Anas Urbaningrum dalam Rangkaian Kisah Politik Indonesia

0 87

Anas Urbaningrum, kembali menjadi sorotan. Kali ini ia sering disebut sebagai bagian dari aktor penting atas kasus E KTP yang membelit banyak tokoh nasional Indonesia. Di kasus ini, Anas kembali masuk dalam berbagai sorotan publik sebagai figur kunci dalam kerahasiaan persoalan yang membelit E KTP atas keterlibatan tokoh-tokoh politik nasional.

Sosok muda yang sempat diprediksi bakal menjadi Presiden Republik Indonesia itu, tiba-tiba kembali muncul setelah hampir 4 tahun terhempas ke sebuah kamar penuh jeruji. Kebiasaan dan kemampuan komunikasi verbal yang dimilikinya, tidak mampu membendung psosisinya yang digeser dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat besutan Soesilo Bambang Yudhoyono.

Hampir sulit untuk menyebut tokoh akademik, politik dan pegiat sosial budaya yang tidak mengenal sosok ini. Anas yang lahir rahiem gerakan reformasi pada tahun 1998. Saat gerakan ini berlangsung, ia berada dalam posisi sebagai ketua umum organisasi mahasiswa terpandang di dunia.

Suatu organisasi yang ditempatkan berbagai analis organisasi sebagai organisasi dengan sebutan sebagai organisasi kader terbaik di Asia Tenggara. Organisasi itu dikenal dengan sebutan Himpunan Mahasiswa Islam. Organisasi kemahasiswaan tertua jika dibandingkan organisasi ekstra kampus lain di Indonesia. Organisasi yang didirikan Lafran Pane di Jogjakarta ini, pernah membuat dirinya masuk dalam pusaran birokrasi negara.

Karier Politik Anas Urbaningrum

Anas Urbaningrum, lahir di Ngaglik, Srengat, Blitar, pada 15 Juli 1969. Ia menghabiskan pendidikan dasar sampai menengah atas di Blitar. Selulus SMA, melalui Program Penelusuran Minat dan Kemampuan [PMDK] di tahun 1987, ia masuk menjadi mahasiswa S1 pada Program Studi Jurusan Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Air Langga [Unair] Surabaya. Program Sarjana S1 ia selesaikan tahun 1992.

Di tahun 2000, Anas berhasil memperoleh gelar Magister dalam bidang yang sama di Kampus Universitas Indonesia. Tesis dengan judul: “Islamo-Demokrasi: Pemikiran Nurcholish Madjid” menghantarkan dirinya menjadi Master di UI. Kini, Anas tengah merampungkan studi doktor ilmu politik pada Sekolah Pascasarjana UGM, Yogyakarta.

Anas Urbaningrum mengawali kariernya di kancah politik dimulai di organisasi gerakan mahasiswa. Ketua Umum PB HMI sebagai  hasil kongres Yogyakarta pada 1997. Dalam perannya sebagai ketua organisasi mahasiswa terbesar itulah Anas berada di tengah pusaran perubahan politik pada Reformasi 1998. Pada era itu pula ia menjadi anggota Tim Revisi Undang-undang Politik, atau Tim Tujuh, yang menjadi salah satu tuntutan Reformasi.

Pada pemilihan umum demokratis pertama tahun 1999, Anas terpilih menjadi anggota Tim Seleksi Partai Politik. Team ini terdiri dari Sebelas orang, yang bertugas memverifikasi kelayakan suatu partai politik untuk ikut dalam pemilu. Selepas menjadi team seleksi, ia menjadi anggota Komisi Pemilihan Umum pada periode 2001-2005 yang mengawal pelaksanaan pemilu 2004. Anas bergabung dengan Partai Demokrat pada 2005 dan diangkat menjadi Ketua Bidang Politik dan Otonomi Daerah setelah sebelumnya undur diri dari KPU. Anas kemudian menjadi anggota DPR RI periode 2009 – 2014 dari Daerah Pemilihan Jawa Timur IV.

Pada 23 Mei 2010, Hasil Kongres Partai Demokrat di Bandung, menetapkan dirinya menjadi Ketua Umum. Setelah terpilih menjadi ketua umum, ia berhenti dari jabatannya sebagai ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Waktu menentukan lain. Pada 23 Pebruari 2013, ia menyatakan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Partai Demokrat setelah sebelumnya [22 Februari 2012] ia ditetapkan sebagai tersangka berbagai kasus oleh KPK.

Kini, ketua Presidium Perhimpunan Pergerakan Indonesia [PPI], yang didirikan bersama rekan-rekan setianya pada 15 September 2013, kembali meramaikan jagad politik atas belitan sejumlah informasi yang dimilikinya. Pertanyaannya, akankah Anas membuka semua catatan bukunya. Kita tidak tahu ….  Team Lyceum Indonesia

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.