Take a fresh look at your lifestyle.

Sejarah dan Filosofi Pemakaian Warna Hitam Pada kiswah

0 110

Tahukah anda, bahwa Kiswah dari pertama kali digunakan sebagai penutup atau pelindung Ka’bah mengalami beberapa kali pergantian warna, sampai pada akhirnya warna yang ditetapkannya adalah warna hitam?. Lalu bagaimana proses dan penetapan warna hitam sebagai kain penutup Ka’bah atau Kiswah tersebut ?.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Kiswah merupakan selubung kain permadani yang menutupi Ka’bah. Kain tersebut digunakan sebagai penutup Ka’bah, supaya terlindungi dari kotor, debu, panas dan hal-hal lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan pada Ka’bah. Kiswah biasanya diganti setiap tanggal 10 Dzulhijah atau ketika Jemaah haji wukuf ke Padang Arafah.

Periode-periode pemakaian Kiswah

Untuk menjawab semua pertanyaan diatas, maka penulis merasa perlu memaparkan tentang periode-periode pemakaian Kiswah menurut penulis, sebagai berikut :

  • Pada periode pertama, Kiswah yang dipakai sebagai penutup Ka’bah berasal dari kulit unta yang dibuat oleh seorang pengrajin terdahulu dari keturunan Nabi Ismail a.s. Ia adalah Adnan bin ‘Ad.
  • Pada periode kedua, kain mulai di gunakan sebagai penutup Ka’bah. Hal tersebut bermula ketika Rasul memerintah kepada umatnya supaya Kiswah dibuatkan dari kain di Yaman.
  • Pada periode ketiga, Kiswah yang digunakan sebagai penutup Ka’bah terbuat dari kapas. Tepat pada masa Abu Bakar, Usman dan Umar.
  • Pada periode keempat, Kiswahpun mengalami perubahan, khususnya dari segi warna dan waktu pergantiannya. Ada yang menggantinya satu kali dalam setahun. Ada juga yang menggantinya dua kali dalam setahun. Semua itu terjadi sesuai dengan masa kekhalifahan Islam yang memimpin.

Dari periode keempat tersebutlah, jawaban tentang warna-warna yang pernah dipakai Kiswah beserta proses penetapan warna hitam yang di berlakukan sampai sekarang bisa ditemukan, untuk mengetahuinya, fahami penjelasan berikut ini :

Proses penerapan dan penetapan warna hitam dari Kiswah

Memang sebelumnya, tak ada ketentuan warna apa yang harus digunakan Kiswah untuk Ka’bah tersebut. Itulah yang menyebabkan beberapa kekhalifahan Islam bebas memilih warna apa yang mereka kehendaki terhadap kain yang digunakan sebagai Kiswah. Seperti dibawah ini :

  • Warna pertama yang belum ditemukan kapan tepatnya digunakan adalah merah berjalur-jalur. Warna tersebut diambil sesuai dengan kain tenun yang ada di Yaman dan mungkin sebagian besarnya berwarna merah.
  • Warna kedua adalah Putih. Digunakan pada masa khalifah al-Makmun ar-Rasyid dari Dinasti Abbasiyah.
  • Warna ketiga adalah Kuning. Digunakan pada masa khalifah Muhammad bin Sabakatakin.
  • Warna keempat adalah hijau. Digunakan pada masa khalifah an-Nasir dari Bani Abbas.
  • Dikarenakan perubahan warna tersebut semakin lama semakin membuat khalifah al-Ma’mun merasa tidak nyaman. Akhirnya pada abad ke 12, khalifah al-Ma’mun menetapkan warna hitam sebagai warna kain penutup Ka’bah sampai saat ini.

Filosofi warna hitam

Menurut Imam Jalaludin Assyuti dalam kitab al-Kanzul Madfun Wal Fulkul Masyhun mengatakan, ketika sebagian ulama ditanya tentang kenapa Kiswah Ka’bah berwarna Hitam? Jawabannya adalah karena Ka’bah telah berduka, karena tiada lagi Nabi yang melakukan tawaf di Ka’bah. Intinya, warna hitam tersebut digunakan sebagai tanda kesedihan Ka’bah terhadap hal tersebut.

Pembuatan kiswah

Setelah penetapan warna hitam sebagai warna kiswah dipertahankan sampai sekarang, Kiswah dalam waktu yang lama biasanya dibuat di Mesir. Tetapi pada saat Perang Dunia ke 1, pengiriman kiswah dari Mesir mengalami keterlambatan, padahal 10 Dzulhijah sudah semakin dekat. Sehingga pada akhirnya Raja Ibnu Saud membuat kebijakan untuk membuat sendiri kiswah tersebut dengan mendidirikan perusahaan kiswah di Kampung Jiyad,  Mekah (1931). Sampai saat ini, kiswah dibuat diperusahaan tersebut.

Sumber : Berbagai sumber

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan.

Catatan Setelah Formulir Komentar