahkan berarti: E sama dengan Energi, M berarti Massa dan c berarti dikali Quandrat kecepatan cahaya. Karena itu, meski banyak sekali hasil penemuan Eisntein dalam bidang fisika, tetapi, teori ini tetap sangat terkenal dan mengalahkan teori yang lainnya.

Fisika, akhirnya menemukan teori relativitasnya dan penemuan radio aktif oleh Currie Family. Melalui teori relativitas Einstein ini pula, Bom Atom berhasil dibuat di Amerika dan dijatuhkan di Hirosima dan Nagasaki Jepang, pada tahun 1945 yang menewaskan setidaknya 200 ribu pendduk dua kota Jepang dimaksud. Inilah awal di mana Amerika Serikat resmi menjadi adikuasa dunia karena ia berhasil mengalahkan kaum fasisme.  Dalam perkembangan selanjutnya, melalui teori ini pula, berbagai teknologi nuklir lain akhirnya dapat dilahirkan, termasuk radio aktif dan senjata kimia.

Keraguan Einstein atas Teorinya

Einsten rupanya pengikut filsafat Descartes yang menyatakan co gito ergo sum. Buktinya, sebelum bom atom ini benar-benar dibuat dan dijatuhkan di Nagasaki dan Hirosima Jepang, ia ragu akan teori relativitasnya ini. Rumus pembuatan bom atom melalui teori relativitasnya ini,  dianggapnya mirip seperti penembak yang menembak burung dalam gelap, artinya jumlah burung yang berhasil ditembak pasti sedikit karena dianggap belum memiliki kejelasan.

Dari mana sesungguhnya teori atom ini pertama kali ditemukan. Di sisi dan dalam konteks ini, Einstein rupanya harus berterima kasih kepada ahli fisika Hongaria, bernama Leo Szilard yang sejak tahun 1934, terus menerus secara konsisten mengembangkan teori inti atom yang dianggapnya dapat dipecah jika ditembak berulang-ulang dengan partikel neutron. Jika langkah ini mampu dilakukan, maka akan terjadi chain reaction (reaksi berantai) dengan dampak yang luar biasa. Leo menemui Einstein dan menyampaikan penemuannya. Temuan Leo tentang chain reaction ini, kemudian oleh Eisntein dirumuskan pada teori e=mc², yang dapat menghasilkan kekuatan raksasa dengan dampak yang juga raksasa. Inilah yang akhirnya meyakinkan Eistein sendiri, bahwa ternyata, teorinya itu benar. ** Prof. Dr. Cecep Sumarna

Komentar
Memuat...