Amerika Serikat dalam Bayang-bayang Suram Intelegent

0 95

Amerika Serikat dalam Bayang-bayang Suram Intelegent. Dalam dua tahun terakhir, Amerika Serikat selalu berada dalam kepungan informasi bocor para intelegent. Negara ini, tampaknya tidak lagi mampu menahan para intelegent yang selama ini bekerja untuk kepentingan negara. Informasi yang bocor, kadang tidak tanggung-tanggung, ke luar dari sosok atau tokoh yang seharusnya melindungi negara yang mereka kuasai. Berikut dalam tulisan ini akan dikupas dua tokoh penting yang telah membuat pemerintahan Amerika Serikat sedikit pusing.

Direktur FBI

James Comey, adalah Direktur ketujuh Biro Investigasi Federal [FBI] Amerika Serikat. Jabatan ini ia emban sejak tahun 2013 dan seharusnya menghabiskan masa pensiunnya di FBI pada tahun 2017.  Sosok yang lahir 14 Desember 1960, tidak sampai berakhir di tahun 2017, beberapa bulan terakhir ia malah diberhentikan Donald Trump karena dianggap membocorkan rahasia negara. Sarjana hukum yang berkarier dalam jabatan-jabatan strategis penuh resiko di di Amerika Serikat ini, diangkat Barack Obama sebagai Direktur FBI.

Ia dianggap berdosa terhadap Nyonya Clinton karena dituduh telah membocorkan komunikasi publik Hillary Clinton. Karena faktor ini pula, banyak analis di Amerika Serikat menuduh Comey telah menjadi penyebab kekahalahan istri Clinton ini. Jejak Comey yang demikian, seharusnya menjadi daya tawar sendiri bagi Trump. Tetapi ternyata tidak. Trump malah memberhentikannya sebagai Direktur FBI pada 09 Mei 2017. Mengapa ia dipecat. Karena ia dituduh membocorkan komunikasi rahasia Trump dengan Puttin saat pemilihan Presiden Amerika Serikat berlangsung.

Gedung Putih mengatakan bahwa Comey dipecat karena membantu menyelesaikan penyelidikan akan peran Rusia dalam pemilu Amerika Serikat 2016. Comey menyebut bahwa Trump telah menyatakan kepada pihak Rusia bahwa dirinya “menghadapi tekanan besar berkaitan dengan penyelidikan Rusia. Lalu Trump menyatakan bahwa saat ini sudah selesai”. Ia menyebut bahwa Comey dipecat untuk “mempermudah” penyelidikan Rusia terhadap dirinya. Ia menyebut kejadian ini sebagai “pekerjaan gila”.

Comey dalam suatu memo pribadi yang diduga ditulisnya menyebut bahwa Trump telah meminta dirinya untuk pribadi mengakhiri penyelidikan atas Jenderal keterlibatan Michael Flynn dan menintanya untuk memenjarakan wartawan yang mempublikasikan kebocoran informasi yang sangat rahasia. Menurut Comey, Trump telah mencoba untuk mempengaruhi dia dalam penyelidikan peranan Rusia ini.

Snowden Berbeda dengan Comey

Edward Joseph Snowden adalah fenomena intelejen kontroversial dunia mutakhir. Pria kelahiran Amerika Serikat, 21 Juni 1983, kini menjadi hantu paling menakutkan bagi pemerintahan Amerika Serikat. Bagaimana tidak, Kontraktor National Security Agency [NSA] ini, diprediksi telah membocorkan informasi rahasia NSA kepada publik.

Edward J. Snowden awalnya adalah pekerja bagi NSA. Perjalanan waktu mengubah dirinya. Entah apa sebabnya, tiba-tiba pada tahun 2014, ia berbalik arah menjadi musuh. Ia dianggap bukan saja mengkhianati NSA, tetapi, bahkan mengkhianati negaranya sendiri. Suatu negara super power yang dianggap banyaka kalangan sangat pandai menyimpan rahasia.

Karena itu, tidak heran jika pihak pemerintah USA, terus mengejarnya dan meminta untuk mempertanggungjawabkan seluruh perbuatannya. Namun apa daya, ia tidak mampu disentuh pemerintah adikuasa ini, sampai saat ini.  Tidak tanggung-tanggung, sudah sepuluh super rahasia yang dibocorkan Snowden ke publik luas. Di antara yang dibocorkan sosok ini adalah, kebiasaan NSA yang menyadap seluruh komunikasi warga Amerika Serikat [AS]. Penyadapan itu sendiri, didukung oleh idzin Pengadilan USA yang diperbolehkan menyadap seluruh komunikasi warga Amerika Serikat, tanpa kecuali.

Pada awalnya, penyadapan ini, hanya diberlakukan terhadap salah satu operator seluler terbesar di AS, Verizon. Namun dalam perkembangan selanjutnya, NSA, menurut Snowden malah menyadap hampir seluruh operator seluler AS. Mereka dipaksa bekerja sama dengan NSA. Whistle Blower yang saat ini diprediksi tinggal di Jerman ini, lebih lanjut menyatakan bahwa NSA juga telah menyadap seluruh jaringan seperti Google, Face Book, microsoft dan Apple.

Penyadapan ini dilakukan melalui program “PRISM”. Kebiasaan buruk ini dilanjutkan dengan memata-matai 122 ponsep kepala negara dunia. Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Brasil Dilma Roussef, mantan Presiden Meksiko Felipe Calderon, dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menurutnya termasuk di antara tokoh dunia yang menjadi korban penyadapan NSA.

Bagi kita sebenarnya tidak terlalu penting soal isu penyadapan dan materi yang disadap. Karena kita tahu bahwa soal dimaksud, mafhum diketahui banyak kalangan. Tetapi, yang menarik ada apa dengan USA hari ini? Apakah ini akan menjadi tanda nyata bahwa USA memang sedang menghadapi deklanasi sipat keadikuasaannya. [Team Lyceum Indonesia]

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.