Apa Sih Extreme Affordability Itu?

0 10

Paradigma berinovasi kini telah sedikit demi sedikit bergeser. Dengan kondisi ekonomi global yang kini suram dan masih banyaknya jumlah manusia yang harus bergulat dengan kemiskinan di bumi. Para entrepreneur terus bergulir pada sebuah tren yang lebih mengutamakan hajat hidup untuk orang banyak.

Desainer dan insinyur mungkin juga sudah lelah dan bosan membuat produk-produk yang hanya melayani sebagian kecil populasi bumi ini. Para pebisnis yang juga bekerja untuk mengoptimalkan kekuatan model bisnisnya untuk makin berbuat kebajikan bagi masyarakat yang membutuhkan. Filantropis-filantropis tengah mencari jalan bagaimana agar kegiatan amal bisa terus berlangsung dari waktu ke waktu. Dan entrepreneur sosial di seluruh penjuru dunia tengah bereksperimen dengan cara-cara inovatif untuk membuahkan ide-ide brilian.

Banyak orang ingin membantu kaum papa tetapi kita semua sama-sama meyakini bahwa masalah-masalah sosial ekonomi seperti kemiskinan, penyakit menular, dan kekurangan gizi memiliki skala yang begitu masif dan tingkat kepelikan yang tinggi sehingga tidak bisa mengandalkan upaya dan dana dari satu pihak saja. Tidak mungkin satu pihak memiliki semua sumber daya yang dibutuhkan untuk mengatasi semua masalah ini dengan sekali kerja.

Ide-Ide yang Tak Terduga

Solusi inovatif yang sesungguhnya ditemukan dan diimplementasikan melalui kolaborasi radikal antara anggota masyarakat yang beragam dengan latar belakang sosial, pendidikan, disiplin dan budaya yang berbeda-beda. Para inovator ini perlu didukung dalam upayanya untuk menghasilkan proses desain yang serupa, menghargai konteks budaya, mengembangkan empati yang dalam, menghasilkan prototip dan ide dengan cepat dan kadang mendefinisikan ulang masalah secara menyeluruh. Tidak lama setelah itu, bisa dipastikan ide-ide yang tak terduga bisa muncul.

Misi dari upaya extreme affordability, menurut Stanford University, ialah untuk memperlakukan kaum papa sebagai pelanggan dalam kegiatan perekonomian. Tidak hanya sebagai penerima bantuan amal dari perusahaan-perusahaan. Tetapi tentu saja, korporasi-korporasi besar harus mengadakan berbagai penyesuaian agar apa yang mereka tawarkan untuk orang-orang yang termarjinalkan tersebut bisa dijangkau oleh daya belinya.

Diyakini dalam konsep extreme affordability ini bahwa upaya mendengarkan kebutuhan mereka yang kurang beruntung selalu terus diperbaiki. Produk dan layanan harus didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dan cocok untuk masyarakat dengan latar belakang lokal yang khas. Itu berarti tidak mempertuntukkan hanya kepada konsumen di belahan bumi barat. Perhatian yang lebih intens sangat diperlukan untuk mendesain dan menciptakan solusi-solusi yang inovatif namun tak mustahil untuk dijangkau kaum miskin di seluruh dunia. (dhirga)

(Paradigma berinovasi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.