Menelaah Lebih Dalam Apa sih Geometri Itu?

0 33

Apabila kita beralih dari ilmu hitung dan aljabar ke geometri, kita memasuki dunia bentuk yang berada dalam ruang dunia titik, garis, bidang, dan ruang. Kita mempelajari sifat-sifat berbagai bentuk ini dan hubungan-hubungannya di antara mereka. Kita belajar mengukur bentuk-bentuk itu. Mulai-mula geometri dipergunakan untuk memecahkan soal-soal khusus, tetapi sepanjang perkembangannya geometri menjadi ilmu yang sama sekali muskil. Akan tetapi, cabang matematika yang sulit dipahami ini sering dipergunakan secara praktis, seperti yang akan kita lihat.

Awal geometri bermula dari zaman pra-sejarah. Ketika penduduk suatu daerah berkembang, tempat tinggal alamiah yang tersedia tidak cukup. Oleh Karena itu, orang perlu membangun tempat perlindungan yang cukup besar untuk menampung keluarga dan cukup kuat untuk menahan angin, hujan, dan badai. Untuk membuat tempat berlindung dengan ukuran yang tepat, seseorang harus membanding-bandingkan ukuran panjang. Jadi, atap harus terletak lebih tinggi di atas tanah dari pada ujung kepala orang paling tinggi.

Orang Babilonia purba adalah perintis dalam cabang ini. Tanah antara sungai Tigris dan Eufrat, tempat tinggal orang Babilonia, semula berupa rawa. Kanal-kanal dibangun untuk mengeringkan rawa itu dan untuk menampung luapan air sungai. Untuk maksud pembangunan luapan air sungai. Untuk maksud pembangunan kanal, mereka perlu meneliti tanah. Dalam melakukan hal itu, orang Babilonia menciptakan kaidah-kaidah untuk mencari luas tanah. Kaidah-kaidah ini tidak terperinci benar tetapi pengetahuan yang mereka peroleh cukup untuk pembangunan kanal.

Kaidah Mesir yang Berhubungan Dengan Geometri

Di Mesir orang yang memiliki ladang pertanian di sepanjang tepi sungai Nil dikenakan pajak sesuai dengan tanah milik mereka. Dalam musim hujan, sungai akan meluap menggenangi tanah itu, dan menghanyutkan semua tanda-tanda batas pemilikan tanah. Oleh Karena itu, orang perlu mengukur lagi tanah sehingga masing-masing pemilik akan memperoleh bagian mereka yang sah. Setelah banjir surut, orang-orang yang telah dilatih secara khusus, disebut tukang perentangtali akan menetapkan penunjuk batas baru.

Mereka menggunakan simpul-simpul tali yang berjarak sama, sehingga mereka dapat mengukur panjang yang diinginkan dan membagi tanah itu ke dalam bentuk-bentuk segitiga, empat persegi panjang dan trapesium.

Mereka menciptakan kaidah-kaidah yang praktis untuk mengukur luas bentuk-bentuk ini. Kaidah itu beraneka ragam dan bersifat garis besar dan sering tidak tepat. Seperti yang kita ketahui sekarang, misalnya, bahwa luas setiap segitiga ialah setengah hasil kali alas dan tingginya. Orang Mesir secara salah memberikan ukuran luas segitiga ini sebagai setengah hasil kali dari alasnya dengan sebuah sisi. Akan tetapi, sebagian besar dari segitiga segitiga yang dipergunakan dalam kegiatan pemeriksaan mereka adalah segitiga yang panjang dan sempit. Dan dalam segitiga seperti itu tidak terdapat banyak perbedaan antara panjang sisi dan tingginya. Oleh Karena itu, hasil dari perhitungan orang Mesir itu berguna sekali sebagai dasar pembagian tanah dan penarikan pajak terhadap pemiliknya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.