Inspirasi Tanpa Batas

Apa itu Kutu Putih (Bemisia Tabaci) dan bahayakah hewan tersebut?

kutu putih
0 402

Hai teman teman, kali ini penulis akan memberikan informasi tentang binatang yang mungkin sering kalian temukan di dedaunan dan mungkin diantara kalian masih belum banyak mengetahuinya. Sebelum penulis beri penjelasan lebih lanjut. Penulis kasih tahu dulu ya, ciri-ciri binatang tersebut. Ia itu bertubuh mungil, berwarna putih dan sering bergerombol. Biasanya mereka bersembunyi di balik dedaunan teman-teman.

Lalu kenapa sih, penulis merasa perlu menjelaskan binatang tersebut? Jawabannya adalah just information. Biar kalian itu tahu binatang itu apa dan seberapa bahayakah binatang tersebut.

Kebayang gak sih, misalnya kalian lagi seneng-seneng metik buah di halaman rumah atau taman, tiba-tiba malah ketemu binatang putih-putih yang bergerombol dibalik dedaunan ataupun langsung dibuahnya. Sudah pasti kalian geli, atau mungkin sampai ketakutan.

Apa sih binatang putih yang suka bergerombol dan bersembunyi dibalik dedaunan itu ?

Orang-orang menyebut binatang putih tersebut dengan sebutan kutu putih/kutu kebul. Mungkin karena binatang itu berukuran kecil seperti kutu dan berwarna putih kali ya, sehingga orang-orang sering menyebutnya Kutu putih. Dalam bahasa ilmiah, kutu putih itu bernama Bemisia Tabaci.

Kutu putih tersebut berukuran paling panjang itu sekitar 0.8 mm. ia mempunyai tubuh berwarna putih itu disebabkan sekresi lilin diantara kedua sayapnya. Kutu putih bisa menghasilkan telur mereka 50 sampai 400 buah lho.

Nah, telur-telur sang kutu putih itu berukuran kurang lebih antara 0.10 mm sampai 0.25 mm dan sang Induk pasti meletakan telur-telurnya dibalik dedaunan. Yap benar, putih-putih yang sering kalian temui dan bergerombolan di balik dedaunan itu adalah telur-telur kutu putih bukan si kutu putih itu sendiri.

Lalu dimana saja sih kalian akan menemukan kutu putih itu ?

Kalian pasti akan menemukan kutu putih tersebut di beberapa jenis tanaman buah seperti rambutan, anggur dan lain-lain. Tidak hanya di tamanan buah, di tanaman sayur-sayuranpun kutu putih akan kalian temukan, seperti misalnya di tanaman wortel, buncis, kacang-kacangan, ubi jalar, labu, mentimun dan sayur-sayuran lainnya. Kalo ditanaman hias, biasanya kutu putih selalu hinggap di tanaman bunga seperti mawar, lantana, lili dan lain-lain.

Seberapa bahayakah kutu putih itu ?

Sampai saat ini, penulis belum temukan seberapa bahaya kutu putih tersebut bagi tubuh manusia. Sebab penulis sendiri, belum pernah merasakan efek apapun, baik gatal atau apapun ketika menyentuh kutu putih yang bergerombolan di balik dedaunan mangga ataupun tanaman lainnya.

Namun bagi tumbuhan itu sendiri, jelas kutu putih sangat berbahaya. Untuk lebih jelas, simak beberapa uraian di bawah ini :

  1. Kutu putih bisa menyebabkan dedaunan rusak sampai berguguran. Hal tersebut terjadi karena kutu putih membawa virus mosaic kuning atau virus Gemini yang menular dan merusak dedaunan.
  2. Kutu putih menyebabkan kandungan nutrisi dalam suatu tumbuhan tertentu berkurang, karena kutu putih telah menyerap terlebih dahulu nutrisi tersebut.
  3. Kematangan tidak akan maksimal dan teratur, khususnya bagi tanaman tomat, kol, dan lain-lain.

Ketika kutu putih ini berkembang biak di suatu tumbuhan, ia akan menghasilkan zat lengket/sekresi yang disebut embun madu yang tertinggal di inang, biasanya akan memenuhi belakang daun. Embun madu ini akan menyebabkan pertumbuhan jamur jelaga yang akan mengurangi kemampuan tanaman untuk menyerap cahaya matahari. Sehingga, tumbuhan akan menjadi terhambat, hasil panen sedikit dan kualitasnya akan buruk.

Mengatasi bahaya kutu putih

Cara mengatasi kutu putih, menurut taniorganik sebagai berikut :

  1. Memanfaatkan musuh alami dari serangga pemangsa. Pertama, empat spesies eretmocerus yakni (Eretmocerus sp, Eretmocerus Mundus, Eretmocerus Hayati, dan Eretmocerus Emiratus). Kedua, delapan golongan athropoda merupakan keluarga dari Phytoseiidae, Coccinellidae, Syrphidae, Anthocoridae, Nabidae, dan Miridae, Chrysopidae dan Ketiga adalah Delphastus pusillus, Macrolophus caliginosus, C. carnea, dan Chrysoperla rufilabris. Musuh yang ketiga ini merupakan musuh yang diperjual belikan. Terutama Ai??D. pusillus. Ia merupakan kumbang kecil bertubuh hitam mengkilap. Kumbang ini menusuk tubuh kutu putih dan menyedotnya sampai habis.
  2. Pemanfaatan tanaman perangkap.
  3. Pelepasan pengatur pertumbuhan serangga.
  4. Pelaksanaan Light-Emitting Diode Dilengkapi CC perangkap (LED-CC) yang dikembangkan Chang-Chi Chu dan Thomas Henneberry. Cahaya LED tersebut akan membuat kutu putih mendekatinya, sampai pada akhirnya si kutu putih terperangkap.
  5. Penerapan insektisida organik.

Komentar
Memuat...