Take a fresh look at your lifestyle.

Bahaya Perut Terlalu Kenyang dan Cara Mengontrol Pola Makan

0 96

Bahaya Perut Terlalu Kenyang dan Cara mengontrol pola makan – Adakah makhluk hidup yang tidak suka makan? Yang anti terhadap kegiatan makan ? Rasanya mustahil jika di dunia ini ada makhluk hidup yang tidak butuh makan. Sebab pada dasarnya makhluk hidup itu membutuhkan asupan energy untuk melakukan aktifitas. Islam sangat memperhatikan gerak-gerik manusia. Spesifiknya pada kegiatan makan, karena pada kesempatan ini penulis akan membahas hal tersebut.

Islam memberikan batasan-batasan mulai dari cara makan sampai makanan yang kita makan. Sebenarnya jika terlepas dari aturan-aturan agama, kita bebas memakan segala makanan. Hanya saja hal yang tidak diinginkan kemungkinan besar bisa terjadi. Untuk itu Islam memberikan aturan agar manusia bisa lebih memilah dan memilih makanan.

Apa jadinya jika perut terlalu kenyang?

Jika perut kita terlalu kenyang, akan memiliki dampak yang membahayakan. Makan berarti erat hubungannya dengan perut. Perut itu merupakan sumber semua syahwat. Dari perut itu pula akan timbul bermacam syahwat, diantaranya :

  • Syahwat sex
  • Jika syahwat makan dan syahwat sex menguat, maka akan timbul nafsu senang harta. Sebab, kedua syahwat tersebut tidak akan tercapai kecuali dengan harta.
  • Dari nafsu senang harta kemudian timbul nafsu senang kedudukan, karena mencari harta tanpa kedudukan adalah sukar.
  • Jika harta dan kedudukan telah dicapai, maka semakin bertumpuk penyakit dalam hati seperti takabur, riya’, hasud, dendam, permusuhan dan sebagainya. Sumber dari semua itu adalah perut.

Adapun porsi dalam memenuhi perut terbagi menjadi 3 porsi, yaitu sepertiga dari perutnya untuk makanan. Sepertiga untuk minuman. Sepertiga lagi untuk bernafasnya. Rasullullah SAW bersabda yang artinya “sesungguhnya setan itu mengitari anak Adam melalui perdaran darahnya. Maka persempitlah tempat-tempat peredaran setan itu dengan lapar dan dahaga.

3 cara meninggalkan tamak makan

Mungkin untuk sebagian diantara kalian sulit untuk mengontrol pola makan yang sudah menjadi kebiasaan. Cara sederhananya yaitu dengan mengurangi  porsi makan. Jika telah membiasakan diri makan sedikit, maka hendaklah memperhatikan 3 hal sebagai berikut.

kadar makan

kadar makan ada tiga tingkatan

  • Yang tertinggi yaitu derajat orang-orang yang Sihdiq. Orang yang mencapai tingkatan ini akan merasa cukup hanya dengan makan sekadar menguatkan dirinya. Bagi mereka makan banyak akan mengurangi akal dan kehidupannya. Cara ini pernah dilakukan oleh Sahal Astari.
  • Cukup setengah mud tiap hari. Satu mud kira-kira 6 1/8 ons, ini adalah sepertiga perut. Sahabat Umar Bin Khattab ra dan sejumlah sahabat setiap hari makan setengah mud.
  • Satu mud untuk 7 hari. Jika seseorang sanggup makan lebih sedikit lagi berarti ia telah bersekutu dengan ahli ibadah dan batinnya cenderung kepada jalan orang-orang yang menuju Tuhan

Dalam perihal makan terkadang disesuaikan dengan keadaan seseorang. Tetapi yang pokok adalah mengulurkan tangan kepada makanan jika benar-benar lapar dan menggenggam tangan sebelum lapar. Rasullullah bersabda : “berhentilah makan sebelum kenyang”

Waktu makan

Waktu makan juga ada 3 tingkatan

  • Tingkatan yang tertinggi yaitu makan sekali dalam tiga hari atau lebih. Sahabat abu bakar ra hanya makan sekali dalam enam hari. Sedangkan Ibrahim bin adham dan sufyan Ats Tsauri makan sekali dlam tujuh hari. Jika dihubungkan dengan kehidupan saat ini, ketahanan terhadap mengurangi waktu makan akan terasa sulit. Itu terjadi pada orang-orang yang memang memiliki tingkat ke zuhudan yang tinggi.
  • Yang pertengahan yaitu makan dua hari sekali.
  • Yang terendah yaitu makan sehari sekali. Maka barangsiapa yang makan dua kali sehari,maka dia tidak lapar sama sekali. Dengan demikian ia telah meninggalkan keutamaan lapar.

Jenis makanan

Jenis makanan yang terbaik adalah roti dari gandum bur dengan lauk pauk. Sedangkan jenis makanan yang terendah ialah roti dari gandum syair tanpa lauk pauk. Makan lauk pauk secara terus menerus adalah makruh. Sahabat Umar pernah berkata pada putranya “makanlah sekali roti dengan daging, roti dengan minyak samin, roti dengan susu, roti dengan garam dan sesekali roti saja”

Perkataan Umar ini merupakan suatu peringatan tentang cara yang terbaik bagi orang yang memiasakan makan. Rasullullah bersabda yang artinya : “sejelek-jelek umatku adalah mereka yang makan dengan lauk yang nyaman, sehingga badannya tumbuh”

Kesimpulan

Pemaparan di atas merupaka kejadian ketika zaman Nabi. Pada intinya kita sebagai manusia harus bisa mengontrol pola makan. Jika kita merasa berat untuk menerapkan apa yang penulis paparkan, setidaknya kita menerapkan berhenti makan sebelum kenyang. Makan secukupnya.

Adapaun mengenai jenis makanan, sebagai warga Negara Indonesia pasti mengonsumsi nasi. Berbeda dengan pemaparan diatas yang merujuk ke-Timuran. Yang jelas apa yang kita makan merupakan makanan yang halal. Makanan yang sehat dan bergizi. Karena apa yang kita makan bisa memberikan dampak terhadap perilaku kita sendiri. (Inten)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar