Take a fresh look at your lifestyle.

Apa sih Istilah Prosumer Itu ?

0 65

Kata “consumer” (konsumen) memiliki konotasi yang memang kurang positif karena seolah-olah menempatkan orang sebagai makhluk yang tak ada hentinya menghabiskan sesuatu. Asosiasinya dekat dengan arti ketamakan, kerakusan dan rasa ketidakpedulian. Beberapa pihak juga mulai lebih menyukai penggunaan kata “prosumer” saat mengacu dengan konsumen.

Siapa saja mereka ini? Ya kita semua ini adalah prosumer. Pencipta istilah “prosumer” adalah Alan Tofler dari Fortune Magazine, yang dikenal sebagai orang yang futurist. Tofler memperkenalkan konsep atas revolusi digital, revolusi komunikasi serta singularitas teknologi. Ia menggunakan kata tersebut dalam sebuah tulisan yang singkat. Prosumer, orang adalah konsumen yang begitu produktif. Seperti apakah rupa macam orang ini? Mereka adalah orang yang mampu membuat sendiri barang dan jasa yang akan mereka butuhkan.

Alan Tofler
Alan Tofler

Terminologi prosumer dikenalkan Alan Tofler sejak pada tahun 1980. Secara kasar, definisi prosumer mengacu pada konsumen umum yang diprediksinya akan menjadi bisa lebih aktif dalam membantu meningkatkan atau mendesain secara personal barang dan jasa di dalam pasar, mengubah perannya sebagai consumer biasa menjadi sangat lengkap.

Sejauh ini penggunaan paling lazim terminologi tersebut menggambarkan para konsumen, penggemar yang membeli produk (hampir selalu teknis) yang berada di antara standard tingkatan konsumen dan profesional dalam hal kualitas, kompleksitas, atau juga fungsionalitas.

Product by Consumer

Prosumer juga biasanya mengacu pada berbagai produk yang dibuat oleh konsumen yang bersedia menyisihkan waktunya untuk membantu proses desain produk atau penyempurnaan jasa yang pada gilirannya nanti juga akan mereka nikmati.

Dalam kategori produk kamera dan perekam video, kita dapat temukan istilah yang sama, namun mengacu pada nuansa makna yang berbeda. Prosumer di sini lebih mengarah pada semiprofesional, ia lebih tinggi daripada standar consumer biasa namun juga tidak setinggi standar profesional. Fitur-fitur produk prosumer lebih bagus daripada produk untuk consumer biasa yang kebutuhannya standard saja.

Produk prosumer dibuat untuk memenuhi ekspektasi consumer yang berada di tengah-tengah namun tidak masuk kategori profesional maupun amatir. Mereka umumnya lebih berwawasan luas dan terdidik daripada konsumen awam sehingga tuntutan mereka terhadap sebuah produk atau jasa juga lebih tinggi.

Kembali pada makna prosumer dalam definisi Tofler, prosumer atau consumer yang memproduksi tersebut mampu menciptakan barang untuk mereka pakai sendiri dan juga mungkin mereka jual demi meraup untung. (dhirga)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar