Inspirasi Tanpa Batas

Antara “Banjir Kuning” dan Kalangan Tionghoa Cirebon

0 8

Konten Sponsor

AIR bah itu bernama “banjir kuning”. Kekuatan banjir itulah yang kini tengah diperhitungkan berbagai  kalangan masyarakat maupun ahli dalam berbagai bidang. Bagaikan banjir, mereka merayap memasuki relung-relung tanah yang cekung. Itulah Cina dengan kekuatannya yang luarbiasa.

Istilah “bahaya kuning” (yellow dangerous) sendiri diduga berasal dari sebuah sungai besar di negeri itu, yakni Huang He, yang disebut juga sebagai “sungai kuning” (yellow river) yang terletak di utara Cina yang sering menjadi pangkal bencana banjir.  Namun  di mata pihak Barat “bahaya kuning” terjadi akibat migrasi (perpindahan penduduk) secara besar-besaran ke seluruh dunia.

Di berbagai kota dunia, mereka kemudian membangun koloni-koloni yang dinamakan “China Town” atau Pecinan. Mereka kemudian terdiaspora lepas dari akar budaya aslinya kemudian membentuk budaya baru di tanah barunya dan selalu hadir di setiap sudut negeri. Di Indonesia mereka menyebut dirinya Tionghoa.

Negeri asal mereka, Cina, secara resmi disebut sebagai Republik Rakyat Tiongkok, sebuah negara yang berada di Asia Timur, merupakan negara paling besar di dunia, baik populasi (penduduk) maupun wilayahnya, jika dibandingkan dengan Amerika Serikat. Cina oleh mereka disebut juga sebagai “Zhongguo” yang berarti “Negeri Tengah” atau “Kerajaan Tengah”.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar