Bahaya Mengintai Anda si Perut Buncit

0 10

Rasanya, tak ada yang senang memiliki perut buncit dengan lemak berlebih. Pasalnya, selain merusak penampilan dan mengurangi rasa percaya diri. Perut buncit mengundang sejumlah penyakit kronis yang akan muncul, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, stroke, hingga jantung.

Perut buncit dan kegemukan seperti setali tiga uang. Hanya saja, harus dibedakan ada yang gemuk secara merata di seluruh tubuh, namun ada pula yang hanya di daerah perut. Dalam dunia medis, gemuk yang berpusat di perut atau perut buncit dikenal dengan istilah obesitas sentral.

Secara umum, kegemukan telah menjadi masalah global di kehidupan modern sekarang ini, jumlahnya pun terus meningkat setiap tahun di seluruh dunia. Kurangnya aktivitas gerak dan pola makan tidak sehat ditengarai jadi biang keroknya.

Obesitas Sentral

Obesitas Sentral
Obesitas Sentral

Berdasarkan data organisasi kesehatan dunia WHO, pada 2014 lebih dari 1,9 miliar orang dewasa berusia 18 tahun ke atas mengalami kelebihan berat badan (overweight). Parahnya, 600 juta di antaranya mengalami obesitas, termasuk obesitas sentral.

WHO sendiri belum mempunyai data akuran mengenai jumlah penderita obesitas sentral di seluruh dunia. Namun setidaknya dari data obesitas tadi, dapat tergambarkan jika kegemukan sudah menjadi masalah global. Mengejutkannya lagi, dibandingkan dengan overweight dan obesitas, obesitas sentral  beresiko lebih bahaya. Bayangkan, dengan obesitas saja kita sudah bisa terkena sejumlah penyakit kronis. Sementara obesitas sentral, justru lebih dahsyat dampaknya, salah satunya kematian dini.

Jurnal Annals of Internal Medicine pada November 2015 pernah memuat hasil penelitian yang mencengangkan. Ternyata, orang dengan berat badan normal namun perutnya buncit, beresiko dua kali lebih besar untuk kematian dini dibandingkan dengan mereka yang kelebihan berat badan atau obesitas berdasarkan hitungan indeks massa tubuh (BMI).

Lemak perut adalah lemak jahat. Bahkan jauh lebih buruk daripada lemak di sekitar pinggul.

Sejumlah penelitian lain juga memperkuat. Laman Cbsnews.com memuat penelitian yang dipimpin Dr. Francisco Lopez-Jimenez, profesor spesialis jantung di Mayo Clinic, Rochester, Minnesota. Penelitian pada 2015 itu menemukan, mereka yang berat badannya normal namun obesitas sentral, kelangsungan hidup jangka panjangnya lebih sedikit dibandingkan dengan penyandang overweight atau obesitas menurut BMI.

Bersama tim, Lopez-Jimenez menganalisis data survei nasional sekitar 15.000 orang dewasa berusia 18-90 tahun di AS. Setelah ditindak lanjuti selama 14 tahun, ditemukan lebih dari 3200 kematian terjadi pada mereka yang memiliki berat badan normal, namun obesitas sentral.

Komentar
Memuat...