Bahaya Tidak Adanya Hubungan Tanggungjawab Dalam Pendidikan Modern

0 13

Tidak adanya hubungan tanggungjawab di hadapan Allah dalam filsafat modern menyebabkan dampak dan pengaruh yang berbahaya. Diantaranya telah kami jelaskan dalam materi sebelumnya tentang perbedaan antara tanggungjawab dan hak. Di sini kami menambahkan pengaruh-pengaruh tersebut dengan sebagai berikut:

Menjadikan Pemimpin Manajemen, Politik Dan Militer Modern Menjalankan Aktivitasnya Tanpa Kontrol Internal

Tidak adanya hubungan tanggungjawab di hadapan Allah menjadikan pemimpin manajemen, politik dan militer modern menjalankan aktivitasnya tanpa kontrol internal. Ia bertindak atas nama kepentingan masyarakat dan umat dan melemparkan sumber daya manusia dan materialnya dalam tungku bencana dan peperangan untuk memenuhi kepentingan pribadi dan kelas. Di bawah slogan yang berkabut seperti nasionalisme, kepentingan umum, kemuliaan nasional yang dalam dunia yang sebenarnya tidak pernah ada. Sehingga upaya-upaya ini menjadi bencana dan krisis yang diderita oleh jutaan manusia secara umum.

Menjadikan Manusia Modern Menjalankan Pelayanannya Tanpa Ikatan Etika Dalam Berbagai Macam Lapangan Kehidupan

Pengaruh kedua, tidak adanya hubungan tanggungjawab di hadapan Allah dalam filsafat modern menjadikan manusia modern menjalankan pelayanannya tanpa ikatan etika dalam berbagai macam lapangan kehidupan.

Kita tahu misalnya hegemoni semangat materialisme pada pemilik jasa modern dalam bidang kedokteran, teknologi dan lain-lain dan upaya mereka yang banyak melakukan proyek dan pengobatan yang tidak menjustifikasi selain meningkatkan biaya dan upah meskipun “seksi pelayanan” menetapkan tanggungjawab untuk pengabdian kepada manusia yang mulia. Lebih-lebih masyarakat Amerika –sebagaimana kami katakan- adalah masyarakat yang paling banyak mengikuti aspek negativisme yang berlaku di masyarakat.

Oleh karena itu mungkin bagi kami mengajukan bukti-bukti yang ganjil tentang tidak adanya hubungan tanggungjawab di hadapan Allah dalam pendidikan modern. Di antaranya adalah yang ditunjukkan oleh Donahue dalam program jam 9 pagi pada hari Selasa yang bertepatan dengan tanggal 23/12/1980 ketika ia menghadirkan untuk penonton yang sebagian besar adalah perempuan dua orang perempuan yakni Pamela Packingham dan Judith.

Bersama keduanya terdapat seorang peneliti tentang perkosaan. Kedua perempuan tersebut menyatakan bahwa keduanya menemui seorang dokter penyakit dalam untuk mengobati rigiditas. Dokter tersebut menyarankan agar keduanya melakukan hubungan seksual dengannya sebagai bagian dari pengobatan. Salah satunya mengatakan bahwa ia terus melakukan yang demikian selama tiga tahun yang untuk sekali pertemuan harus mengeluarkan biaya 120 dolar.

Ketika Donahue mulai menggulirkan diskusi seorang perempuan ketiga yang menghubungi lewat telepon dan mengatakan bahwa hal itu terjadi juga padanya. Ia tidak memberitahukan hal itu kepada suaminya karena khawatir diceraikan. Kemudian partisipan telefon terus menerus bermunculan dan berita yang sama didapatkan.

Di sini peneliti masalah perkosaan berkata bahwa itu banyak terjadi dan perempuan mengandung anak dari para dokter penyakit dalam dan menolak membantunya membayar biaya aborsi. Disamping itu para dokter yang bekerja di rumah sakit juga melakukan hal yang sama.

Akibat Yang Berbahaya Pada Keluarga Modern

Pengaruh ketiga, tidak adanya hubungan tanggungjawab di hadapan Allah menyebabkan akibat yang berbahaya pada keluarga modern. Hal ini karena pendidikan modern tidak mengarahkan peserta didik kepada keyakinan bahwa keluarga adalah salah satu institusi penting untuk menjaga kelestarian manusia dan kontinuitas kemuliannya. Akan tetapi menyajikan bahwa keluarga adalah salah satu tempat kesenangan duniawi dan sarana untuk mencapainya.

Oleh karena itu ketika kebanyakan suami dan istri menjalankan tanggungjawabnya satu sama lain. Juga terhadap anak-anaknya mereka mengingkari tanggungjawab ini. Kemudian mereka merasa terdesak. Lalu mereka menanamkan buih kerusakan dalam bangunan keluarga dan melemparkan para remaja ke dalam kebingungan dan kesia-siaan.

Menjadikan Pendidikan Modern Menghasilkan Manusia Dengan Jenis Yang Khusus

Pengaruh keempat, ketiadaan hubungan tanggungjawab di hadapan Allah menjadikan pendidikan modern menghasilkan manusia dengan jenis yang khusus. Yakni dalam bentuk keadaan yang baik menjadi manusia yang netral: bukan sebagai penyokong prinsip dan moral, dan bukan pula yang menentangnya. Para spesialis pendidikan dan ilmu sosial menyebut jenis alumni ini dengan amoral. Kamus-kamus  bahasa Inggris mendefinisikannya bahwa itu adalah kepribadian yang tidak memiliki moral dan tidak juga immoral.

Tanda yang jelas bagi jenis alumnus ini adalah tidak adanya afiliasi. Berbuat di bawah loyalitas apapun dalam naungan kepemimpinan apapun. Di semua tempat tanpa loyalitas terhadap pemikiran, prinsip atau kelompok. Akan tetapi ia tenggelam dalam perbuatan yang disandarkan kepada dirinya sendiri, dan menjalankan instruksi dan perintah tanpa kesepakatan atau bertentangan dengan kebenaran, nilai, etika dan kepentingan publik.

Ia merasa tidak berkeberatan dalam perilaku netral ini selama ia berpegangan pada instruksi dan menjalankan perintah. Simbol dan organisasi baginya adalah kitab suci. Ia pada hakikatnya adalah manusia robot atau ia menjelmakan model budak pada era teknologi ilmiah.

Oleh: Dr. Majid Irsani Al Kailani

Komentar
Memuat...