Amerika Rusia Kembali Memanas

Amerika Rusia Kembali Memanas
0 44

Amerika Rusia kembali memanas. Hal ini mengingatkan berbagai peristiwa puluhan tahun lalu, di mana kedua negeri adi daya ini, selalu gampang tersulut konflik. Kali ini, konflik kembali terjadi. Konflik kali ini, dipicu karena Rusia dituduh melakukan peretasan terhadap Pemilu Presiden Amerika –yang memenangkan Donald Trump–.

Rusia dianggap intelejen Amerika melakukan peretasan terhadap Partai Demokrat. Ujungnya, Calon Presiden dari Partai Demokrat pertama berjenis kelamin wanita itu, gagal gagal ke Istana.

Sejumlah Diplomat diusir dari Amerika Serikat

Karena Rusia dituduhsemacam itu, sebanyak 35 diplomatnya yang bertugas di Amerika Serikat (AS), disuruh segera hengkang dari Amerika. Ke 35 Diplomat Rusia dimaksud, diberi waktu 72 jam untuk hengkang dari Negeri adi daya ini. Inilah balasan bagi negeri yang dianggap terlibat atau campur tangan dalam pemilu AS melalui operasi serangan cyber. Obama berkeyakinan bahwa sejumlah diplomat dimaksud, terlibat operasi intelejen. Ini merupakan tanda buruk atas kehormatan suatu bangsa.

Selain itu, dua kantor yang digunakan otoritas Rusia di New York dan Maryland, juga ditutup. Pejabat yang berbicara kepada Reuters dalam kondisi anonim itu mengatakan, para staf Rusia hanya diberi waktu untuk mengakses kantor di New York dan Maryland hingga Jumat siang (30/12/2016) waktu setempat. “Respons perlu dan tepat untuk upaya yang membahayakan kepentingan AS, yang melanggar norma-norma internasional atas perilakunya,” lanjut Obama. “Semua orang Amerika harus khawatir dengan tindakan Rusia.”

Sikap Vladimir Putin

Sikap tenang ditampilkan Presiden Rusia Vladimir Putin. Ia memutuskan untuk menahan diri dengan tidak mengusir 35 diplomat Amerika Serikat (AS) dari Rusia. Meski awalnya, Putin sudah mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya akan melakukan langkah yang sama dengan cara mengusir 35 diplomat AS yang ada di Rusia. Alasannya,  Karena Presiden AS terpilih, yakni Donald Trump. Langkah tersebut diambil sembari menunggu Trump disahkan sebagai Presiden AS.

Putin berharap Trump bisa memperbaiki hubungan antara AS dan Rusia yang selama ini selalu berlawanan. “Kami tidak akan membuat masalah dengan diplomat Amerika. Kami tidak akan mengusir siapa pun,” kata Putin dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Sabtu (31/12/2016).

Komentar
Memuat...