Bale Panyawangan Diorama Nusantara Museum Purwakarta yang Istimewa

Bale Panyawangan Diorama Nusantara Museum Purwakarta yang Istimewa
0 3.513

Jika mendengar kata museum kesan yang tertera dipikiran adalah kumuh dan membosankan. Anggapan ini mengemuka seiring kemajuan teknologi namun tidak masuk dalam ranah museum dan kurang terawatnya beberapa museum di negara tercinta ini. Namun, anggapan itu akan terbantahkan tak kala berkunjung ke Bale Panyawangan Diorama di kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Letaknya di Jantung Kota Purwakarta, apa saja keistimewaanya? Beikut ini kita tilik Bale Panyawangan Diorama museum Purwakarta yang Istimewa:

Paduan Teknologi Jadikan museum Bale Panyawangan Diorama Tidak membosankan

Bale Panyawangan Diorama, menawarkan pengalaman baru bagi para pengunjungnya, mulai dari teknologi yang di terapkan higga pengetahuan yang di sajikan. Bukan hanya itu, menariknya, museum ini sangat ramah terhadap anak.  Bahkan,  bagi mereka yang belum mampu membaca tetap dapat menikmati dan beajar sejarah di museum ini. Naskah yang dibuat digital di Bale Panyawangan Diorama inilah jawabanya, anak-anak cukup menyiapkan telinga untuk mendengarkan.

Digital interaktif yang Manjakan Pengunjung Bale Panyawangan Diorama

Digital interaktif yang Manjakan Pengunjung Bale Panyawangan Diorama

Kecanggihan museum ini memang luar biasa, itu terlihat sejak pertama pengunjung masuk. Pengunjung akan disuguhi interactive book yang menyajikan sejarah tatar sunda. Siapapun bisa membaca dari jarak jauh, atau cukup dengan mendengarkan saja.

Saat buku dibuka, sensor secara otomatis membuat audio membacakan isi halaman tersebut disertai dengan gambar animasi yang menarik dan hidup. Hal tersebut membuat anak-anak yang belum bisa membaca akan lebih mudah memahami sejarah.

9 Bale yang yang akan memperdalam pengetahuan Sejarah sunda Hingga Nusantara

Di ruangan lain pun demikian. Sejarah kerajaan sunda, Indonesia, hingga Purwakarta dibuat interaktif. Museum yang diresmikan 21 Februati 2014 ini menyimpan sembilan kisah besar pada sembilan ruangan museum yang meliputi:

  • Bale Prabu Maharaja Linggabhuwana, menyajikan Sejarah Tatar Sunda.
  • Bale Prabu Niskala Wastukancana, merupakan hall of fame yang menampilkan sosok para pemimpin Purwakarta
  • Bale Prabu Dewaniskala, menggambarkan Purwakarta pada masa pengaruh Mataram, VOC dan Hindia Belanda dalam rentang waktu tahun 1620-1799
  • Bale Prabu Ningratwangi, menyajikan Purwakarta pada masa Hindia Belanda tahun 1800-1942
  • Bale Prabu Jayaningrat, menampilkan gambaran Purwakartapada masa pergerakan nasional dan masa pendudukan Jepang
  • Bale Prabu Ratudewata, menyajikan keadaan Purwakarta pada masa kemerdekaan 1945-1950, dimulai dengan Peristiwa Rengasdengklok, dan pada jaman Demokrasi Liberal tahun 1950-1959
  • Bale Prabu Nilakendra, menampilkan Purwakarta pada masa Demokrasi Terpimpin 1959-1967
  • Bale Prabu Surawisesa, menyajikan Purwakarta pada masa pemerintahan 1968-1998, serta Era Reformasi 1998 hingga sekarang.
  • Bale Ki Pamanah Rasa, memberikan gambaran “Digjaya Purwakarta Istimewa” tahun 2008-2018.
  • Di antara berbagai ruangan, terdapat ruangan yang paling disukai anak-anak. Lokasinya di belakang museum atau dekat pintu keluar.

Nuansa Sunda Yang Istimewa

Museum yang diresmikan 21 Februati 2014 ini menyimpan sembilan kisah besar pada sembilan ruangan museum. Di sana terdapat koleksi wayang golek, Sejarah kerajaan sunda, Indonesia, hingga Purwakarta dibuat interaktif. Di samping koleksi wayang golek terdapat terdapat permainan interaktif pakaian khas sunda serta foto interaktif bersama Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi.Yang unik tempat tersebut dilengkapi dengan sensor. Ketika Anda berdiri di depan layar besar dengan jarak tertentu, sensor akan membacanya.

Lalu, satu stel pakaian sunda, pagsi dan kebaya, yang ada di dalam layar akan mengikuti gerak Anda. Dalam waktu tertentu, layar otomatis memotret Anda yang tengah mengenakan pakaian sunda yang Anda lihat di layar. Begitu juga foto interaktif dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. Hampir mirip dengan pakaian, pengunjung tinggal berdiri di jarak tertentu. Setelah sensor membaca, tiba-tiba sosok Bupati akan menghampiri dan sensor akan memotretnya.

Lokasi Museum Bale Panyawangan Diorama

Lokasi Museum Bale Panyawangan Diorama

Bale Panyawangan Diorama buka setiap hari, Senin – Jumat dari pukul 09.00-15.00 WIB. Sedangkan saat weeknd Sabtu-Minggu Buka dari pukul 09.00-13.00 WIB. Lokasinya tepat di tengah kota Purwakarta.

Museum biasanya menjenuhkan, kini kami hadirkan Museum Sejarah Nusantara yang menyenangkan 'Bale Diorama Panyawangan Nusantara'. Ajaklah keluarga untuk memahami Nusantara secara utuh, mulai dari zaman pra sejarah, kerajaan, kolonial, hingga saat ini.

Posted by Kang Dedi Mulyadi on Wednesday, 11 January 2017


Sumber :

Facebook Bupati purwakarta Dedi Mulyadi & Kompas

Komentar
Memuat...