Bahaya Hilangnya Hubungan Keadilan Dan Kebaikan

0 73

Hilangnya hubungan keadilan dan kebaikan dalam pandangan filsafat pendidikan Islam berarti menyebarnya hubungan lain yang berbahaya, yakni hubungan kezhaliman.

Qur`an memberikan penjelasan secara terperinci tentang aspek-aspek kezhaliman yang dimulai dengan kezhaliman diri dan berakhir pada kezhaliman umat manusia seluruhnya. Qur’an juga memberikan penjelasan serupa tentang pengaruh dan akibat kezhaliman.

Dalam dua sumber yang agung pengaruh kezhaliman duniawi nampak lebih besar daripada pengaruh kekafiran dalam hal sifatnya yang menghancurkan masyarakat, negara dan peradaban.

Negara di mana terjadi di dalamnya kezhaliman disamping sisi keislaman mengalami kehancuran sebelum negara yang di dalamnya menancapkan keadilan mengalami kekufuran.

Bahaya Akumulasi Kezhaliman Duniawi

Diantara bahaya akumulasi kezhaliman duniawi adalah tiga hal:

Kematian Akal Dan Kehendak Individu Dan Kolektif

Pertama, ia menyebabkan kematian akal dan kehendak individu dan kolektif, pandangan dan kemauan hilang dan terjadi kelemahan untuk mengemban tanggungjawab, mematikan semangat berinisiatif dan kemajuan, dan tidak sanggup membawa risalah dan melawan tantangan. Oleh karena itu ketika suatu generasi Bani Israil berkata kepada Musa:

فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَا إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ

“Karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja” (Qs. Al Maa`idah [5]:24) berakibat kezhaliman yang turun pada masyarakat Fir’auni. Ketika Allah menetapkan padang Tiih di padang pasir empat puluh hari merupakan pelaksanaan pendidikan untuk mengeluarkan generasi baru dalam lingkungan yang tidak dikendalikan oleh kezhaliman.

Ketika umat Islam kehilangan udara keadilan dan kebebasan dan hidup dalam udara pemaksaan dan kesewenang-wenangan –khusunya semenjak masa Mamalik dan abad-abad setelahnya- pendapat dan kemauan telah lenyap dan tidak memiliki nilai dalam alur peristiwa-peristiwa internal dan eksternal.

Penyakit Kecongkakan Dan Kekerdilan Jiwa

Aspek kedua, dampak kezhaliman menyebabkan maradh intifakh asy-syakhshiyah wa taqallushiha (penyakit kecongkakan dan kekerdilan jiwa) yang Qur`an sebut dengan ath-thughyan. Oleh karena itu, penyakit ini memiliki dampak rasional, mental dan sosial.

Adapun dampak rasional adalah menyebabkan pemikiran “ekstrim” dan “stagnasi”. Pemikiran ekstrim kiri dan Marx tidak lain adalah reaksi terhadap kezhaliman yang ditimbulkan oleh masyarakat yang menyaksikan kelahiran trend ini. Dan konsep ekstrim Khawarij dan syi’ah dan konsep pemikiran dan hijrah tidak lain adalah sebagian akibat –hubungan kezhaliman- yang disaksikan oleh masyarakat Islam di masa lalu dan kini.

Demikian juga konsep “stagnasi” pemikiran yang diderita oleh masyarakat yang di dalamnya menyebar hubungan kezhaliman di masa lalu dan kini. Ketika masyarakat Eropa pada abad Pertengahan jatuh dalam kesewenang-wenangan dan teori-teori hukum mutlak stagnasi menimpa masyarakat tersebut, dan ketika di dalamnya semangat demokrasi mendapat kebebasan dan menyebar kemampuan akalnya terbuka dan kehendak untuk berpetualang dalam kemajuan menguat dan berdirilah peradaban modern.

Adapun dampak kezhaliman mental menyebabkan ketidak matangan emosi dan menyebabkan bentuk-bentuk manusia yang tidak memiliki keseimbangan diri dan penyelesaian masalah dengan penjagaan dan reaksi emosional dan jatuh pada kesia-siaan, keragu-raguan dan keputusasaan.

Sedangkan akibat sosialnya adalah menyebabkan bentuk manusia yang jika mereka berkuasa maka ia berlaku seperti Fir’aun, congkak dan sombong. Dan jika mereka berada di bawah mereka merendahkan diri, menjilat dan rela akan kerendahan dan kehinaan.

Jika maradh intifakh asy-syakhshiyah wa taqallushiha (penyakit kecongkakan dan kekerdilan jiwa) merajalela pada bangsa tertentu atau umat tertentu maka akibatnya menimpa kebiasaan dan tradisi dan merajalela dalam bahasa, budaya dan hubungan-hubungan sosial dan menjadi bagian dari tradisi dan generasi yang menyimpang, dan menyebabkan model manusia yang berlebihan dalam memuji dan menjilat jika berbicara, berlebihan dalam kesombongan dan kekuasaan, dan tersebar di dalamnya tipuan, memperdaya, muslihat, kelemahan dan aspek-aspek kemandulan akhlak dan sosial lainnya.

Hilangnya Imunitas Sosial

Aspek ketiga, sisi kezhaliman menyebabkan sakit hilangnya imunitas sosial atau kita bisa menamakannya dengan “AIDS sosial”. Sehingga sifat kekanak-kanakan membinasakan umat, merampas kemerdekaannya, membuang-buang kemuliaannya dan mempermainkan kemampuannya.

Semua penyakit dan dampak ini berakhir pada kematian dan lenyapnya umat. Karena umat yang sudah tidak memiliki kehendak, pendapat dan kematangan akan lemah untuk berinovasi dan berproduksi. Sehingga jatuh pada korban kelaparan dan keterbelakangan ekonomi pada masa damai. Jatuh di hadapan tentara pada masa perang dan berakhir pada kehancuran materi dan kebinasaan fisik.

Kezhaliman Menurut Al Qur’an

Pengaruh yang menghancurkan akibat kezhaliman ini Qur`an mengancam baik orang yang zhalim maupun yang terzhalimi yang tidak melawan kezhaliman dan menyerah kepadanya. Di antara firman Allah SWT adalah sebagai berikut: إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ  Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia” (Qs. Asy-Syuura [42]: 42).

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali” (Qs. An-Nisaa` [4]: 97).

Disamping itu Qur`an memberikan penjelasan bahwa Allah menyukai orang-orang yang menolak kezhaliman dan melawannya, وَلَمَنِ انْتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِ فَأُولَئِكَ مَا عَلَيْهِمْ مِنْ سَبِيلٍ “Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada suatu dosapun atas mereka” (Qs. Asy-Syuura [42]: 41).

Hadits-hadits Nabi juga memberikan penjelasan yang banyak tentang akibat kezhaliman. Yaitu neraka dan siksa terhadap mereka dan para pembantu mereka dari kalangan pemerintah, polisi, tentara dan lain-lain dan bahwa:

دعوة المظلوم تحمل على الغمام وتفتح لها ابواب السماء ويقول الرب عز وجل: وعزتى لأنصرنك ولو بعد حين

“… doa orang yang terzhalimi dibawa ke awan dan pintu-pitu langit dibuka dan Allah SWT berfirman: “Demi keagungan-Ku Aku akan menolong walaupun setelah beberapa tahun”.

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

Komentar
Memuat...