Inspirasi Tanpa Batas

Arti Entrepreneurship Akan Selalu Berubah-ubah

0 55

Apa arti entrepreneurship? Mungkin kita berpikir bahwa jawabannya sudahlah jelas dan hanya anak kecil yang menanyakan pertanyaan ‘simpel’ seperti ini. Namun kita kini perlu sadari bahwa upaya mendefinisikan apapun termasuk entrepreneurship tak dapat dilakukan hanya sekali dan akan berlaku untuk selamanya. Mengapa? Karena entrepreneurship sendiri terus bergerak, selalu dinamis, mencari bentuk yang selanjutnya. Ia bukan objek yang diam. Karenanya, kita perlu memaknai entrepreneurship dengan cara dinamis juga.

Sejarah kata “entrepreneurship” sendiri cukup panjang dan akademisi telah berusaha keras menerangkannya pada masyarakat luas. Sebagian di antaranya telah kita baca di berbagai literatur entrepreneurship. Misalnya, definisi yang dikemukakan oleh Prof. Howard Stevenson yang dianggap sebagai pelopor entrepreneurship di Harvard Business School yang mengatakan bahwa entrepreneurship ialah “pengejaran peluang di luar sumber daya yang dimiliki seseorang”.

“Pengejaran” sendiri menyiratkan makna fokus tunggal yang tak mengenal lelah. Entrepreneur sering menemukan celah peluang. Mereka harus menunjukkan kemajuan yang nyata untuk menangkap peluang tersebut dan ketersediaan modal membuat entrepreneur harus berjuang keras. Tidak heran entrepreneur biasanya memiliki semangat untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan lebih cepat dan efisien yang jarang dijumpai di perusahaan mapan yang memiliki lebih banyak modal dan sumber daya dan peluang hanyalah bagian dari portofolio mereka.

“Peluang” menyiratkan bahwa ada tawaran yang baru dalam berbagai sudut pandang yang tidak banyak diketahui orang. Peluang ini mengharuskan entrepreneur untuk 1) memulai mengkonsep produk inovatif, 2? merancang model bisnis yang baru, 3) menciptakan versi produk yang lebih baik dari yang telah ada, 4) membawa produk yang sudah ada ke segmen konsumen baru. Berbagai peluang semacam ini tidakah eksklusif sifatnya.

“Di luar sumber daya yang dimiliki seseorang” menyiratkan batasan-batasan sumber daya yang dipunyai. Di awal usaha baru, pendirinya mengendalikan sumber daya keuangan, sosial dan juga manusia. Banyak entrepreneur yang memulai dengan sumber dayanya sendiri: mereka membatasi pengeluaran dan sembari menginvetasikan waktunya sendiri dan jika perlu dana mereka sendiri. Dalam sebagian kasus, ini telah cukup untuk membawa bisnis baru ke posisi yang di dalamnya ia bisa tmbuh secara berkelanjutan dari arus kas yang dihasilkan secara internal. Namun, pada mayoritas bisnis berpotensi tinggi, para pendiri harus memindahkan sumber daya lebih banyak daripada sumber daya yang mereka kendalikan secara personal: perusahaan akhirnya membutuhkan fasilitas produksi, kanal distribusi, modal kerja dan sebagainya.

Mampu Mengatasi Resiko

Karena menghadapi peluang baru dan tak banyak memiliki sumber daya, entrepreneur harus mengatasi resiko yang besar yang berasal dari 4 sumber: permintaan, teknologi, eksekusi, dan finansial. Resiko permintaan berhubungan dengan kemauan konsumen prospektif untuk mengadopsi solusi yang dimiliki entrepreneur.

Resiko teknologi juga tak kalah tinggi saat terobosan ilmiah dan teknik dibutuhkan untuk membawa solusi menjadi nyata. Risiko eksekusi berhubungan dengan kemampuan entrepreneur dalam menarik pegawai dan mitra bisnisnya yang dapat mengimplentasikan rencananya. Sementara itu, resiko finansial berkenaan dengan ketersediaan modal eksternal dalam persyaratan yang masuk akal. Tugas entrepreneur kemudian ialah mengelola kondisi yang tidak pasti dan menyadari bahwa risiko tertentu tak dapat dikendalikan.

Jadi apakah definisi di atas penting bagi entrepreneur dalam tataran praktis? Bisa iya, bisa juga tidak. Namun, jika ditinjau dari sudut pandang praktis, definisi ini akan memberikan panduan bagi entrepreneur. Pertama, membantu entrepreneur memahami entrepreneurship dalam perspektif yang berbeda sebagai sebuah pendekatan yang unik dalam mengelola, bukan sebagai suatu tahapan tertentu dalam siklus hidup perusahaan (atau startup), peran istimewa pendiri, atau konstelasi atribut personal seperti tekad untuk mandiri dan keinginan mengambil risiko. Dalam hal ini, entrepreneur dapat ditemukan dalam berbagai perusahaan dan organisasi termasuk bahkan perusahaan besar.

Kedua, definisi ini memberikan gambaran besar untuk mengambil tindakan entrepreneurial berikutnya, yang mengarah pada taktik yang dapat ditempuh untuk mengelola risiko dan memobiliasi sumber daya.

Komentar
Memuat...