Inspirasi Tanpa Batas

“Bagiku Hanya Diorama” Penuangan Kekecewaan Dalam Sajak

0 92

Diam itu emas tapi bicara baik itu berlian“. Begitulah kiranya yang pantas disematkan kala penulis puisi yang satu ini mencoba mengungah perasaanya kedalam sajak. Kecewaan tertuang rapih dalam bait-bait puisinya, gambaran yang sering melekat dalam kehidupan percintaan, bagaimna menunggu itu begitu menyedihkan. Ketika dua sejoli sama-sama tau saling suka mengapa tak ada ungkapan yang mengikat? Menunggu? atau ada hal lain yang ditutupi?

Sedikit naif jika wanita harus pertama yang bicara dan mengutarakan perasaanya tersebut. Sesunguhnya tak pernah ada yang mau menunggu dan plin-plan adalah hal yang dibenci. Maka pantaslah jika “Bagiku Hanya Diorama” jadi sebuah sinyal pentingnya ketegasan bagi pria.Dengan senag hati  puisi ini kami Muat dalam Puisi Edisi 13 November 2016 Kumpulan Puisi Lyceum Indonesia yang berjudul  “Bagiku Hanya Diorama”. Selamat membaca..

Bagiku Hanya Diorama

Karya : Paridah Zakiyah

Untuk engkau
Yang sekian lama membiarkan dingin menyelimuti diri
Padahal matahari menusukan teriknya.

Untuk engkau
Yang sekian lama mengunci rapat dua bibir
Padahal telingamu melahap ribuan kata yang terucap.

Jangan pernah kembali lagi
untuk mencoba kesekian kalinya
Ataupun kembali tak sengaja merasakannya

Karena diam yang engkau genggam itu
memberikan tusukan-tusukan tajam
kesakitan dalam angan-angan ini
Sampai angan ini
seolah seperti air yang mustahil untuk digenggam

Padahal angan itu
telah dilukiskan oleh dioramanya cinta Anna Oakley dan Frank Butter
Tapi tiada daya,
kini diorama itu hanya menjadi diorama.

[November 2016]***aL


paridah-zakiyah

Tentang Penulis Puisi

Paridah Zakiyah Atau lebih dikenal dengan sapaan Endah (Sunda:Indah) merupakan sosok periang dan sederhana. Gadis kelahiran Tasikmalaya, 22 April 1995 ini sedang melanjutkan study di IAIN Syeh Nurdjati Cirebon Jurusan Biologi.

Komentar
Memuat...