Arsitek Perlu di Libatkan Dalam Merancang Kota

0 5

Penataan kota di Indonesia masih dinilai belum optimal. Hal itu disebabkan salah satunya karena penataan kota yang dilakukan masih ada yang belum menggunakan desain arsitektur. Sekarang di kota-kota kita jalan aspal itu berakhirnya di mana? Dan untuk pejalan kaki dimanakah jalurnya, tata letaknya dan posisinya di mana? tak pernah jelas tergambar dan terkonsep. Keseluruhan hanya diserahkan kepada kontraktor saja.

Peran arsitek diperlukan dalam setiap penataan kota, pasalnya kota menjadi salah satu objek dari arsitektur, selain gedung. “Arsitektur itu adalah gedung, ruang di dalam gedung dan ruang di antara gedung, jadi dapat disimpulkan keseluruhan kota itu objek arsitektur “

Semestinya Indonesia sudah mulai mencontoh negara-negara maju dalam hal merancang kota yang saat ini di Indonesia dianggap bukan pekerjaan arsitek. Seperti di negara-negara maju semua penataan kota mulai dari titik sarana penunjang kota, penempatan jalan, penempatan pembagian wilayah menurut fungsinya, RTH dan elemen lainnya yang membuat kota itu layak disebut kota. Semua digambar dan didesain karena itu adalah pekerjaan arsitek juga, yang disini malah dianggap bukan pekerjaan arsitek.

Elemen – elemen kota yang terhubung

Mungkin yang direncanakan hanyalah membangun dengan harga murah bukan membangun dengan desain dan konsep. Tak ada rencana berkelanjutan, tak ada harapan lebih, dan bahkan lebih ngerinya lagi jika pembangunan tersebut hanya mempunyai satu poin saja. Elemen elemen kota saling berkesinambungan. Jadi tak bisa hanya memikirkan pembangunan jalan tanpa memikirkan trotoar. Dan yang terpenting adalah apa – berapa – bagaimana dampak polusi yang diakibatkan kendaraan yang lalu lalang di jalan ini.

Tapi dalam perkembangan waktu, Indonesia masa kini makin berbenah. Kita lihat Bandung, Surabaya dan Kota-kota di Indonesia lainnya perubahan dan kemajuan oleh peran arsitek mulai melesat jauh dalam konsepnya menata kota tercinta. Namun tak dipungkiri masih ada beberapa kota juga yang masih membandel, “dengan tanpa atau tidak menggunakan jasa arsitek semua lancar-lancar saja”.

Kota yang nyaman adalah kota yang menutupi kelemahan serta melengkapi kemampuan warganya, kota yang indah adalah kota yang sangat dibanggakan warganya.

Komentar
Memuat...