Argumentasi Konversi Agama Masyarakat Desa Klepu

0 16

Argumentasi Konversi Agama Masyarakat Desa Klepu | Studi Kasus Konversi Agama: Sikap pasrah dan percaya terhadap sesuatu yang diyakini suci atau sakral merupakan ciri khas kehidupan beragama. Adanya aturan kehidupan yang dipercayai berasal dari Tuhan juga termasuk ciri kehidupan beragama. Ketika agama diposisikan sebagai keyakinan yang paling tinggi, dan dari keyakinan beragama juga diyakini akan menimbulkan sikap dan pengaruh terhadap kehidupan yang lain secara positif, muncul pertanyaan,  apa argumentasi  logis yang melatarbelakangi seseorang dalam melakukan tindakan konversi agama?  Dengan asumsi bahwa jika konversi agama tidak didasarkan pada argumentasi yang logis, maka tindakan konversi agama sesungguhnya telah mencederai sistem keyakinan dibakukan oleh setiap institusi agama. Diantara argumen yang melandasi konversi agama adalah:

  • Menjaga Keutuhan Kehidupan Keluarga

Salah satu argument yang diungkapkan oleh converts  adalah untuk menjaga keutuhan dan kerukunan keluarga. Karena dari kerukunan keluarga dalam berkeyakinan mereka berharap akan menghadirkan keharmonian dalam kehidupan keluarga. Keutuhan keluarga yang dijadikan argument didasarkan pada pengalaman selama ini. Ketika keluarga beragam keyakinan, mereka merasa adanya tumpang tindih koordinasi dalam keluarga. Dan hal tersebut dirasa cukup mengurangi konsentrasi keharmonian keluarga.

Keutuhan keluarga kadang kadang juga dibangun atas kesadaran fungsi di dalam keluarga. Ketaatan isteri kepada suami dibangun atas kesadaran fungsi dan tanggung jawab suami kepada keluarga, sehingga menyadarkan keluarga untuk menghormati dan memberikan toleransi yang besar kepada suami hanya demi untuk menjaga kerukunan dan keutuhan keluarga.

Argumen ini muncul dari kesadaran pengalaman fakir dan kehidupan. Dalam hal ini logis, jika Islam tidak merestua pernikahan beda agama, khususnya kaum wanitanya. Karena keharmonian keluarga didukung oleh kesepahaman berkeyakinan dalam keluarga itu sendiri.

  • Konversi Agama Bukan Berarti Disintegrasi Hubungan Sosial

Ketika seseorang melakukan tindakan konversi agama, dia akan mengalami migrasi, baik secara fisik maupun secara pasikis. Tetapi hal itu tidak menjadikan perubahan dalam hubungan kemanusiaan dan kemasyarakatan. Meraka konsisten untuk melanjutkan hubungan kemanusia seperti ketika mereka belum melakukan tindakan konversi agama. Makna ini yang harus dimiliki oleh setiap orang yang melakukan konversi agama. Jika makna ini dijadikan argument tindakan konversi agama, maka agama akan terpandang sebagai institusi yang memberikan jaminan kemaslahatan bagi para pengikutnya.

Para Converts ketika melakukan tindakan konversi agama, betul betul karena menghargai suara nurani dan jiwanya, bukan karena ada rasa benci dan iri terhadap apa dan siapapun.  Konversi model ini terjadi karena faktor alami. Tetapi jika konversi dilakukan secara rekayasa, akan berpotensi terjadi disharmoni dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

  • Memupuk Ketenangan Batin dan Kedamaian Jiwa

Ketika terjadi problem yang memiliki hubungan dengan jiwa, biasanya agama akan hadir dalam masalah tersebut. Dengan tidak menafikan problem kehidupan yang ada, bahwa memberikan kesempatan kepada jiwa untuk berinstropeksi melalui ritual ritual keagamaan, juga bagian dari kebutuhan jiwa untuk berekspresi. Salah satu argumen rasional para converts melakukan tindakan konversi agama karena adanya kesadaran untuk menenangkan  jiwa.

Muallaf yang melakukan konversi agama, karena selama ini dia merasa bahwa kehidupannya tidak mendapatkan keteangan. Banyak faktor yang mempengaruhi. Mulai dari faktor eksternal hingga faktor internal yaitu faktor keluarga. Kegundahan jiwa terjadi ketika orang tidak memiliki keyakinan yang dapat diekspresikan oleh jiwanya dalam kehidupan. Atau ketika orang memiliki status agama yang ganda. Dalam hal ini, konsep tauhid (monotheis) yang dijadikan prinsip setiap agama, sangat logis. Ketika agama mengecam para pengikutnya bersikap dualisme dalam agama, bukan karena agama dan keyakinan itu yang merasa dirugikan, tetapi orang yang bersnagkutan juga berpotensi mengalami kebimbangan.

Komentar
Memuat...