Take a fresh look at your lifestyle.

Inilah Saatnya Arsitek Indonesia Unjuk Gigi di MEA

0 2

Terbukanya pasar bebas di berbagai negara Asia Tenggara atau lebih dikenal sekarang sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) memang memudahkan pekerja asing untuk masuk ke Indonesia.

Namun, menurut arsitek lokal, MEA juga dapat menjadi ajang unjuk gigi atau tempat mengembangkan diri di luar negeri. MEA bukanlah ancaman, justru kita lihat adalah suatu market yang besar. Arsitek Indonesia cukup kreatif dan juga kompetitif. Kemampuan arsitek Indonesia tidak kalah dibandingkan dengan arsitek asing.

Meskipun kini arsitek asing lebih mudah masuk ke Indonesia, tetapi secara penerapannya takkan semudah itu.

UU Arsitek Untuk Arsitek Lokal

Saat ini Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) telah memperjuangkan pengesahan Undang-undang Arsitek dan berhasil. Dengan UU ini, arsitek dalam negeri akan lebih terlindungi. Salah satu poin UU tersebut adalah ketika ada arsitek asing yang ingin masuk ke Indonesia harus bekerjasama dengan arsitek lokal. Jadi, arsitek luar tidak dengan mudah membawa staf-stafnya ke dalam Indonesia.

UU ini telah diresmikan di penghujung tahun 2016 lalu, arsitek asing juga tak serta merta bisa berpraktik di Indonesia. Di satu sisi, ada beberapa peraturan atau regulasi yang berbeda di setiap daerah. Selain ada berbagai macam peraturan, dari sisi desain juga mungkin ada perbedaan antara Indonesia dengan negara lainnya yang dipengaruhi oleh cuaca atau dalam iklim tropis.

Sementara itu, meski memang hasil kerja arsitek asing dinilai bagus, namun pasar juga yang nantinya akan menentukan, pasar Indonesia dapat menentukan mana hasil desain yang lebih baik apakah arsitek asing atau lokal.

(Indonesia Unjuk Gigi di MEA)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar