Atrium Mengawal Cinta dalam Misteri Sang Ksatria Cinta Part – 14

Atrium Mengawal Cinta dalam Misteri Sang Ksatria Cinta-Part 14
0 136

Atrium Jakarta memberi kesan baru bagi Allent dan Mell. Di tempat inilah, keduanya kembali dipertemukan dalam suasana yang sejatinya tidak bisa diduga. Setelah enam bulan kematian pasangannya masing-masing, Tuhan mempertemukan mereka dalam situasi yang hampir membuat mereka, tidak mampu mempercayainya. Inilah bagian lain dari apa yang dinamakan Cinta dalam Misteri.

Mell menggunakan pakaian seperti pragawati kelas dunia. Kebiasaanya yang memakai kerudung, saat itu berbeda entah mengapa. Ia tidak memakai kerudung. Ia justru memakai pakaian yang seksi dengan pola warna oranye yang sangat khas dia gunakan. Pakaian yang mirip seperti kulit rusa, telah membuat wajah dan penampilannya sedikit banyak atletis. Pakaiannya mendorong aroma cinta penuh irama. Allent senang pakaian itu digunakan, karena pakaian semacam itu pula yang mendominasi tampilannya saat di Jepang. Meski saat bertemu di Jepang, Mell menggunakan kerudung yang sangat khas.

Siang itu, dari jauh Allent memandang wanita yang berdiri di sebuah toko alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Mell tampaknya sangat asyik memebeli barang-barang yang dia butuhkan, tampaknya untuk sebuah klinik kesehatan yang dia miliki. Ajudannya, sesama perempuan mendorong trolly dipinggirnya. Ia dengan begitu antusias mengambil barang-barang yang dibeli Mell dan memasukkan ke dalam troly.

Di tengah segenap guyuran hujan yang sangat deras yang hampir menenggelamkan Kota jakarta itu, Allent, duduk bersama dengan teman-temannya sambil ngopi ala Thailand. Teman yang dipanggil Allent dari Jepang dan Jerman untuk membahasa pendirian rumah sakit itu, segera berakhir untuk menemui wanita yang menyedot pandangannya.

Ia yang sedang asyik mendiskusikan pola konstruksi rumah sakit berstandar internasional dengan segenap kelengkapan yang dibutuhkan untuk itu, segera berakhir dan meminta idzin kepada temannya untuk bertanya kepada perempuan yang lama dipandangnya. Ia berkata, hai … sorry ya, aku idzin sebentar. Ada sesuatu yang sangat penting, dan jika moment ini hilang, maka, sulit bagiku untuk kembali mendapatkannya

Allent Mendekati Mell

Bergeraklah Allent ke tempat wanita itu. Lalu dengan sopannya ia berkata: “Hai … kamu Mell kan”. O … yess. Your name Allent, kan? Kata Mell penuh semangat. Lalu Allent mengangkat dua jari ke mulutnya dengan mengatakan: Sssssst …. ini Indonesia oke. Ini negeri Indonesia dan kita penduduknya berkebangsaan Indonesia. Ach kamu Allenta Akriphos. Tak berubah. Aku gemas melihat kamu. Kamu orang hebat yang sosoknya sulit aku temukan.

Ooooh, ya. Betulkah itu? Iya betul sekali dan aku dibuat kagum atas semua yang pernah kita alami. Saat aku di Pesawat bersama kamu, arwahku menari di udara. Di langit dan diangkasa yang antah berantah. Bagaimana kabar kamu dan istri serta anak kamu. Sehat semua kan, kata Mell semangat.

Aku baik dan selalu harus sehat. Aku belum memiliki anak. Istriku, Fahrani namanya, meninggal dua minggu setelah suami kamu meninggal. Masyaallah, aku turut sedih dan mohon maaf aku tidak bertakjiyah, kata Mell sedih, meski raut mukanya menunjukkan rasa damai dan bahagia. Nggak apa-apa kata Allent

Kamu sudah menikah lagi Mell? Tanya Allent. Belum, kayaknya sebentar lagi jawabnya singkat. O, ya …. betapa bahagianya laki-laki yang dapat meminang kamu. Ya saya berharap dia bahagia dan dapat mencintai aku dengan tulus. Tetapi, yang jelas kamu harus tahu, betapa aku yang sangat bahagia, karena, kayaknya aku lebih mencintainya.

Allent tampak sedih dan raut mukanya murung. Mell dalam hatinya mengatakan, Allent kamu tidak tahu ya kalau laki-laki yang kuharapkan itu, kamu. Bukan siapa-siapa.  —By. Charli Siera– bersambung

Komentar
Memuat...