Inspirasi Tanpa Batas

Beban dan Tanggung Jawab Guru Lebih Berat Daripada Dokter

0 55

Konten Sponsor

Guru adalah pendidik atau pengajar yang berkewajiban mencerdaskan anak bangsa, membentuk akhlak, moral dan karakter siswa. Sebagai pengganti orang tua, tugas guru tidaklah mudah. Karena bukan hanya mengajar atau memberikan materi supaya siswa cerdas saja, melainkan juga harus merubah kepribadian siswa yang tadinya buruk menjadi baik.

Guru bukan pencetak barang komersial yang apabila terjadi kesalahan cukup diafkir atau mungkin malah masih bisa didaur ulang. Guru adalah pencetak peserta didik menjadi pribadi manusia seutuhnya yang takwa, cerdas, trampil, bermoral, berkarakter dan berdedikasi.

Kita ketahui bersama bahwa mendidik atau membentuk karakter yang baik pada seorang siswa tidaklah mudah. Selain kewajiban-kewaiban tadi, guru juga harus mampu beradaptasi dengan berbagai siswa yang berbeda suku, agama, ras, kebudayaan dan bahasa. Dalam hal ini guru tidak boleh membeda-bedakan anatara siswa yang satu dengan yang lainnya.

Ada pepatah: “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”. Artinya, kalau guru berbuat kurang pantas, murid akan berprilaku sangat tidak pantas. Ketika guru makan jajanan sambil jalan, mungkin ada yang menyamakan guru itu sama dengan sapi karena sapi makan juga sambil jalan-jalan. Bagi guru makan sambil jalan dinilai tidak pantas, meskipun bagi profesi lain mungkin saja itu adalah hal yang biasa.

Lalu mengapa tugas guru dikatakan lebih berat daripada tugas seorang dokter. Dokter terlihat lebih berat menjalani tugas karena harus mengurus dan menyembuhkan orang sakit. Analoginya seperti ini, seorang dokter salah dalam mendiagnosa dan memberi obat, yang menyebabkan seorang pasien celaka atau bahkan sampai meninggal, dokter tersebut akan dihukum saat itu juga. Tetapi jika seorang guru salah mendidik atau salah memberikan pengetahuan kepada siswa, maka yang celaka adalah satu bangsa, efeknya akan terasa sekitar 20 tahun mendatang, dan guru tersebut akan menanggung dosa, bahkan sampai dia matipun dosa tersebut tetap mengalir. Itu jika hanya 1 siswa saja yang salah di didik, bagaimana jika yang salah terdidik satu kelas? Maka dapat dibayangkan bagaimana hancurnya generasi anak bangsa yang akan datang.

Di tengah situasi dan kondisi bangsa yang memprihatinkan saat ini dengan mewabahnya praktek-praktek politik kotor, korupsi dan kolusi, maka tugas guru akan semakin berat. Untuk membawa kembali negeri ini ke rel yang semestinya, diperlukan anak-anak bangsa yang cerdas, trampil, berkarakter, bermoral dan berbudaya.

Apabila seorang guru melakukan kesalahan atau mal praktek pendidikan, maka dapat menyebabkan suatu kengerian. Seorang politisi mengkorupsi triliunan rupiah uang negara dan rakyat yang tidak bersalah yang harus membayarnya, bukankah itu sebuah kengerian. Penyebabnya bisa jadi karena memang itu kebobrokan mentalitas pribadi. Tidak menutup kemungkinan bahwa korupsi itu sudah dimulai sejak kecil, misalnya akibat kecurangan dalam ujian demi mengejar nilai UAS/UN. Hal ini dapat dikatakan sebagai gagalnya seorang guru dalam mendidik dan membentuk akhlak dan karakter siswa.

Seorang dokter melakukan mal praktek, akibat buruknya hanya akan berdampak pada perorangan atau paling luas pada keluarga si pasien. Sedangkan seorang guru yang melakukan mal praktek kejujuran dampaknya bisa menjadi kejahatan masal. Bedanya dampak mal praktek dokter segera nampak di mata, sedangkan dampak mal praktek guru tidak langsung terjadi saat itu dan tidak kasat mata, efeknya jauh lebih luas dan berbahaya.

Itulah beratnya menjadi guru: medidik dan mengajarkan keteladanan menembus batas ruang dan waktu. Bila guru salah didik, maka peserta didik tidak dapat didaur ulang. Efek yang terjadi peserta didik bukan saja kehilangan masa depan, tapi dapat menjadi perusak masa depan bangsa.

Jadi kejujuran dan kompetennya guru dalam mendidik dan menciptakann karakter siswa dalam dunia pendidikan sangat diperlukan. Kepura-puraan, kebohongan dan kegagalan dalam mendidik merupakan mal praktek pendidikan yang tidak kasat mata tapi dapat menyebabkan ambruknya negara ini.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar