Home » Politik » Alexander Agung dan Teori Politik Kekuasaan

Share This Post

Politik

Alexander Agung dan Teori Politik Kekuasaan

Alexander Agung dan Teori Politik Kekuasaan

Alexander the Great atau Alexander Agung, adalah tokoh politik dan pemikir dunia. Di kalangan masyarakat Muslim, ia patut ditahbiskan sebagai Dzulqarnain yang ahlul hikmah. Ia lahir sebagai seorang pangeran dari Raja Fillipus II yang memimpin Makedonia pada abad ke 4 Sebelum Masehi. Disebut Alexa.

Ia dikenal sangat mencintai dan dicintai rakyatnya. Ia sopan dan memiliki kepandaian dalam menakulukan kekuasaan yang lain. Menguasai tak perlu dilakukan dengan kekejian, tetapi, semestinya dilakukan dengan cinta kasih dan ketulusan.

Alexander Agung, lahir tanggal 20 Juni 256 SM di Ibu Kota Makdonia bernama Phela. Ibunya bernama Olypias seorang puteri kerajaan dari Epirus. Raja yang hanya berkuasa selama 13 tahun itu, mampu menguasai separuh dunia dan gerakan ekspansinya telah menginspirasi tokoh-tokoh politik dunia temporer seperti Hannibal, Pompey dan Caesar dari Romawi serta Napoleon. Dialah peletak negara Makedonia sebagai kerajaan terbesar dunia di zamannya.

Sejak umur 13 tahun, Aristoteles, seorang Filosof Athena dan murid Plato, ditarik Filipus untuk menjadi guru bagi Alexander Agung. Melalui tangan filosof materialism inilah, Alexander diajarkan tentang keharusannya untuk mencintai ilmu pengetahuan, kedokteran dan filsafat. Pada saat raja Filipus menyerang Byzantium ditahun 340 SM., dia memberikan kepercayaan kepada Alexander untuk memimpin Makedonia yang baru berumur 16 tahun. Empat tahun kemudian, saat setelah raja Filipus meninggal dunia, Alexander ditetapkan sebagai raja Makedonia dalam usia 20 tahun.

Rekomendasi untuk anda !!   Logika Hukum Ahok dalam Nalar Aristoteles

Setahun kemudian, dengan membawa pasukan yang tidak kurang dari 42.000 orang, ke Persia dan terus menerus menyerang daerah lain termasuk menguasai Byzantium, Asia dan India. Mereka baru berhenti di India Karena pasukannya mengalami kelelahan akut.

Alexander dikenal sangat ketat dengan bukti menghukum seluruh gubernur yang melakukan pelanggaran. Ia juga memberi penghargaan kepada seluruh prajuritnya dalam bentuk uang dan bingkisan lain, termasuk mengawinkan seluruh prajuritnya dengan wanita bangsawan asal Persia yang sudah ditaklukkannya.

Ia mengkombinasikan budaya Makedonia dengan budaya Persia, meski banyak sekali akhirnya yang menolak langkah yang dilakukan Alexander. Di Mesir yang dulu namanya Babylonia, ia mengalami demam selama kurang lebih dua minggu yang tidak kunjung sembuh. Akhirnya, tanggal 10 Juni 323 SM, dalam usia 33 tahun, ia wafat.

Lyceum University dan Peran Aristoteles dan Alexander Agung

Lyceum adalah saingan Akademia. Ia didirikan Aristoteles setelah ia ke luar dari Akademia. Kita tahu kalua Akademia didirikan dan dipimpin langsung oleh Plato –yang tidak lain, kecuali guru dari Aristoteles itu sendiri. Alasan utama mengapa Aristoteles ke luar dari Akademia, disinyalir karena dia dianggap tidak sejalan dengan gurunya itu dalam soal realitas dan idealitas kebenaran.

Rekomendasi untuk anda !!   Kontroversi M. Natsir | Tokoh Politik Islam Indonesia Part 3

Di usia Aristoteles yang ke 50, Lyceum Universuty didirikan Aristoteles. Kampus ini, disokong penuh muridnya yang kemudian menjadi raja Makedonia, yang bernama Alexander Agung itu. Akhirnya, Karena lyceum disokong kekuasaan, perjalann untuk mencapai kemajuannya menjadi demikian singkat.

Terbukti, kalau Akademia Plato baru menjadi mercusuar ilmu ketika usia kampus itu berada di kisaran 40 tahun, maka, lyceum hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 12 tahun. Dua kampus ini, secara otomatis membedakan karakter filsafat Aristoteles dan filsafat Plato. Diketahui kalau Plato dianggap dualis kalau bukan idealis, sedangkan filsafat Aristoteles sangat empiris kalau bukan materialism. Tetapi, melalui lyceum inilah, filosof lain tumbuh secara subur dan mewarnai dunia. Prof. Cecep Sumarna

Share This Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>